Zulkifli Sykur Buka-bukaan Alasan Gagal Mendekat ke Sriwijaya FC serta Kembali pada PSM

Spread the love

Makassar – Untuk bek papan atas di Liga Indonesia, Zulkifli Sykur ringkas tidak kesusahan memperoleh club dalam tiap musim. Setelah bawa Arema Indonesia mendapatkan piala juara Liga Super Indonesia 2009-2010, dia terima penawaran manajemen Persib Bandung yang ingin menggunakan jasanya pada musim 2011-2012. Walau cuma dapat bawa Persib menempati di papan tengah musim itu, pamor Zulkifli tidak surut.

Di akhir musim, Partner Kukar yang tengah membuat team bermodalkan besar waktu itu menawari Zulkifli Sykur masuk. Bersama-sama club asal Tenggarong itu, perolehan paling baik Zulkifli ialah menempati di rangking tiga pada Liga Super Indonesia 2013. Prestasi yang termasuk cukup buat club yang baru saja tersebar di pertandingan kelas paling tinggi tanah air.

Diambil dari kanal Youtube Ferdinand Sinaga, Zulkifli akui kerasan dengan situasi team serta sarana yang didapat di Partner Kukar. Itu kenapa, dia dapat tahan lama di club itu.

Pada 2015, sebenarnya, Zulkifli ingin merasai rintangan serta situasi baru. Waktu itu, manajemen Sriwijaya FC melalui pelatih senior Benny Dolo intensif merajut komunikasi dengannya. Kebetulan kontraknya dengan Partner Kukar telah usai.

“Komunikasi berjalan mulus. Saya serta Sriwijaya FC juga setuju pada harga. Saya juga menjanjikan akan tiba waktu rilis team. Tetapi, awalnya, saya katakan ke Om Benny akan pamit dahulu dengan manajemen Partner Kukar. Om Benny mempersilakan,” ingat Zulkifli.

Zulkifli juga mengontak Roni Fausan, manager Partner Kukar waktu itu.

“Saya menerangkan fakta saya ingin ke Sriwijaya FC pada beliau. Jawabannya tidak tersangka. Beliau bersikukuh minta saya bertahan. Terus jelas saya benar-benar tidak enak hati dengan Sriwijaya FC, khususnya dengan Om Benny,” kata Zulkifli.

Akhirnya, waktu rilis team Sriwijaya, Zulkifli tidak ada walau namanya turut disebutkan.

Sudah diketahui, Liga Indonesia 2015 yang disponsori QNB Bank berhenti mengejar perselisihan PSSI dengan Kemenpora. Dampaknya, FIFA juga putuskan membekukan posisi PSSI. Tetapi, di tahun yang sama, Zulkifli Sykur memberi piala juara Piala Jenderal Soedirman pada Partner Kukar.

Kembali pada PSM

Setelah dari Partner Kukar, Zulkifli Sykur pernah menguatkan Borneo FC di Torabika Soccer Championship 2016. Musim selanjutnya, Zulkifli pada akhirnya kembali pada PSM mendekati Liga 1 2017. Ada unsur sebagai fakta Zulkifli waktu itu.

Pertama, unsur Robert Alberts yang telah mengatasi PSM semenjak TSC 2016. Robert bukan pelatih asing buat Zulkifli sebab sempat bekerja bersama waktu bawa Arema Indonesia mendapatkan piala juara Liga Super Indonesia 2009-2010.

“Buat saya, Roberts bukan sebatas pelatih. Dia dapat juga jadi kawan serta pimpinan yang baik,” papar Zulklifi.

Zulkifli percaya, bersama-sama Robert, PSM akan memiliki prestasi, miminal tempati tiga besar. Dapat dibuktikan dalam dua musim berturut-turut, PSM menempati di rangking tiga pada Liga 1 2017 serta naik satu tingkat pada musim selanjutnya. Ke-2, unsur manajemen yang dikontrol Munafri Bijakuddin.

“Manajemen PSM sekarang ini jauh tidak sama dengan dahulu. Sekarang, PSM semakin menghormati pemain lokal Makassar,” tandas Zulkifli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *