Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia – Beberapa pekan terakhir ini berjalan aneh. Jika boleh jujur, tidak ada yang tahu bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pandemi virus Corona, selain berdiam diri di rumah dan mengikuti aturan pemerintah. Namun apa sejatinya yang bisa disebut cukup? Apakah orang dengan pendapatan tinggi di negara ini diminta untuk memberi sejumlah persen gajinya? Haruskah orang-orang tidak bekerja sebagai suka relawan.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Tidak ada yang tahu dan di seluruh dunia orang-orang telah melakukan yang mereka bisa, dan sudah melakukan yang terbaik. Dan juga banyak kegiatan bisnis di dunia yang terkena dampak, salah satunya di dunia sepak bola yang juga tak luput dari permasalahan dalam kondisi seperti ini.

Penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19 di luar China semakin masif. Negara-negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman, dan Perancis menjadi negara dengan kasus tertinggi saat ini. Maka tak heran jika beberapa pertandingan kejuaraan seperti Liga Inggris, Spanyol, Belanda, dan Italia ditunda akibat penyebaran virus tersebut.

Seperti disalah satu liga yaitu Liga Inggris, Premier League resmi mengumumkan, Liga Inggris ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang. Pihak Premier League mengadakan rapat bersama klub-klub Liga Inggris pada Jumat (13/3/2020). Hasilnya kompetisi Liga Inggris dan Divisi Championship ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Lebih lanjut, selain menyerang beberapa klub di Liga Inggris, pandemi ini juga menjangkit beberapa personil, seperti manajer Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi yang positif terkena virus Corona. Beberapa pertandingan juga sudah ditunda, seperti Brighton vs Arsenal yang sedianya akan berlangsung akhir pekan ini. Sebelum Liga Inggris, kompetisi sepakbola di Eropa seperti Liga Italia dan Liga Spanyol juga sudah ditunda.

Selain itu, anggota UEFA akan mengadakan pertemuan segera, untuk membahas cara terbaik melanjutkan kompetisi klub domestik dan Eropa di tengah pandemi virus Corona. Kemungkinan juga turnamen sepakbola Euro 2020 akan ditunda sampai musim panas mendatang.

Tokoh-tokoh senior UEFA menginginkan Liga Champions dan Liga Eropa ditangguhkan mulai minggu depan, mengingat virus Corona mulai mempengaruhi sejumlah tim yang terlibat. Memang penutupan total sepakbola Eropa musim panas ini adalah opsi yang paling tidak disukai, sementara badan pengelola Eropa masih membutuhkan klub dan asosiasi untuk menyetujui perubahan apa pun.

Situasinya Memang Cukup Sulit Tidak Hanya Di Sepak Bola Tetapi Juga Di Seluruh Dunia

Tetapi biar bagaimanapun keselamatan semua pihak lebih penting ketimbang laga di lapangan. Wabah virus Corona memang semakin menyebar saat ini. Bahkan beberapa elemen sepak bola seperti pemain, ofisial, hingga pemilik klub sudah terinfeksi virus tersebut. Sejumlah pertandingan dan liga juga akhirnya ditunda karena penyebaran virus Corona. Bahkan beberapa opini menyarankan semua kompetisi dihentikan hingga musim panas nanti.

Situasinya memang cukup sulit tidak hanya di sepak bola tetapi juga di seluruh dunia. Dan rasanya mungkin aneh menjalankan pertandingan tanpa penonton. Karena sepak bola ada untuk fans jika tanpa fans dalam suatu pertandingan, pertandingan bukanlah apa-apa.

Dan dalam menyikapi kondisi seperti ini semua orang harus berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada kepentingan publik. Karena itu, demi mengantisipasi persebaran virus Corona, harus disepakati menghentikan kompetisi sepak bola dan olahraga lain yang dapat mengundang kerumunan massa di satu tempat.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium – The Gunners Arsenal berhasil menahan imbang 1-1 Leicester City di Emirates Stadium, London pada Rabu (8/7/20) dini hari WIB. Sesungguhnya Arsenal unggul 1-0 hingga kurang 6 menit laga akan berakhir ketika Jamie Verdy akhirnya menyamakan kedudukan. Hasil ini membuka Arsenal kepersaingan perebutan 4 besar zona Liga Champions dan Liga Eropa. Arsenal menambah 3 poin menjadi 50 poin diposisi ke-7 hanya selisih 5 poin dari zona Liga Eropa.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Sementara itu Leicester harus terlempar dari posisi ke-3 dengan 59 poin. Mereka tergeser oleh Chelsea dengan 60 poin yang malam itu menang 3-2 atas tuan rumah Crystal Palace. Manchester United mengintip diposisi ke-5 dengan 55 poin menyisakan satu laga ke-34 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham pada Jumat (10/7/20) pukul 02.15 WIB dini hari.

Jika Manchester United memenangkan laga tersebut maka mereka tetap diposisi 5 namun hanya selisih satu poin dengan Leicester diposisi 4. Peluang menggeser The Fox semakin terbuka. Usai laga imbang di Emirates tersebut membuat Jose Mourinho semakin bersemangat membawa Tottenham Hotspur menambah poin untuk turut persaingan meraih setidaknya ke zona Liga Eropa. Mereka akan bertanding melawan Bournemouth pada Jumat (10/7/20) dini hari WIB.

Jika Spurs menang maka pasukan Mourinho berhasil mengumpulkan 51 poin dan ini akan menggeser posisi Arsenal (50 poin). Peluang itu tetap terbuka bagi Spurs terlepas adanya insiden perkelahian antara Son Heung-min dengan Hugo Llori ketika mereka bertanding lawan Everton pekan lalu.

Usai Leicester bermain imbang dengan Arsenal dan Chelsea menang atas Crystal Palace maka persainan 4 besar semakin ketat. Sesungguhnya diposisi zona Liga Champions ini hanya menyisakan 2 tempat lagi. Sedangkan dua lainnya sudah pasti dimiliki oleh Liverpool dan Manchester City. Kecuali jika City akhirnya dijatuhi sanksi oleh UEFA, tidak diperbolehkan ikut Liga Champions tahun depan, maka posisi tim ke-5 yang akan menggantikannya.

Laga antara Arsenal lawan Leicester sebenarnya sangat menarik dinikmati. Pasukan asuhan Mikel Arteta ini sudah unggul 1-0 hingga menit ke-84. Terjadi hukuman kartu merah untuk Eddie Nketiah dimenit ke-75 sehingga Gunners harus bermain 10 pemain. Akhirnya Jamie Vardy mencetak gol untuk Leicester City dari assis Demaray Gray hanya 4 menit sebeleum laga berakhir. Golnya sekaligus menggagalkan kemenangan Arsenal keempat secara beruntun.

The Gunners memimpin terlebih dulu pada menit ke-21 ketika umpan bagus dari Dani Ceballos kepada Bukayo Saka, lalu dia melakukan umpan silang terukur untuk Pierre-Emerick Aubameyang untuk menyelesaikannya menjadi gol. Peluang Leicester usai jeda untuk menyamakan kedudukan datang dari Kelechi Iheanacho namun tendangan volinya dapat diselamatkan oleh kiper Gunners Emiliano Martinez.

Dengan 15 menit laga tersisa, pemain pengganti Arsenal, Eddie Nketiah dikeluarkan dari lapangan karena pelanggaran berbahaya kepada James Justin. Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu merah langsung. Sejak itu Arsenal bermain hanya dengan 10 pemain.

Leicester berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka saat Vardy mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84 memanfaatkan umpan silang rendah dari Damarai. Gol ini membawanya ke puncak pencetak gol terbanyak Liga dengan 22 gol untuk musim ini. Verdy mengembalikan keunggulan dua golnya di depan Aubameyang dalam persaingan untuk meraih Sepatu Emas Premier League. Selamat untuk Arsenal dan Leicester yang berbagi angka di laga mereka ke-34.

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II – SEBAGAIMANA yang diprediksikan sebelumnya, lonjakan supporter untuk menyaksikan pertandingan di turnamen bola mini dan bola dangdut, di desa Daha, Kecamatan Hu’u, Dompu-NTB, tidak akan terbendung. Di hari ketiga, sekitar pukul 16.00 ratusan massa suporter mulai memadati lapangan untuk menyaksikan pertandingan.

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Jumlah massa suporter mengalami lonjakan yang luar biasa membuat pagar lapangan yang diikat dengan tali rafia tidak mampu menahan laju suporter yang merangsek masuk. Sehingga di beberapa titik pembatas lapangan, mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan beberapa kayu pengikat tumbang ke tanah.

Jangan pernah bertanya bagaimana masyarakat Desa Daha mengekspresikan kecintaannya terhadap kesebelasan yang mereka dukung. Meraka datang berbondong-bondong ke lapangan, ada yang berjalan kaki, naik motor, dan bahkan beberapa team kesebelasan diangkut dengan mobil pick up, walaupun jarak antara perkampungan dengan lapangan pertandingan tidaklah terlalu jauh.

Di lapangan, mereka saling berdesakan berbagi tempat berdiri, untuk bisa menyaksikan dan mendukung team kesayangannya. Kali ini, karena jumlah suporter begitu banyak, sehingga pagar pembatas lapangan tidak mampu menahan massa suporter yang datang. Jumlah panitia yang tidak sebanding dengan massa suporter, sehingga mereka kelabakan untuk menghalau suporter yang memasuki area lapangan.

Dengan menggunakan pengeras suara, panitia beberapa kali meminta penonton agar menjauh dari garis lapangan. Bahkan, beberapa kali pluit wasit utama dibunyikan, untuk menghentikan pertandingan. Guna untuk mendesak penonton agar mengindahkan himbauan dari panitia.

SEBAGAIMANA yang diprediksikan sebelumnya, lonjakan supporter untuk menyaksikan pertandingan di turnamen bola mini dan bola dangdut, di desa Daha, Kecamatan Hu’u, Dompu-NTB, tidak akan terbendung. Di hari ketiga, sekitar pukul 16.00 ratusan massa suporter mulai memadati lapangan untuk menyaksikan pertandingan.

Jumlah massa suporter mengalami lonjakan yang luar biasa membuat pagar lapangan yang diikat dengan tali rafia tidak mampu menahan laju suporter yang merangsek masuk. Sehingga di beberapa titik pembatas lapangan, mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan beberapa kayu pengikat tumbang ke tanah.

Jangan pernah bertanya bagaimana masyarakat Desa Daha mengekspresikan kecintaannya terhadap kesebelasan yang mereka dukung. Meraka datang berbondong-bondong ke lapangan, ada yang berjalan kaki, naik motor, dan bahkan beberapa team kesebelasan diangkut dengan mobil pick up, walaupun jarak antara perkampungan dengan lapangan pertandingan tidaklah terlalu jauh.

Di lapangan, mereka saling berdesakan berbagi tempat berdiri, untuk bisa menyaksikan dan mendukung team kesayangannya. Kali ini, karena jumlah suporter begitu banyak, sehingga pagar pembatas lapangan tidak mampu menahan massa suporter yang datang. Jumlah panitia yang tidak sebanding dengan massa suporter, sehingga mereka kelabakan untuk menghalau suporter yang memasuki area lapangan.

Dengan menggunakan pengeras suara, panitia beberapa kali meminta penonton agar menjauh dari garis lapangan. Bahkan, beberapa kali pluit wasit utama dibunyikan, untuk menghentikan pertandingan. Guna untuk mendesak penonton agar mengindahkan himbauan dari panitia. Nampaknya para suporter tidak bermaksud untuk tidak menggubris himbauan dari panitia. Tapi, begitulah cara mereka mengekspresikan dukungan dan kecintaan mereka terhadap teamnya. Terlebih, anak-anak yang bermain mendapatkan dukungan yang begitu besar dari orang tuannya.

Ketika seorang pemain mengalami benturan dengan pemain lawan dan terjatuh. Maka wasit dan panitia menjadi sasaran empuk bagi ibu-ibu yang meneriaki, bahkan datang untuk memprotes di tempat kepanitiaan. Namun, jika gol tercipta, maka mereka akan lari masuk ke lapangan dan memberikan sekian nominal uang kepada pencetak gol. Bahkan Halimah Fadli, istri orang nomor satu di desa Daha ini juga cukup antusias dan beberapa kali lari masuk ikut meluapkan kegembiraannya ketika ada pemain yang berhasil menyarangkan gol ke gawang lawan. Sungguh luar biasa.

Di hari ketiga ini, untuk partai pertama mempertemukan kesebelasan English club asuhan pak Jufrin, yang berhadapan dengan klub Toi Mpoa. Di babak pertama berlangsung sangat ketat, kedua kesebelasan melakukan jual beli serangan sepanjang pertandingan. Hal ini wajar, karena kedua kesebelasan di huni oleh pemain-pemain yang sudah sering malah melintang dalam liga tarkam. Sehingga jalannya pertandingan sangat seru dan mampu menghibur para penonton. Dukungan suporter kedua kesebelasan tidak pernah berhenti hingga berakhir pertandingan.

Setelah jual beli serangan, Toi Mpoa mampu mencuri gol di babak pertama. Berawal dari tendangan bola mati, eksekutor kesebelasan Toi Mpoa memaksa penjaga gawang English club memungut bola dalam area gawangnya sendiri. Tendangan yang begitu keras dari salah seorang pemain Toi Mpoa mampu menembus pagar betis dua pemain lawan.

Unggul satu kosong, tidak lantas membuat Toi Mpoa mengendurkan serangan. Namun, para pemain English Club dengan arahan pak Jeff selaku ofisial di pinggir lapangan, terus mencoba menyamakan kedudukan. Setelah pluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan masih satu kosong untuk keunggulan Toi Mpoa.

Satu sama. Gol yang yang ditunggu-tunggu tersebut, membuat suporter yang di dominasi ibu-ibu tumpah ruah di lapangan. Mereka memeluk, memegang, dan memberikan uang kepada pemain yang mencetak gol.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama – Atalanta meraih delapan kemenangan secara beruntun, sedangkan Inter Milan masih hobi saja membikin fansnya merengut. Pada lanjutan Liga Italia pekan ke-30 pada akhir pekan lalu menjadi catatan penting bagi Atalanta, klub besutan Gian Piero Gasperini meraih kemenangannya yang kedelapan secara beruntun, empat diantaranya didapatkan selepas kompetisi digulirkan kembali di era new normal ini.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Sementara itu, Inter Milan kembali menunjukkan identitas mereka, inkonsisten. Justru ketika dibutuhkan poin untuk mengejar Juventus di puncak klasemen dan ketika menghadapi tim medioker sekelas Bologna yang harus dikalahkan karena bermain di Giuseppe Meazza, Inter malah kalah. Itulah nasib yang berbeda diraih oleh kedua tim yang sama-sama memakai jersey berwarna hitam biru pada akhir pekan lalu, meskipun pada urutan klasemen Liga Italia sementara Inter berada diurutan ketiga dengan poin 64, sementara Atalanta membuntutinya di posisi ke-4 dengan koleksi 63 poin.

Atalanta melanjutkan tren kemenangan saat membekuk tuan rumah Cagliari 1-0. Dalam laga yang digelar di Sardegna Arena yang berada di pulau Sardinia itu, gol tunggal tim tamu dibuat oleh striker tengil Luis Muriel lewat titik putih di menit ke-27. Dengan hasil ini Atalanta mencatatkan delapan kemenangan secara beruntun di Liga Italia. Mereka juga hanya sekali kalah dalam 14 laga terakhir. Satu-satunya kekalahan yang diperoleh Muriel dkk itu terjadi saat mereka takluk 1-2 dari Spal di kandang pada Januari lalu.

Lebih luar biasanya lagi, dengan penampilan impresif Atalanta nan permainan yang begitu menghibur dalam menorehkan catatan di atas. Mereka menjadi tim tersubur di Liga Italia pada musim ini dengan 83 gol. Koleksi gol yang diperoleh klub asal Bergamo ini bahkan lebih banyak 20 gol dari Juventus yang memuncaki klasemen sementara. Si Nyonya Tua hingga pekan ke-30 ini baru membuat 63 gol.

Dengan terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Atalanta yang saat ini kita ketahui bersama menempati peringkat keempat berpeluang menyodok ke urutan kedua. Tapi laju kemenangan Atalanta bakal mendapat banyak rintangan berat di delapan pekan terakhir Liga Italia. Mereka harus menghadapi lawan-lawan sulit semacam Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

Namun saya kira masih akan ada kejutan yang bisa dihadirkan oleh Atalanta meski prediksi diatas kertas lawan mereka ini berat tapi dengan materi pemain yang solid dan permainan cerdas olahan dari coach Gasperini, Insya Allah mereka bisa melewatinya dengan mudah, amin!

Sebelum laga ini digelar beberapa prediksi memihak Inter karena tim besutan Antonio Conte itu menunjukkan bahwa mereka punya modal cukup untuk mengalahkan Bologna dengan mudah. Modal kemenangan 6-0 pada laga sebelumnya kontra Brescia membuat armada Nerazzurri sebutan Inter sangat percaya diri.

Inter sendiri memang sempat unggul terlebih dahulu di awal babak pertama ketika sundulan Lautaro Martinez dari umpan silang Ashley Young memantul ke tiang jauh, dan Romelu Lukaku langsung menyambarnya untuk mencetak gol. Di babak kedua, Inter sempat mendapatkan angin segar setelah Bologna harus main dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Roberto Soriano. Namun Bologna justru mampu mencetak gol balasan di menit ke-74 lewat sepakan Musa Juwara.

Tiga menit usai gol Bologna, giliran Inter yang harus kehilangan pemain. Adalah bek muda mereka, yakni Alessandro Bastoni mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Juwara dan harus meninggalkan lapangan. Selepas sama-sama bermain dengan 10 pemain, Inter malah semakin kelimpungan yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh Bologna untuk membalikkan keadaan setelah Musa Barrow mencetak gol di menit ke-80. Meski dapat beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, Inter gagal mengamankan poin dari laga ini.

Meski sempat unggul duluan, Inter Milan akhirnya takluk di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2 dari Bologna. Selepas laga usai, sang pelatih, Antonio Conte mengurung para pemainnya satu jam di ruang ganti! Alamak. Hal ini diyakini, Conte begitu kecewa apalagi fansnya yaa Allah….Keunggulan 1-0 sirna, apalagi ditambah oleh kegagalan Lautaro Martinez mengeksekusi penalti yang terjadi pada menit ke-62. Namun, malam itu, rona Conte adalah cerminan rona Inter yang gemar membuat kecewa.

Kesalahan-kesalahan yang dipertontonkan pemain Inter seperti menjadi sebuah tradisi meski sudah berganti pelatih. Apakah Inter tak pernah belajar? Inter memang seperti keledai yang paling tertinggal di kelasnya: jatuh di kubangan yang sama.

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool – Laga yang dilangsungkan di Anfield ketika Liverpool menjamu Aston Villa adalah laga yang sangat ditunggu oleh para Fans. Mereka tidak ingin lagi dikecewakan oleh tim kesayangan mereka. Gol dicetak oleh Sadio Mane dan Curtis Jones dipenghujung laga. Satu hal yang patut dicatat adalah Curtis Jones mencetak gol pertamanya di Liga Premier ketika Liverpool memastikan kemenangan liga kandang 24 laga berturut-turut melawan Aston Villa malam itu.

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dengan usia 19 tahun, 157 hari adalah pemain Liverpool termuda yang mencetak gol Liga Premier sejak Trent Alexander-Arnold (19 tahun, 80 hari) versus Swansea pada Desember 2017. Jurgen menurunkan formasi berbeda dengan formasi yang diturunkan pekan sebelumnya. Pertimbangannya adalah kebugaran pemain. Firmino tidak dijadikan starter, digantikan oleh Divock Origi. Demikian pula Jordan Henderson posisinya diambil Chamberlain.

Walau akhirnya kedua pemain ini masuk sebagai pengganti di babak kedua. Dua pemain muda juga turun dipenghujung laga yaitu Curtis Jones dan Neco Williams. Pemain muda Liverpool ini bermain sangat taktis. Neco menggantikan posisi Andy Robertson sedangkan Jones menghantikan Naby Keita. Walaupun menguasai permainan 72 persen penguasaan bola. Namun hampir sepanjang laga tersebut Liverpool frustrasi karena perlawanan Aston Villa yang tegas dan kokoh.

Peluang Terbaik Liverpool Dibabak Pertama Yang Berakhir Imbang Tanpa Gol

Setelah istirahat, Aston Villa memiliki peluang dari kaki Anwar El Ghazi namun dapat dimentahjan kiper Alisson Becker. Akhirnya Sadio Mane memecah kebuntuan pada menit ke-70, menembakkan bola dalam area kotak penalti menghujam keras ke gawang Villa. Gol ini berasal dari umpan tajam Naby Keita. Pemain muda Curtis Jones menutup laga ini dengan gol pertamanya di kompetisi kasta tertinggi ini sehingga membuat Liverpool unggul 2-0 atas Aston Villa.

Curtis Jones, talenta muda Liverpool, baru saja merayakan penandatanganan kesepakatan baru pada awal pekan lalu. Kemenangan 2-0 atas Villa menjadi momen kebangkitan Liverpool usai kalah telak 0-4 dari Manchester City di laga sebelumnya. Saat ini di klasemen sementara, Liverpool kini unggul 23 poin atas Manchester City yang kalah 0-1 dari Southampton dalam laga mereka yang ke-33.

Kepada Skysports.com (5/7/20), usai laga tetsebut Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan: “Itu adalah pertandingan yang sangat sulit, untuk alasan yang berbeda. Aston Villa dikelola dengan baik dan membuatnya sangat sulit bagi kami. Kami membuat tiga perubahan di area yang menentukan, yang penting saya pikir dari sudut pandang kebugaran fisik.”

Klopp memang mengakui bahwa laga malam itu adalah laga yang sulit. Perlawanan Aston Villa sangat luar biasa sama dengan saat mereka menjamu Liverpool di Villa Park, pada putaran pertama November tahun lalu. Menurut Klopp ada dua situasi yang bisa atau seharusnya menjadi penalti, namun itu tidak terjadi bahkan VAR tidak melakukan apapun

Kelegaan pelatih adal Jerman ini tampak di wajahnya dengan kemenangan ini karena baru saja menghadapi laga yang tidak mudah. Selamat untuk Liverpool sudah kembali berada di jalur kemenangan. Harus diingat bahwa laga itu adalah hadirnya talenta muda The Reds, Curtis Jones membawa momen penting bagi Liverpool.

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid – Keberhasilan Real Madrid mengatasi perlawanan Athletic Bilbao di laga lanjutan la liga Spanyol, Minggu (5/7/2020), sepertinya sudah dapat dipastikan bahwa gelar juara yang ke-34 akan diraih oleh El Real, meskipun masih tersisa empat laga lagi yang harus dilakoni oleh pasukan Zinedine Zidane.

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Saingan terdekat Madrid, Barcelona tertinggal 7 poin meski dengan 5 pertandingan sisa. Walaupun sebenarnya kemungkinan El Barca masih bisa menyalip perolehan poin Madrid, namun dengan melihat trend penampilan kedua tim serta lawan-lawan yang akan dihadapi di sisa pertandingan.

Kans El Real dapat dikatakan sempurna untuk meraih gelar juara la liga kedua bagi Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Pertandingan kontra Billbao tadi adalah ujian terberat bagi El Real, jika saja dalam pertandingan ini Sergio Ramos dan kawan-kawan tergelincir, maka perjalanan kedepan akan menjadi sangat berat.

Tapi keberhasilan meraih poin penuh di markas Athletic Bilbao, menjadikan beban psikologis dalam melakoni sisa pertandingan yang akan dimainkan menjadi hilang, mereka bisa bermain lepas mengingat lawan-lawan yang akan mereka hadapi relatif ringan, hanya villareal yang mungkin bisa menjadi batu sandungan, selebihnya akan mudah dilewati oleh pasukan Zidane.

Adapun Barcelona, meski sisa pertandingan yang akan dilakoninya juga terbilang mudah, sama seperti Madrid hanya Villareal yang kemungkinan bisa menyulitkan mereka, poin maksimal yang akan diperoleh oleh El Barca adalah 85 poin dari 5 sisa laga. Dengan demikian Madrid hanya butuh 8 poin tambahan dari 4 sisa laganya, dan ini bukan hal yang sulit bagi Madrid, apalagi melihat konsistensi permainan mereka pasca istirahat kompetisi akibat pandemi covid-19, Madrid berhasil memenangi semua laga yang dilakoninya.

Berbeda dengan kondisi pasukan Setien yang sepertinya kehilangan roh permainan, dengan 3 kali bermain imbang, padahal mengawali lanjutan kompetisi Barcelona unggul 2 poin atas El Real, yang sekarang El Barca sudah tertinggal 7 poin.

Laga ke 35 Madrid menjamu Alaves yang saat ini berada di peringkat 15 klasemen la liga, nampaknya akan mudah bagi Madrid untuk mengatasi Alaves, apalagi dipertandingan putaran pertama di kandang Alaves mereka berhasil meraih poin penuh dengan kemenangan 2-1, hal yang bisa menjadi penghambat adalah Alaves yang berjuang untuk tidak terdegradasi.

Laga ke 36 Madrid akan menyambangi markas Granada, yang saat ini menduduki peringkat 10 di klasemen. Madrid berangkat ke markas Granada dengan modal kemenangan 4-2 pada putaran pertama di kandang Madrid. Motivasi balas dendam adalah hal yang bisa menyulitkan Madrid, hasil yang paling buruk dari laga ini bagi Madrid adalah seri.

Jika itu terjadi partai melawan Villareal di laga ke 37 akan menjadi penentu, dimana pada perjumpaan putaran pertama Madrid hanya berhasil meraih hasil imbang 2-2 di kandang Villareal, hal yang akan menyulitkan Madrid adalah Villareal masih berpeluang mengejar target liga champions.

Jika Madrid tergelincir dan kalah maka Barcelona akan memiliki peluang untuk merebut gelar la liga, tapi jika seri saja Madrid sudah boleh berpesta kemenangan. Partai terakhir El Real akan menghadapi peringkat 19 klasemen Leganes yang di atas kertas akan mudah dilewati oleh Madrid walaupun harus bertindak sebagai tim tamu.

Laga ke 34 Barcelona bertandang ke markas Villareal, ini akan menjadi partai tersulit bagi Messi dan kawan-kawan, pada putaran pertama di camp nou Villareal memberikan perlawanan sengit pada tim tuan rumah. Barca hanya menang tipis 2-1. Kini bermain di kandang sendiri, apalagi Villareal juga mengejar target liga champions, motivasi Villareal untuk merebut poin sempurna akan menjadi ancaman serius bagi pasukan Setien.

Jika El Barca tergelincir disini baik itu seri apalagi kalah maka selamat tinggal gelar juara. Laga ke 35 akan mudah bagi Messi dan kawan-kawan yang akan menjamu tim penghuni dasar klasemen liga Espanyol.
Demikian pula laga berikutnya saat bertandang ke kandang Valladolid yang berada di peringkat 13, diperkirakan Barcelona akan mampu melewati laga ini dengan mudah, dengan bekal kemenangan telak 5-1 pada putaran pertama. Laga ke 37 menjamu peringkat 11 klasemen, Ossasuna nampaknya akan mudah bagi El Barca.

Meski di putaran pertama Ossasuna berhasil menyulitkan pasukan catalan ini dengan hasil imbang 2-2. Di laga terakhir menghadapi tuan rumah Alaves yang berperingkat 15, sepertinya tidak begitu sulit bagi Messi dan kawan-kawan untuk mellewati hadangan tim tuan rumah, kesulitannya mungkin saja dari perjuangan Alaves yang ingin lolos dari degradasi.

Berdasarkan hitung-hitungan diatas kertas poin El Real adalah 83 hingga 89 poin. Barcelona akan meraih poin 82 hingga 85. Partai kunci kedua kesebelasan ini untuk meraih gelar la liga ada pada partai melawan pasukan yellow sub marine Villareal.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2 – Manchester United versus Bournemouth sudah tuntas. The Red Devils memenangi drama tujuh gol dengan skor 5-2. Pada laga pekan ke-33 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020) malam WIB, Man United tampil garang sejak menit awal. Namun, Bournemouth sempat mengejutkan di 15 menit awal lewat Junior Stanislas. Tapi, MU lantas berbalik unggul 3-1 di akhir babak pertama lewat Mason Greenwood, Marcus Rashford (penalti), dan Anthony Martial. Pada babak kedua, Greenwood mencetak gol keduanya ditambah Bruno Fernandes.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

MU menang 5-2 dan tambahan tiga poin membuat mereka naik sementara ke posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan 55 poin, unggul satu poin dari Chelsea. Bournemouth tertahan di posisi ke-19 dengan 27 poin. MU bermain menyerang sejak menit awal demi mencetak gol secepat-cepatnya. Pada menit ke-11, peluang pertama didapat ketika Bruno Fernandes mendapat bola terobosan Marcus Rashford.

Tinggal berhadapan dengan Aaron Ramsdale, tembakan Fernandes malah melambung tinggi di atas mistar karena sudut tembak bisa dipersempit. Bournemouth malah mengejutkan ketika unggul 1-0 pada menit ke-15. Dari sisi kanan, Bournemouth menyerang dan memindahkan bola ke sisi kiri yang ditempati Junior Stanislas.

Stanislas melewati bola melalui kolong kaki Harry Maguire dan menuntaskan lewat sepakan ke sudut sempit gawang David de Gea. Gol tersebut membuat MU tersentak dan langsung menekan pertahanan Bournemouth. Pada menit ke-19, Marcus Rashford menguji Ramsdale lewat sepakan bebas dari jarak 25 yard, tapi bola mampu ditepis. Setengah jam pertandingan berjalan, tuan rumah bisa juga menyamakan skor.

MU membangun serangan dari sisi kanan. Nemanja Matic memberikan bola kepada Rashford yang berdiri bebas di sisi kanan dan mengumpan kepada Bruno Fernandes di depan kotak penalti. Bola dipindahkan langsung ke Mason Greenwood yang langsung menembak kencang ke gawang Ramsdale. Empat menit berselang, MU berbalik unggul 2-1 ketika dihadiahi penalti menyusul handball Adam Smith. Rashford yang jadi eksekutor sukses menempatkan bola di sudut kiri gawang.

MU menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 ketika Martial mendapat bola sodoran dari Fernandes dan menuntaskannya dengan sepakan melengkung kaki kanan ke tiang jauh. Bournemouth mengejutkan di awal babak kedua ketika keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Satu peluang lewat Steve Cook tapi bola sepakannya ditepis De Gea. Rebound disambar Arnaut Danjuma masih menghantam mistar.

Tim tamu memangkas skor jadi 2-3 pada menit ke-49 ketika Eric Bailly yang baru masuk divonis handball lewat tayangan VAR. Sepakan 12 pas Joshua King tak kuasa diadang De Gea. MU kembali menjauhkan keunggulan dua gol usai Greenwood mencetak gol keduanya di menit ke-54. Mendapat bola Nemanja Matic, Greenwood mencari ruang tembakan dan bola meluncur deras ke pojok kanan gawang. MU memimpin 4-2.

Gol kelima dibuat MU pada menit ke-59 ketika mendapat tembakan bebas di depan kotak penalti. Fernandes mengeksekusi dengan sempurna, bola mengarah ke pojok kanan gawang Ramsdale. Rashford sempat mencetak gol pada menit ke-62 lewat sontekan jarak dekat, tapi dianulir VAR karena sudah terjebak offside duluan.

MU coba menambah gol lagi tapi upaya mereka sia-sia karena Ramsdale mampu menepis beberapa peluang. Hingga pertandingan berakhir, skor 5-2 menutup laga MU vs Bournemouth.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas – Manchester United kembali turun bertanding pada matchweek 32, Premier League. Target empat besar tetap ditekadkan bulat oleh punggawa asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini. Laga ini begitu pentingnya bagi United untuk dimenangkan. Tiga poin tambahan akan membuat jumlah menjadi 55 poin menggeser Chelsea diposisi 4. Klub asal London itu baru besoknya menjamu Watford di Stamford Bridge.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Menghadapi laga di Old Trafford ini, para Pengamat dan fans United kembali membicarakan trio maut mereka di lini tengah. Trio tersebut adalah Nemanja Matic, Paul Pogba dan Bruno Fernandes. Solskjaer tampaknya sudah menemukan komposisi lini tengah yang ideal. Dengan formasi 4-2-3-1 atau bahkan 4-3-3, trio ini tetap menjadi pilihan sebagai starter.

Formasi yang kerap dipakai United adalah 4-2-3-1 dimana mereka memainkan doble pivot yang diperankan Pogba dan Matic. Pogba lebih berperan pada keseimbangan penyerangan sedangkan Matic perannya menjaga keseimbangan pertahanan. Fernandes berperan lebih sentral sebagai penyerang lobang di belakang Anthony Martial.

Nemanja Matic merasakan bahwa karirnya berubah semakin membaik ketika saat ini selalu mendapatkan kepercayaan Ole Gunnar Solskjaer. Pemain asal Serbia itu mengatakan dia tahu dia harus tetap bersabar dan menunggu kesempatannya untuk bermain sehingga dia bisa mendapatkan kepercayaan Solskjaer. Saya selalu berusaha untuk menjadi profesional dan memberikan yang terbaik ketika saya berada di lapangan, tidak masalah apakah itu latihan atau permainan.

Sikap profesionalnya kini membuahkan hasil saat dirinya selalu menjadi pilihan utama dalam skuad United. Saya sudah bermain sepak bola untuk waktu yang lama dan situasi ini normal, kadang-kadang Anda tidak bermain dan pelatih tidak melihat Anda sebagai pilihan pertama. Anda bisa menerimanya atau tidak, tetapi Anda harus profesional.” Kata Matic menambahkan seperti dilansir Sky Sport News di atas.

Nemanja Matic menyadari dirinya harus bekerja keras, menunggu kesempatan untuk bermain dalam skuad utama pilihan Solskjaer. Jerih payahnya membuat situasi yang berbeda, kini pelatih lebih mempercayai dirinya. Matic pun selalu siap menjadi seorang prajurit yang selalu menunggu instruksi dari tim pelatih. Selama ini Nemanja Matic selalu berfikir positif. Dia selalu percaya pada kualitas dirinya dan hanya jika bekerja keras waktu dan kesempatan akan datang lagi. Kini semuanya sudah terbukti.

Harus diakui bahwa faktor yang berpengaruh besar dalam penampilan United yang mengesankan di Liga Premier hingga saat ini adalah kehadiran Bruno Fernandes. Nemanja Matic yang pernah bermain di Benfica, sudah mengenal baik performa Fernandes yang bermain sebagai gelandang Sporting Lisbon selama waktunya di Liga Portugal.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini – Bicara soal kiprah Barcelona musim ini, rasanya seperti menonton sebuah Telenovela. Drama demi drama muncul, bahkan sejak musim belum dimulai. Kisah Telenovela El Barca musim ini dimulai, dengan drama transfer Neymar dan Antoine Griezmann. Dua tukang gedor kelas dunia ini diincar, untuk melengkapi komposisi trisula lini depan El Barca, yang sudah diisi Lionel Messi dan Luis Suarez.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Sebenarnya, Barca sudah punya Phillipe Coutinho dan Ousmane Dembele, dua pemain termahal dalam sejarah klub. Masalahnya, dua pemain mahal itu sama-sama bermasalah. Coutinho akrab dengan inkonsistensi performa, sementara Dembele akrab dengan cedera otot kaki. Berangkat dari situlah, Barca lalu membidik Neymar dan Griezmann, dengan memanfaatkan situasi keduanya. Neymar ingin kembali ke Barcelona, sementara Griezmann sedang mencari tantangan baru.

Untuk nama kedua, Barca memang berhasil. Meski sempat ada tarik ulur dengan Atletico Madrid, pemenang Piala Dunia 2018 ini mendarat di Nou Camp, setelah klausul pelepasannya yang bernilai 120 juta euro dibayar El Barca. Untuk nama pertama, Barca menemui jalan buntu dengan PSG. Meski begitu, drama belum sepenuhnya selesai, karena baik Barca maupun Neymar sama-sama saling melempar kode ketertarikan untuk “balikan”.

Drama ini bisa dipastikan akan berkepanjangan, karena imbas pandemi COVID-19. Barca yang awalnya berencana memulangkan Neymar di musim panas tahun ini, dipaksa menunda rencana itu. Dengan kondisi keuangan yang kurang stabil, bisa dipastikan Barca akan main aman.

Terbukti, pada bursa transfer musim panas ini, El Barca memilih strategi “barter” saat memboyong Miralem Pjanic dari Juventus. Selain Pjanic, Barca juga mengincar Tanguy Ndombele (Tottenham Hotspur) dengan menyertakan Coutinho dan Nelson Semedo sebagai bagian dari paket transfer.

Saat musim kompetisi berjalan, drama demi drama bermunculan. Di dalam lapangan, Barca dihinggapi masalah inkonsistensi performa, suasana ruang ganti yang kurang kondusif, dan ketergantungan besar pada seorang Lionel Messi. Babakan drama ini berakhir pada pemecatan pelatih Ernesto Valverde, yang diganti dengan Quique Setien, setelah sebelumnya sempat mendekati Xavi Hernandez. Pada prosesnya, drama ini juga diwarnai dengan skandal “Barcagate”, yang sempat membuat internal klub gonjang-ganjing, terutama di tingkat direksi.

Saat pandemi COVID-19 memaksa kompetisi vakum sejenak, drama kembali muncul, setelah terjadi tarik ulur antara pemain tim utama dengan manajemen klub, terkait penyesuaian gaji. Beruntung, drama ini tak berlarut-larut, setelah Lionel Messi selaku kapten tim, mencapai titik temu dengan pihak klub.

Sayangnya, saat kompetisi kembali bergulir, masalah dalam kemasan drama kembali muncul. Kali ini, friksi di ruang ganti pemain kembali muncul, menyusul hasil imbang 2-2 di pertandingan melawan Celta Vigo dan Atletico Madrid.

Dua laga ini bisa dibilang cukup dramatis, karena Barca selalu kebobolan di menit akhir. Akibatnya, posisi Quique Setien mulai goyah, seiring naiknya Real Madrid ke puncak klasemen sementara La Liga.

Melihat panjangnya drama, yang harus dilalui Barca musim ini, sulit untuk mengharapkan situasi membaik dalam waktu singkat, karena rangkaian drama bak Telenovela sudah ada sejak semua belum dimulai. Jika dijadikan sebagai sebuah drama, perjalanan Barca musim ini layak diberi judul “Barcanovela”.

Tapi, berhubung musim ini masih belum berakhir, masih ada kesempatan untuk Barca memilih sendiri akhir cerita mereka. Alurnya bisa saja dramatis seperti kejadian-kejadian sebelumnya, dengan pilihan “happy ending” atau “sad ending” bagi mereka, tergantung dari bagaimana performa Barca di atas lapangan setelah ini.

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar – Kala Mason Greenwood tampil bagus, segala puja dan puji berseliweran di timeline media sosial, dari remaja paling gacor di Premiere League bahkan disebut-sebut sebagai calon legenda Manchester United, kalau ditangani dengan tepat. Mason Geenwood adalah salah satu pemain yang dihasilkan dari akademi klub, yang terus mencuri perhatian.

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar

Setiap kali dimainkan oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer, pemain berusia 18 tahun itu mampu menjawab kepercayaan pelatih dan tidak mengecewakan. Manchester United memang telah dikenal sebagai surga bagi pemain-pemain muda untuk mengembangkan kariernya. Jauh sebelum Greenwood, United pernah memiliki beberapa produk akademi seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham hingga Marcus Rashford.

Akan tetapi tidak sedikit pula para pemain muda United yang malah melempem penampilannya, bahkan sebelumnya telah diramal akan menjadi salah satu pemain penting di masa depan seperti, Adnan Januzaj.

Pada musim 2013-2014, Januzaj sempat digembor-gemborkan bakal menjadi titisan Ryan Giggs. Dia mampu mencetak empat assist dan empat gol dari 27 pertandingan Liga Inggris. Sayangnya, performanya malah menurun tajam yang membuatnya tersingkir dari Old Trafford.

Namun Greenwood sangat berbeda dengan Januzaj. Salah satu legenda United yaitu, Gary Naville meyakini bahwa kalau Greenwood mempunyai naluri mencetak gol dan mau bekerja keras untuk Setan Merah.

Saya merasa Mason Greenwood adalah pemain yang sangat luar biasa. Dia mempunyai kemampuan yang mirip dengan Marcus Rashford saat Rashford masih seusianya,” ujar kata Neville, legenda MU berusia 45 tahun, dikutip dari Talksport.

Apa yang dikatakan oleh Neville, saya setuju. Greenwood memang akan menjadi pemain yang luar biasa, bahkan dia bisa menjadi pemain yang layak mengenakan jersey no 7, dimana nomor ini begitu sakral di MU.

Kita tahu di MU selama 30 tahun terakhir ini, menurut saya hanya baru ada tiga pemain yang benar-benar layak memakai jersey no 7 yakni Eric Cantona, lalu sang fenomenal David Beckham kemudian berlanjut pada sosok Cristiano Ronaldo, selain ketiga pemain ini sampai saai ini pemilik no 7 di MU seperti belum mendapatkan pengganti yang pas.

Mason Greenwood Bikin Takjub

Manchester United harus bersyukur memiliki pemain muda berbakat macam Mason Greenwood. Meski usianya belum genap 20 tahun, tetapi eksistensi pemain yang saat ini memakai jersey no 26 itu mampu memperkaya opsi lini serang Setan Merah.

Ya, pemain yang sudah melakoni debutnya di Premier League sejak musim 2018/19 lalu ini bisa dimainkan sebagai winger maupun penyerang. Kegesitannya di lapangan memang amat merepotkan lawan. Pencapaiannya sepanjang musim 2019/20 pun tak buruk.

Yang terbaru, saat diturunkan pada pekan ke 32 Liga Inggris, Rabu (1/7) kontra Brighton Have & Albion. Greenwood tampil cemerlang dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist. Greenwood tampil begitu enerjik dan penuh penetrasi. Bersama Anthony Martial dan Rashford, ketiganya membentuk tridente yang mematikan di lini serang.

Termasuk di laga tersebut ia telah menjalani 18 laga dengan 13 gol dan lima assist di semua ajang kompetisi. Dari catatan golnya ini, ia sudah mampu mengalahkan rekannya Rashford dengan satu gol lebih banyak ketika pemain timnas Inggris itu, sebelum menginjak usia 19 tahun. Luar biasa bukan!

Eits, jangan juga menilai Greenwood dari statistik. Pemuda kelahiran 2001 ini memiliki kekuatan di kaki kirinya meskipun kaki kanannya juga berbahaya, kemampuannya ini mengingat kita pada striker United beberapa musim kebelakang, yakni Robin Van Persie. Gol yang dicetaknya di laga kontra Brighton itu, telah membuktikan bahwa instingnya mirip dengan pemain asal Belanda tersebut, dimana ketika mendapatkan momentum menembak ia sangat mengerikan.

Greenwood saat ini telah menunjukkan kualitas dari hasil kerja kerasnya sejak dari akademi dan tak mulai terdengar pula digadang-gadang mirip dia lah atau siapalah, tapi kiranya biarkan dia tumbuh dengan bakat dan keinginannya sendiri.

Manajemen dan pelatihnya di United hanya perlu mengarahkan ke hal yang positif, dipantau dan dilindungi dari eksposur berlebihan agar tidak layu sebelum berkembang.

Well, semoga Greenwood bisa benar-benar menjadi pemain masa depan yang bisa di andalkan oleh United maupun timnas Inggris dikemudian hari. Saya pun mulai tertarik pada penampilannya walaupun bukan fans United, boleh lah ya mengagumi meski tak harus memiliki.