Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid – Keberhasilan Real Madrid mengatasi perlawanan Athletic Bilbao di laga lanjutan la liga Spanyol, Minggu (5/7/2020), sepertinya sudah dapat dipastikan bahwa gelar juara yang ke-34 akan diraih oleh El Real, meskipun masih tersisa empat laga lagi yang harus dilakoni oleh pasukan Zinedine Zidane.

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Saingan terdekat Madrid, Barcelona tertinggal 7 poin meski dengan 5 pertandingan sisa. Walaupun sebenarnya kemungkinan El Barca masih bisa menyalip perolehan poin Madrid, namun dengan melihat trend penampilan kedua tim serta lawan-lawan yang akan dihadapi di sisa pertandingan.

Kans El Real dapat dikatakan sempurna untuk meraih gelar juara la liga kedua bagi Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Pertandingan kontra Billbao tadi adalah ujian terberat bagi El Real, jika saja dalam pertandingan ini Sergio Ramos dan kawan-kawan tergelincir, maka perjalanan kedepan akan menjadi sangat berat.

Tapi keberhasilan meraih poin penuh di markas Athletic Bilbao, menjadikan beban psikologis dalam melakoni sisa pertandingan yang akan dimainkan menjadi hilang, mereka bisa bermain lepas mengingat lawan-lawan yang akan mereka hadapi relatif ringan, hanya villareal yang mungkin bisa menjadi batu sandungan, selebihnya akan mudah dilewati oleh pasukan Zidane.

Adapun Barcelona, meski sisa pertandingan yang akan dilakoninya juga terbilang mudah, sama seperti Madrid hanya Villareal yang kemungkinan bisa menyulitkan mereka, poin maksimal yang akan diperoleh oleh El Barca adalah 85 poin dari 5 sisa laga. Dengan demikian Madrid hanya butuh 8 poin tambahan dari 4 sisa laganya, dan ini bukan hal yang sulit bagi Madrid, apalagi melihat konsistensi permainan mereka pasca istirahat kompetisi akibat pandemi covid-19, Madrid berhasil memenangi semua laga yang dilakoninya.

Berbeda dengan kondisi pasukan Setien yang sepertinya kehilangan roh permainan, dengan 3 kali bermain imbang, padahal mengawali lanjutan kompetisi Barcelona unggul 2 poin atas El Real, yang sekarang El Barca sudah tertinggal 7 poin.

Laga ke 35 Madrid menjamu Alaves yang saat ini berada di peringkat 15 klasemen la liga, nampaknya akan mudah bagi Madrid untuk mengatasi Alaves, apalagi dipertandingan putaran pertama di kandang Alaves mereka berhasil meraih poin penuh dengan kemenangan 2-1, hal yang bisa menjadi penghambat adalah Alaves yang berjuang untuk tidak terdegradasi.

Laga ke 36 Madrid akan menyambangi markas Granada, yang saat ini menduduki peringkat 10 di klasemen. Madrid berangkat ke markas Granada dengan modal kemenangan 4-2 pada putaran pertama di kandang Madrid. Motivasi balas dendam adalah hal yang bisa menyulitkan Madrid, hasil yang paling buruk dari laga ini bagi Madrid adalah seri.

Jika itu terjadi partai melawan Villareal di laga ke 37 akan menjadi penentu, dimana pada perjumpaan putaran pertama Madrid hanya berhasil meraih hasil imbang 2-2 di kandang Villareal, hal yang akan menyulitkan Madrid adalah Villareal masih berpeluang mengejar target liga champions.

Jika Madrid tergelincir dan kalah maka Barcelona akan memiliki peluang untuk merebut gelar la liga, tapi jika seri saja Madrid sudah boleh berpesta kemenangan. Partai terakhir El Real akan menghadapi peringkat 19 klasemen Leganes yang di atas kertas akan mudah dilewati oleh Madrid walaupun harus bertindak sebagai tim tamu.

Laga ke 34 Barcelona bertandang ke markas Villareal, ini akan menjadi partai tersulit bagi Messi dan kawan-kawan, pada putaran pertama di camp nou Villareal memberikan perlawanan sengit pada tim tuan rumah. Barca hanya menang tipis 2-1. Kini bermain di kandang sendiri, apalagi Villareal juga mengejar target liga champions, motivasi Villareal untuk merebut poin sempurna akan menjadi ancaman serius bagi pasukan Setien.

Jika El Barca tergelincir disini baik itu seri apalagi kalah maka selamat tinggal gelar juara. Laga ke 35 akan mudah bagi Messi dan kawan-kawan yang akan menjamu tim penghuni dasar klasemen liga Espanyol.
Demikian pula laga berikutnya saat bertandang ke kandang Valladolid yang berada di peringkat 13, diperkirakan Barcelona akan mampu melewati laga ini dengan mudah, dengan bekal kemenangan telak 5-1 pada putaran pertama. Laga ke 37 menjamu peringkat 11 klasemen, Ossasuna nampaknya akan mudah bagi El Barca.

Meski di putaran pertama Ossasuna berhasil menyulitkan pasukan catalan ini dengan hasil imbang 2-2. Di laga terakhir menghadapi tuan rumah Alaves yang berperingkat 15, sepertinya tidak begitu sulit bagi Messi dan kawan-kawan untuk mellewati hadangan tim tuan rumah, kesulitannya mungkin saja dari perjuangan Alaves yang ingin lolos dari degradasi.

Berdasarkan hitung-hitungan diatas kertas poin El Real adalah 83 hingga 89 poin. Barcelona akan meraih poin 82 hingga 85. Partai kunci kedua kesebelasan ini untuk meraih gelar la liga ada pada partai melawan pasukan yellow sub marine Villareal.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2 – Manchester United versus Bournemouth sudah tuntas. The Red Devils memenangi drama tujuh gol dengan skor 5-2. Pada laga pekan ke-33 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020) malam WIB, Man United tampil garang sejak menit awal. Namun, Bournemouth sempat mengejutkan di 15 menit awal lewat Junior Stanislas. Tapi, MU lantas berbalik unggul 3-1 di akhir babak pertama lewat Mason Greenwood, Marcus Rashford (penalti), dan Anthony Martial. Pada babak kedua, Greenwood mencetak gol keduanya ditambah Bruno Fernandes.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

MU menang 5-2 dan tambahan tiga poin membuat mereka naik sementara ke posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan 55 poin, unggul satu poin dari Chelsea. Bournemouth tertahan di posisi ke-19 dengan 27 poin. MU bermain menyerang sejak menit awal demi mencetak gol secepat-cepatnya. Pada menit ke-11, peluang pertama didapat ketika Bruno Fernandes mendapat bola terobosan Marcus Rashford.

Tinggal berhadapan dengan Aaron Ramsdale, tembakan Fernandes malah melambung tinggi di atas mistar karena sudut tembak bisa dipersempit. Bournemouth malah mengejutkan ketika unggul 1-0 pada menit ke-15. Dari sisi kanan, Bournemouth menyerang dan memindahkan bola ke sisi kiri yang ditempati Junior Stanislas.

Stanislas melewati bola melalui kolong kaki Harry Maguire dan menuntaskan lewat sepakan ke sudut sempit gawang David de Gea. Gol tersebut membuat MU tersentak dan langsung menekan pertahanan Bournemouth. Pada menit ke-19, Marcus Rashford menguji Ramsdale lewat sepakan bebas dari jarak 25 yard, tapi bola mampu ditepis. Setengah jam pertandingan berjalan, tuan rumah bisa juga menyamakan skor.

MU membangun serangan dari sisi kanan. Nemanja Matic memberikan bola kepada Rashford yang berdiri bebas di sisi kanan dan mengumpan kepada Bruno Fernandes di depan kotak penalti. Bola dipindahkan langsung ke Mason Greenwood yang langsung menembak kencang ke gawang Ramsdale. Empat menit berselang, MU berbalik unggul 2-1 ketika dihadiahi penalti menyusul handball Adam Smith. Rashford yang jadi eksekutor sukses menempatkan bola di sudut kiri gawang.

MU menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 ketika Martial mendapat bola sodoran dari Fernandes dan menuntaskannya dengan sepakan melengkung kaki kanan ke tiang jauh. Bournemouth mengejutkan di awal babak kedua ketika keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Satu peluang lewat Steve Cook tapi bola sepakannya ditepis De Gea. Rebound disambar Arnaut Danjuma masih menghantam mistar.

Tim tamu memangkas skor jadi 2-3 pada menit ke-49 ketika Eric Bailly yang baru masuk divonis handball lewat tayangan VAR. Sepakan 12 pas Joshua King tak kuasa diadang De Gea. MU kembali menjauhkan keunggulan dua gol usai Greenwood mencetak gol keduanya di menit ke-54. Mendapat bola Nemanja Matic, Greenwood mencari ruang tembakan dan bola meluncur deras ke pojok kanan gawang. MU memimpin 4-2.

Gol kelima dibuat MU pada menit ke-59 ketika mendapat tembakan bebas di depan kotak penalti. Fernandes mengeksekusi dengan sempurna, bola mengarah ke pojok kanan gawang Ramsdale. Rashford sempat mencetak gol pada menit ke-62 lewat sontekan jarak dekat, tapi dianulir VAR karena sudah terjebak offside duluan.

MU coba menambah gol lagi tapi upaya mereka sia-sia karena Ramsdale mampu menepis beberapa peluang. Hingga pertandingan berakhir, skor 5-2 menutup laga MU vs Bournemouth.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas – Manchester United kembali turun bertanding pada matchweek 32, Premier League. Target empat besar tetap ditekadkan bulat oleh punggawa asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini. Laga ini begitu pentingnya bagi United untuk dimenangkan. Tiga poin tambahan akan membuat jumlah menjadi 55 poin menggeser Chelsea diposisi 4. Klub asal London itu baru besoknya menjamu Watford di Stamford Bridge.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Menghadapi laga di Old Trafford ini, para Pengamat dan fans United kembali membicarakan trio maut mereka di lini tengah. Trio tersebut adalah Nemanja Matic, Paul Pogba dan Bruno Fernandes. Solskjaer tampaknya sudah menemukan komposisi lini tengah yang ideal. Dengan formasi 4-2-3-1 atau bahkan 4-3-3, trio ini tetap menjadi pilihan sebagai starter.

Formasi yang kerap dipakai United adalah 4-2-3-1 dimana mereka memainkan doble pivot yang diperankan Pogba dan Matic. Pogba lebih berperan pada keseimbangan penyerangan sedangkan Matic perannya menjaga keseimbangan pertahanan. Fernandes berperan lebih sentral sebagai penyerang lobang di belakang Anthony Martial.

Nemanja Matic merasakan bahwa karirnya berubah semakin membaik ketika saat ini selalu mendapatkan kepercayaan Ole Gunnar Solskjaer. Pemain asal Serbia itu mengatakan dia tahu dia harus tetap bersabar dan menunggu kesempatannya untuk bermain sehingga dia bisa mendapatkan kepercayaan Solskjaer. Saya selalu berusaha untuk menjadi profesional dan memberikan yang terbaik ketika saya berada di lapangan, tidak masalah apakah itu latihan atau permainan.

Sikap profesionalnya kini membuahkan hasil saat dirinya selalu menjadi pilihan utama dalam skuad United. Saya sudah bermain sepak bola untuk waktu yang lama dan situasi ini normal, kadang-kadang Anda tidak bermain dan pelatih tidak melihat Anda sebagai pilihan pertama. Anda bisa menerimanya atau tidak, tetapi Anda harus profesional.” Kata Matic menambahkan seperti dilansir Sky Sport News di atas.

Nemanja Matic menyadari dirinya harus bekerja keras, menunggu kesempatan untuk bermain dalam skuad utama pilihan Solskjaer. Jerih payahnya membuat situasi yang berbeda, kini pelatih lebih mempercayai dirinya. Matic pun selalu siap menjadi seorang prajurit yang selalu menunggu instruksi dari tim pelatih. Selama ini Nemanja Matic selalu berfikir positif. Dia selalu percaya pada kualitas dirinya dan hanya jika bekerja keras waktu dan kesempatan akan datang lagi. Kini semuanya sudah terbukti.

Harus diakui bahwa faktor yang berpengaruh besar dalam penampilan United yang mengesankan di Liga Premier hingga saat ini adalah kehadiran Bruno Fernandes. Nemanja Matic yang pernah bermain di Benfica, sudah mengenal baik performa Fernandes yang bermain sebagai gelandang Sporting Lisbon selama waktunya di Liga Portugal.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini – Bicara soal kiprah Barcelona musim ini, rasanya seperti menonton sebuah Telenovela. Drama demi drama muncul, bahkan sejak musim belum dimulai. Kisah Telenovela El Barca musim ini dimulai, dengan drama transfer Neymar dan Antoine Griezmann. Dua tukang gedor kelas dunia ini diincar, untuk melengkapi komposisi trisula lini depan El Barca, yang sudah diisi Lionel Messi dan Luis Suarez.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Sebenarnya, Barca sudah punya Phillipe Coutinho dan Ousmane Dembele, dua pemain termahal dalam sejarah klub. Masalahnya, dua pemain mahal itu sama-sama bermasalah. Coutinho akrab dengan inkonsistensi performa, sementara Dembele akrab dengan cedera otot kaki. Berangkat dari situlah, Barca lalu membidik Neymar dan Griezmann, dengan memanfaatkan situasi keduanya. Neymar ingin kembali ke Barcelona, sementara Griezmann sedang mencari tantangan baru.

Untuk nama kedua, Barca memang berhasil. Meski sempat ada tarik ulur dengan Atletico Madrid, pemenang Piala Dunia 2018 ini mendarat di Nou Camp, setelah klausul pelepasannya yang bernilai 120 juta euro dibayar El Barca. Untuk nama pertama, Barca menemui jalan buntu dengan PSG. Meski begitu, drama belum sepenuhnya selesai, karena baik Barca maupun Neymar sama-sama saling melempar kode ketertarikan untuk “balikan”.

Drama ini bisa dipastikan akan berkepanjangan, karena imbas pandemi COVID-19. Barca yang awalnya berencana memulangkan Neymar di musim panas tahun ini, dipaksa menunda rencana itu. Dengan kondisi keuangan yang kurang stabil, bisa dipastikan Barca akan main aman.

Terbukti, pada bursa transfer musim panas ini, El Barca memilih strategi “barter” saat memboyong Miralem Pjanic dari Juventus. Selain Pjanic, Barca juga mengincar Tanguy Ndombele (Tottenham Hotspur) dengan menyertakan Coutinho dan Nelson Semedo sebagai bagian dari paket transfer.

Saat musim kompetisi berjalan, drama demi drama bermunculan. Di dalam lapangan, Barca dihinggapi masalah inkonsistensi performa, suasana ruang ganti yang kurang kondusif, dan ketergantungan besar pada seorang Lionel Messi. Babakan drama ini berakhir pada pemecatan pelatih Ernesto Valverde, yang diganti dengan Quique Setien, setelah sebelumnya sempat mendekati Xavi Hernandez. Pada prosesnya, drama ini juga diwarnai dengan skandal “Barcagate”, yang sempat membuat internal klub gonjang-ganjing, terutama di tingkat direksi.

Saat pandemi COVID-19 memaksa kompetisi vakum sejenak, drama kembali muncul, setelah terjadi tarik ulur antara pemain tim utama dengan manajemen klub, terkait penyesuaian gaji. Beruntung, drama ini tak berlarut-larut, setelah Lionel Messi selaku kapten tim, mencapai titik temu dengan pihak klub.

Sayangnya, saat kompetisi kembali bergulir, masalah dalam kemasan drama kembali muncul. Kali ini, friksi di ruang ganti pemain kembali muncul, menyusul hasil imbang 2-2 di pertandingan melawan Celta Vigo dan Atletico Madrid.

Dua laga ini bisa dibilang cukup dramatis, karena Barca selalu kebobolan di menit akhir. Akibatnya, posisi Quique Setien mulai goyah, seiring naiknya Real Madrid ke puncak klasemen sementara La Liga.

Melihat panjangnya drama, yang harus dilalui Barca musim ini, sulit untuk mengharapkan situasi membaik dalam waktu singkat, karena rangkaian drama bak Telenovela sudah ada sejak semua belum dimulai. Jika dijadikan sebagai sebuah drama, perjalanan Barca musim ini layak diberi judul “Barcanovela”.

Tapi, berhubung musim ini masih belum berakhir, masih ada kesempatan untuk Barca memilih sendiri akhir cerita mereka. Alurnya bisa saja dramatis seperti kejadian-kejadian sebelumnya, dengan pilihan “happy ending” atau “sad ending” bagi mereka, tergantung dari bagaimana performa Barca di atas lapangan setelah ini.

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar – Kala Mason Greenwood tampil bagus, segala puja dan puji berseliweran di timeline media sosial, dari remaja paling gacor di Premiere League bahkan disebut-sebut sebagai calon legenda Manchester United, kalau ditangani dengan tepat. Mason Geenwood adalah salah satu pemain yang dihasilkan dari akademi klub, yang terus mencuri perhatian.

Roda Nasib Mason Greenwood bersama Manchester United yang Sedang Berputar

Setiap kali dimainkan oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer, pemain berusia 18 tahun itu mampu menjawab kepercayaan pelatih dan tidak mengecewakan. Manchester United memang telah dikenal sebagai surga bagi pemain-pemain muda untuk mengembangkan kariernya. Jauh sebelum Greenwood, United pernah memiliki beberapa produk akademi seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham hingga Marcus Rashford.

Akan tetapi tidak sedikit pula para pemain muda United yang malah melempem penampilannya, bahkan sebelumnya telah diramal akan menjadi salah satu pemain penting di masa depan seperti, Adnan Januzaj.

Pada musim 2013-2014, Januzaj sempat digembor-gemborkan bakal menjadi titisan Ryan Giggs. Dia mampu mencetak empat assist dan empat gol dari 27 pertandingan Liga Inggris. Sayangnya, performanya malah menurun tajam yang membuatnya tersingkir dari Old Trafford.

Namun Greenwood sangat berbeda dengan Januzaj. Salah satu legenda United yaitu, Gary Naville meyakini bahwa kalau Greenwood mempunyai naluri mencetak gol dan mau bekerja keras untuk Setan Merah.

Saya merasa Mason Greenwood adalah pemain yang sangat luar biasa. Dia mempunyai kemampuan yang mirip dengan Marcus Rashford saat Rashford masih seusianya,” ujar kata Neville, legenda MU berusia 45 tahun, dikutip dari Talksport.

Apa yang dikatakan oleh Neville, saya setuju. Greenwood memang akan menjadi pemain yang luar biasa, bahkan dia bisa menjadi pemain yang layak mengenakan jersey no 7, dimana nomor ini begitu sakral di MU.

Kita tahu di MU selama 30 tahun terakhir ini, menurut saya hanya baru ada tiga pemain yang benar-benar layak memakai jersey no 7 yakni Eric Cantona, lalu sang fenomenal David Beckham kemudian berlanjut pada sosok Cristiano Ronaldo, selain ketiga pemain ini sampai saai ini pemilik no 7 di MU seperti belum mendapatkan pengganti yang pas.

Mason Greenwood Bikin Takjub

Manchester United harus bersyukur memiliki pemain muda berbakat macam Mason Greenwood. Meski usianya belum genap 20 tahun, tetapi eksistensi pemain yang saat ini memakai jersey no 26 itu mampu memperkaya opsi lini serang Setan Merah.

Ya, pemain yang sudah melakoni debutnya di Premier League sejak musim 2018/19 lalu ini bisa dimainkan sebagai winger maupun penyerang. Kegesitannya di lapangan memang amat merepotkan lawan. Pencapaiannya sepanjang musim 2019/20 pun tak buruk.

Yang terbaru, saat diturunkan pada pekan ke 32 Liga Inggris, Rabu (1/7) kontra Brighton Have & Albion. Greenwood tampil cemerlang dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist. Greenwood tampil begitu enerjik dan penuh penetrasi. Bersama Anthony Martial dan Rashford, ketiganya membentuk tridente yang mematikan di lini serang.

Termasuk di laga tersebut ia telah menjalani 18 laga dengan 13 gol dan lima assist di semua ajang kompetisi. Dari catatan golnya ini, ia sudah mampu mengalahkan rekannya Rashford dengan satu gol lebih banyak ketika pemain timnas Inggris itu, sebelum menginjak usia 19 tahun. Luar biasa bukan!

Eits, jangan juga menilai Greenwood dari statistik. Pemuda kelahiran 2001 ini memiliki kekuatan di kaki kirinya meskipun kaki kanannya juga berbahaya, kemampuannya ini mengingat kita pada striker United beberapa musim kebelakang, yakni Robin Van Persie. Gol yang dicetaknya di laga kontra Brighton itu, telah membuktikan bahwa instingnya mirip dengan pemain asal Belanda tersebut, dimana ketika mendapatkan momentum menembak ia sangat mengerikan.

Greenwood saat ini telah menunjukkan kualitas dari hasil kerja kerasnya sejak dari akademi dan tak mulai terdengar pula digadang-gadang mirip dia lah atau siapalah, tapi kiranya biarkan dia tumbuh dengan bakat dan keinginannya sendiri.

Manajemen dan pelatihnya di United hanya perlu mengarahkan ke hal yang positif, dipantau dan dilindungi dari eksposur berlebihan agar tidak layu sebelum berkembang.

Well, semoga Greenwood bisa benar-benar menjadi pemain masa depan yang bisa di andalkan oleh United maupun timnas Inggris dikemudian hari. Saya pun mulai tertarik pada penampilannya walaupun bukan fans United, boleh lah ya mengagumi meski tak harus memiliki.

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A – Malam tadi jadi malamnya Milanisti. Semalam, AC Milan sukses kandaskan perlawanan AS Roma di San Siro dalam lanjutan giornata 28 Serie A Italia. Alessio Romagnoli dkk. berhasil menang atas Roma dengan skor 2-0. Semua gol Milan dicetak di babak kedua setelah kedua tim mengalami kebuntuan di babak pertama.

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Terus menguasai pertandingan, Milan baru berhasil membobol gawang Roma di menit ke-76 melalui kaki Ante Rebic. Kemelut terjadi di depan gawang Roma setelah Mirante gagal menepis tendangan Kessie dengan baik, bola muntah mengarah bebas ke Rebic yang berdiri tanpa kawalan.

Tapi, seperti biasa, anak asuhan Stefano Pioli justru kendor setelah unggul 1-0. Untungnya malam itu Roma sedang bermain buruk dan dewi fortuna lebih berpihak kepada Milan. Melalui serangan balik cepat yang dimotori Theo Hernandez, Milan berhasil menambah keunggulan di menit ke-89.

Theo yang melakukan overlap ke sisi kanan pertahanan Roma dilanggar di kotak penalti. Hakan Calhanoglu yang jadi eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk keunggulan Milan.

Menurut analisis SempreMilan, berkat formasi 4-2-3-1 ala Pioli membuat Milan lebih menguasai pertandingan. Sepanjang laga, Milan menguasai bola hingga 56% dengan 11 kali percobaan tendangan ke arah gawang Roma dimana 7 diantaranya on target. Sementara Roma hanya mencatat 4 tendangan dan hanya 2 yang mengarah ke gawang Donnarumma.

Kunci kemenangan Milan ada pada pergantian pemain di babak kedua. Di menit ke-54 Pioli memasukkan Paqueta dan Saelemaekers menggantikan Bonaventura dan Castillejo yang tampil under perform di laga ini. Pergantian ini terbukti sukses, serangan Milan jadi lebih tenang, tidak grasa-grusu dan punya arah yang jelas.

Gol pertama Milan juga tak lepas dari peran Paqueta dalam build up serangan serta Saelemaekers yang memberi umpan ke Kessie yang tendangannya gagal ditepis dengan baik oleh Mirante yang membuat Rebic dengan mudah menyapu bola liar di muka gawang Roma.

Selain itu, kunci keberhasilan Milan meredam serangan Roma ada pada duet bek Romagnoli dan Kjaer. Berdasarkan analisis MilanData, Simon Kjaer sukses memblok 2 tendangan pemain Roma dan membuat 4 clearances. Hal ini jugalah yang membuat Donnarumma mencatat clean sheets-nya yang ke-11 musim ini, terbanyak dibanding kiper lain di Serie A.

Menurut analisis Sempre Milan, dengan rating 8, Ante Rebic layak dapat gelar Man of The Match (MOTM). Sementara itu menurut Whoscored, MOTM malam itu adalah Theo Hernandez dengan rating 7.98, membuat 2 umpan kunci, dan tentunya ialah penyebab Milan dapat penalti di akhir babak kedua.

Apapun itu AC Milan memang layak menang, namun kepada DAZN pelatih Roma mengaku kemenangan Milan itu merupakan hadiah dari timnya. Fonseca frustasi dengan kekalahan timnya dan menyebut Milan beruntung karena hampir sepanjang laga Roma lebih menguasai pertandingan. Hmm… tapi statistik dan hasil akhir sudah membuktikan segalanya bukan?

Menurut OptaPaolo, Milan berhasil memenangakan 2 pertandingan kandang melawan Roma secara beruntun untuk pertama kalinya sejak 2004 ketika masih diasuh Carlo Ancelotti. Selain itu, lewat kemenangan ini, Rossoneri berhasil mengoleksi 21 poin dari 11 laga di Serie A, sebanyak yang mereka peroleh dalam 17 laga pertama di musim ini. Hal ini menunjukkan ada peningkatan dalam diri AC Milan.

Kemenangan 2-0 ini merupakan hasil yang sangat penting untuk Milan. Dengan tambahan 3 poin, Milan memantapkan posisi di peringkat 7 dengan 42 poin berjarak 3 poin dari Napoli di posisi ke-6 dan 6 poin dari Roma di posisi ke-5.

Kemenangan atas Roma juga menjadi kemenangan pertama Milan atas tim-tim besar Serie A musim ini. Sebelumnya Il Diavolo Rosso selalu kalah melawan tim 6 besar. Milan sudah dua kali kalah melawan Inter, sekali kalah melawan Juve, Napoli, dan kalah tipis di pertemuan pertama melawan Roma. Yang paling menyakitkan tentu kalah 5-0 dari peringkat 4 Atalanta Desember lalu.

Stefano Pioli juga mengaku lega akhirnya Milan berhasil menang melawan tim besar Serie A musim ini. Namun Milan tak boleh lengah, pasalnya laga kedepan akan semakin berat. Serie A musim ini masih menyisakan 10 giornata dan secara berurutan Milan akan menghadapi SPAL, Lazio, Juventus, Napoli, Parma, Bologna, Sassuolo, Atalanta, Sampdoria, dan Cagliari.

Menghadapi SPAL 1 Juli nanti Milan tentu lebih diunggulkan, tapi setelah itu Milan akan menghadapi 3 laga berat. Lazio, Juve, dan Napoli belum sekalipun mampu Milan kalahkan musim ini dan jika Milan gagal meraih poin di laga-laga tersebut, langkah mereka untuk masuk zona eropa tentu akan semakin berat.

Milan tak boleh lengah. “Restart” Serie A memang menuntut semua tim untuk fokus. Sudah cukup pesta perayaan semalamnya, sekarang Milan harus kembali menjaga konsistensinya agar tak terus-terusan jadi bahan perundungan fans tim lain.

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris – Atletico Madrid kabarnya menolak tawaran dari sebuah klub Liga Primer untuk Felix pada musim panas tahun lalu.
Atletico Madrid menolak tawaran €150 juta (£135 juta/$168 juta) untuk Joao Felix dari sebuah klub Liga Primer Inggris, demikian menurut sumber yang dekat klub La Liga Spanyol itu kepada Goal.

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Penyerang asal Portugal berusia 20 tahun itu bergabung ke Los Rojiblancos dari Benfica pada musim panas 2019, meski hal itu tidak menghentikan tim Inggris mendekati Atletico terkait transfer jelang pandemik virus corona. Tawaran itu, yang datang dari klub yang tidak disebutkan namanya dan ingin mendatangkan Felix pada musim panas ini, dianggap sebagai sesuatu yang serius, namun langsung ditolak pihak Atletico.

Felix cukup diperhitungkan di Wanda Metropolitano, apalagi Atletico mengeluarkan dana €126 juta (£122 juta/$142 juta) untuk mendatangkan sang pemain dari Benfica jelang hengkangnya Antoine Griezmann ke Barcelona pada tahun lalu.

Atletico bahkan memenangkan persaingan dengan Real Madrid, Manchester City, Juventus, dan beberapa klub yang lain untuk mendapatkan Felix. Felix mencetak delapan gol dan membuat tiga assist dari 29 penampilan untuk Atletico pada musim ini, dengan sempat beberapa kali mengalami cedera engkel.

Felix mencetak dua gol dalam penampilan pertamanya setelah La Liga kembali bergulir akibat Covid-19, yakni ketika Atletico menang 5-0 atas Osasuna. Felix disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan sehingga Atletico enggan berpisah dengan aset berharga mereka itu.

Dengan kondisi keuangan klub-klub sepakbola terdampak akibat wabah virus corona, masih belum dipastikan apakah ada yang tertarik berusaha mendapatkan Felix dari Atletico pada musim panas ini. Goal mengonfirmasi, City tertarik pada Felix sebelum kepindahannya ke Atletico, meski belum jelas apakah Pep Guardiola akan melakukan pendekatan lanjutan yang lebih baru.

Beberapa orang menyarankan agar Felix bergabung ke klub besar Eropa lainnya. Rekan senegaranya, Carlos Carvalhal, memberikan masukan agar sang striker pindah ke Real Madrid.

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol – Bayern Munich tetap tampil trengginas pada partai penutup musim dan mengemas kemenangan telak di Volkswagen Arena. Bayern Munich memungkas perjalanan mereka di Bundesliga 2019/20 dengan kemenangan telak 4-0 atas tuan rumah VfL Wolfsburg di Volkswagen Arena, Sabtu (27/6) malam WIB.

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Robert Lewandowski kembali memamerkan ketajaman dengan melesakkan gol liga ke-34-nya musim ini. Tiga gol lain lahir dari kontribusi Kingsley Coman, Michael Cuisance, serta Thomas Muller, yang pada laga ini juga menciptakan rekor baru untuk jumlah assist terbanyak dalam semusim.

Skuad Hansi Flick yang sudah dipastikan juara sejak dua pekan silam finis dengan perolehan total 82 poin, unggul 13 atas runner-up Borussia Dortmund, yang pada saat bersamaan dipermalukan Hoffenheim empat gol tanpa balas di kandang sendiri.

The Bavarians masih berpeluang mewujudkan treble. Pekan depan mereka akan melakoni final DFB-Pokal menghadapi Bayer Leverkusen, dan pada Agustus mendatang Bayern dijadwalkan memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions versus Chelsea.

Hanya berjarak empat menit dari sepak mula, Bayern sudah memecahkan kebuntuan. Muller menyuplai assist ke-21 musim ini dengan memberikan bola terobosan terukur kepada Coman, yang tidak membuang kesempatan emas untuk membuka skor.

Keunggulan Bayern bertambah delapan menit sebelum turun minum. Gelandang belia Prancis Cuisance melesakkan gol indah melalui tembakan roket dari luar kotak menuju kiri atas gawang Koen Casteels. Casteels cukup beruntung tidak diusir keluar lapangan meski tampak melakukan handball saat mencoba menghalau bola di luar areanya. Tinjauan VAR memutuskan tak ada kesalahan yang dilakukan sang kiper.

Pada ujung babak pertama VAR juga menganulir gol Daniel Ginczek karena pelanggaran terhadap bek sayap Bayern Alvaro Odriozola. Setelah beberapa kali gagal menaklukkan Casteels, Lewandowski akhirnya berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-72 dari titik putih. Penalti diberikan menyusul pelanggaran Josuha Guilavogui terhadap Cuisance. Guilavogui diganjar kartu kuning kedua karena aksinya tersebut.

Bayern makin merajalela di sisa pertandingan dan melengkapi pesta kemenangan dengan gol penutup dari Muller 11 menit jelang bubaran.

PSSI TC Timnas Indonesia U-16 Dapat Izin Digelar di Bekasi

PSSI TC Timnas Indonesia U-16 Dapat Izin Digelar di Bekasi – Timnas Indonesia U-16 mendapat lampu hijau menggelar pemusatan latihan (TC) di Bekasi pada bulan Juli. PSSI mengklaim telah mendapatkan izin dari pihak terkait. PSSI menyatakan komitmennya untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat demi lancarnya pemusatan latihan ini.

PSSI TC Timnas Indonesia U-16 Dapat Izin Digelar di Bekasi

PSSI TC Timnas Indonesia U-16 Dapat Izin Digelar di Bekasi

Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona di dalam aktivitas sepakbola. Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti pun sudah memutuskan 26 pemain untuk ikut latihan yang akan dimulai tanggal 6-29 Juli. Venue TC Timnas U-16 yang dipilih adalah Stadion Patriot Chandrabhaga.

Sesuai arahan Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) kami programkan timnas Indonesia melakukan TC di bulan Juli dan memilih kota Bekasi sebagai lokasinya. Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar TC ini dapat berjalan dan pemain dari berbagai daerah dapat datang ke Bekasi, kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dikutip dari laman resmi federasi.

Saat ini kami sudah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan kota Bekasi untuk melakukan TC. Selain itu, dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga kota Bekasi juga mengizinkan dan menyambut baik kami melakukan latihan di Stadion Patriot Candrabhaga, ujarnya menambahkan.

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Siapkan Tiga Opsi Lokasi Latihan

Bima Sakti menyambut gembira kepastian timnya bisa menggelar latihan tatap muka. Selama masa pandemi sebelumnya, TC Timnas U-16 digelar secara virtual. Meski begitu, sebenarnya Alexandro Felix Kamuru cs sudah sempat menggelar latihan sebelum merebaknya pandemi virus Corona. Pertama di Sidoarjo pada Januari, di Yogyakarta pada Februari, dan di Bekasi pada Maret.

Tiga latihan awal itu sedianya digelar untuk menyambut Piala Asia U-16 2020. Ajang tersebut seharusnya digelar 16 September hingga 3 Oktober, namun dimundurkan ke 25 November hingga 12 Desember. Terima kasih kepada PSSI yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan TC Timnas U-16 dilakukan di lapangan. TC ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-16. Berbagai menu latihan akan kami berikan kepada pemain sambil melihat situasi, bila sudah semakin kondusif kami rencanakan uji coba sesuai program yang kami buat, tutur Bima Sakti.

Sebagian besar pemain yang kami panggil masih sama saat TC awal bulan Maret lalu dengan beberapa tambahan pemain baru. Kami berharap pemain datang dengan keadaan bugar dan bekerja keras selama TC. Kami akan persiapkan mental, taktik, dan strategi kepada pemain agar dapat meraih hasil terbaik di Piala AFC U-16 2020 mendatang, ucapnya.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford – Anthony Martial mengemas tiga gol atau hattrick saat Manchester United melumat tamunya Sheffield United 3-0 dalam laga pekan ke-31 Liga Inggris yang digelar tanpa penonton di Old Trafford. Kemenangan tersebut memperbesar peluang Setan Merah menembus posisi empat besar klasemen Liga Inggris.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Tiga gol penyerang Prancis itu membuat MU yang berada di posisi kelima klasemen kini mengoleksi 49 poin. United kini hanya terpaut dua poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat. Sedangkan bagi Sheffield, yang mengantongi 44 poin, kekalahan itu membuat mereka tertahan di urutan kedelapan setelah disalip oleh Tottenham Hotspur (45 poin) sehari sebelumnya.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer untuk pertama kalinya memainkan Paul Pogba dan bintang baru MU, Bruno Fernandes, secara bersamaan sejak sepak mula dan hal itu tampak berpengaruh atas penampilan mereka yang menekan sejak awal laga. Tujuh menit pertandingan berjalan, MU sudah membuka keunggulan ketika umpan silang Marcus Rashford bisa diselesaikan dengan baik oleh Martial.

Fernandes nyaris menggandakan keunggulan MU pada menit ke-18 lewat tembakan jarak jauh, yang masih bisa ditepis oleh kiper Simon Moore ke atas mistar gawang. Tim tamu baru bisa benar-benar mengancam pertahanan MU pada menit ke-30 lewat sepakan luar kotak penalti John Lundstram yang masih melambung dari sasaran.

MU menggandakan keunggulannya pada menit ke-44 lewat gol kedua Martial, yang kali ini berasal dari umpan silang bek kanan Aaron Wan-Bissaka. Pada injury time babak pertama Mason Greenwood hampir menambah keunggulan MU, tetapi tembakannya bisa diamankan oleh Moore dan kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Pertandingan babak kedua masih berada di bawah kendali MU yang akhirnya memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0 ketika Martial melengkapi torehan trigolnya memanfaatkan umpan terobosan dari Rashford.

Peluang Sheffield membalas lewat Oliver McBurnie masih mudah dijinakkan oleh penjaga gawang MU David de Gea. Sedangkan penyerang pengganti MU Odion Ighalo mendapati tembakannya bisa ditepis Moore semenit jelang bubaran waktu normal.

Di laga pekan ke-32, MU akan menyambangi markas Brighton & Hove Albion pada Selasa (30/6/2020) waktu setempat (Rabu WIB), sementara Sheffield baru main dua hari kemudian menjamu Tottenham Hotspur.