Manchester United Vs Southampton Setan Merah Kehilangan Poin di Old Trafford

Manchester United Vs Southampton Setan Merah Kehilangan Poin di Old Trafford – Mereka sebenarnya memiliki peluang melonjak keposisi 3, setelah dan Leicester 1-4 dari Bournemouth pada akhir pekan lalu. Manchester United dihadapkan pada peluang sempurna untuk meraih zona Liga Champions tersebut. Namun itu tidak terjadi pada mereka setelah hasil imbang yang mereka dapatkan. Bahkan Manchester United ketinggalan terlebih dulu ketika laga baru saja berjalan 12 menit.

Manchester United Vs Southampton Setan Merah Kehilangan Poin di Old Trafford

Manchester United Vs Southampton Setan Merah Kehilangan Poin di Old Trafford

Stuart Armstrong memberi The Saints keunggulan hasil kerja sama yang bagus dari Danny Ings dan Nathan Redmond. Namun untungnya ada Marcus Rashford, hanya 8 menit kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hanya 3 menit setelah itu Manchester United unggul 2-1 berkat gol luar biasa dari tendangan Anthony Martial.

Manchester United unggul hingga jauh ke injury time babak kedua. Sampai akhirnya keunggulan tersebut sirna ketika pemain pengganti Southampton, Michael Obafemi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-96. Berawal dari tendangan sudut, Obafemi menyambar bola di tiang jauh setelah Jan Bednarek menyundul tipis ke sudut kiri gawang De Gea.

Sebelum gol ini terjadi beberapa penyelamatan De Gea patut diberikan apresiasi. Salah satunya adalah peluang emas dari tendangan keras Redmond berhasil ditepis De Gea. Ole Gunnar Solskjaer usai laga tersebut memberikan keterangan dihadapan para pewarta seperti dilansir Skysports. Semua pasti kecewa dengan hasil ini,bukan hanya pelatih Solskjaer. Para pemain merasakan hal yang sama termasuk Harry Maguire, bek tengah United yang tidak berhasil mencegah gol Southampton di menit akhir tersebut.

Solskjaer sendiri mengakui bahwa tim asuhannya bisa saja tidak pantas mendapatkan tiga poin hari ini. Hal tersebut cukup beralasan karena para pemain Southampton terutama pada babak kedua bermain bagus. Mereka memiliki fisik sangat fit dengan determinasi tinggi untuk menang dari United. Hasil imbang ini tidak mengubah posisi United tetap diposisi ke-5 dengan 59 poin sama dengan perolehan poin Leicester di posisi ke-4 yang hanya unggul selisih gol.

Sementara Chelsea masih kokoh diposisi ke-3 dibawah City dan Liverpool. Bersama Leicester dan United, Chelsea bersaing meraih sisa dua slot lagi Liga Champions. Manchester United sekarang tetap tidak terkalahkan dalam 18 pertandingan di semua kompetisi. Pencapaian ini sama dengan rekor tak terkalahkan tahun 2013 ketika mereka di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Sisa laga yang harus dihadapi Setan Merah adalah lawan Watford, West Ham United dan Leicester City untuk mengejar target 4 besar. Laga terakhir melawan Leicester bisa jadi merupakan laga hidup mati untuk meraih tiket Liga Champions tahun depan.

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho – Rentetan hasil positif dengan formasi 3-4-3 dari Arsenal akhirnya menemui pemberhentian. Setelah hanya imbang dengan Leicester City, permainan Arsenal mulai terdapat celah yang masih dapat dimanfaatkan oleh lawannya.

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Sebenarnya hal ini sempat tersinggung di laga perdana Arsenal ketika menggunakan formasi itu–di Piala FA–atau pun ketika Arsenal mengalahkan Norwich City di Premier League. Arsenal memang bermain lebih baik pasca kekalahan dari Manchester City dan Brighton, namun mereka masih membiarkan lawan untuk membuat teror ke gawang Emiliano Martinez.

Entah karena ini bagian dari konsekuensi penggunaan formasi itu, atau memang Mikel Arteta ingin membuat semacam jebakan agar lawan dapat dipukul mundur dengan serangan cepat. Tetapi bagaimana jika mereka berhadapan dengan klub yang secara kualitas tidak beda jauh?

Sebenarnya ini sempat dikhawatirkan ketika mereka melawat ke markas Wolverhampton Wanderers. Namun, ternyata The Gunners sukses menundukkan sang tuan rumah. Tetapi, kekhawatiran bahwa permainan mereka akan mulai terbaca benar terjadi saat bertemu Leicester. The Foxes mampu menandingi solidnya pertahanan David Luiz dan Skhodran Mustafi dengan duel one-on-one atau dengan serangan balik.

Brendan Rogers rupanya tahu bahwa dengan formasi 3-4-3 cara bertahan Arsenal akan langsung berkumpul di tengah, maka cara agar dapat membongkar kerapatan itu adalah dengan memancing 1-2 pemain untuk keluar dari zona bertahannya. Taktik seperti ini sebenarnya bukan tanpa cela, tetapi bagi tim yang sedang tidak diunggulkan akan berupaya tak peduli dengan hasil 50-50 ketika terdapat peluang. Situasi ini yang rupanya cukup terlihat di laga terbaru, yaitu derbi London Utara.

Son Heung-min menjadi bintang di derbi ini dengan membawa Spurs menang 2-1 (1 gol dan 1 asis). Gambar: Premierleague via football5star. Son Heung-min menjadi bintang di derbi ini dengan membawa Spurs menang 2-1 (1 gol dan 1 asis). Memang, ketika di awal-awal laga kedua tim langsung mencoba mengancam pertahanan lawan. Bahkan, Tottenham Hotspur sebagai tuan rumah memiliki peluang yang efektif. Hanya, ada satu pemandangan yang entah mengapa terjadi pada Spurs saat ini. Yaitu, cara bermainnya yang tidak begitu menunjukkan kapasitas mereka sebagai eks finalis Liga Champions musim lalu.

Terlepas dari perginya Christian Eriksen, sebagian besar pemain musim lalu ada di Tottenham Hostpur Stadium. Tetapi memang ada benarnya jika ini adalah faktor keberadaan Jose Mourinho sebagai pengganti Maurichio Pocchetino. Ada positif dan negatif ketika Spurs dilatih Mourinho. Negatifnya, mereka akan bermain lebih pragmatis lagi dibandingkan musim lalu. Positifnya, mereka diberitahu cara untuk menang di laga yang penuh gengsi.

Sebagai pelatih kawakan, Mourinho sudah sangat kenyang pengalaman, khususnya dalam menghadapi Arsenal. Nahasnya, sampai sejauh ini terasa benar bahwa musuh Arsenal dari era Arsene Wenger sampai Mikel Arteta adalah Jose Mourinho. Sejak di Chelsea, Manchester United, dan kini Spurs, Mourinho seolah menjadi momok bagi Arsenal. Pelatih asal Portugal itu seolah tahu betul bagaimana cara meruntuhkan Arsenal.

Inilah yang kemudian menjadi satu hal yang terlupakan bagi Arsenal, khususnya bagi Arteta. Dirinya memang mampu meminta anak asuhnya bermain lebih baik dari seniornya, tetapi dia lupa bahwa yang dia hadapi adalah salah satu pelatih yang sangat tricky.
Terlepas dari kegagalannya membawa Real Madrid menjadi klub yang dominan di Spanyol dan Eropa, namun dalam urusan berhadapan dengan klub yang dianggap lebih baik dari klubnya, dia akan cukup tahu caranya untuk mempersulit lawannya.

Satu hal yang diupayakan oleh eks pelatih Porto dan Inter itu adalah beradu mental. Dia tidak segan meminta para pemainnya untuk bermain lebih bertahan, lebih kasar, hingga lebih militan. Inilah yang nyaris sering dilupakan oleh Arsenal. Ditambah dengan posisinya kini sebagai rival dekat, maka sudah pasti Mourinho sangat mendorong para pemainnya untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini juga terbukti dari catatan pelanggaran dan kartu kuning Spurs lebih banyak dari Arsenal.

Terlepas dari adanya isu berbau ultimatum tentang kelanjutan karier Harry Kane di Spurs, apabila derbi ini tidak dimenangkan Spurs. Kita bisa cukup sepakat bahwa Mourinho memang lebih lihai mengatur situasi yang tidak cenderung teknikal di lapangan. Dia lebih fokus dengan membuat manajemen mentalitas dibandingkan ramuan taktik yang sejauh ini sangat identik dengan Pep Guardiola dan kini sedang berupaya ditiru oleh Arteta.

Melalui kekalahan ini, Arteta diharapkan menyadari bahwa dirinya juga perlu belajar memahami bagaimana karakteristik lawannya baik secara teknis maupun non-teknis. Jadi, hasil ini tidak sepenuhnya menjadi kiamat bagi David Luiz dkk., karena mereka sebenarnya masih dapat disebut telah bermain maksimal. Terbukti, mereka juga dapat unggul terlebih dahulu maupun menguasai permainan.

Di dalam urusan bertahan, mereka juga mampu menjebak offside Kane dkk. yang artinya secara komunikasi di lini belakang sudah cukup bagus. Tinggal, mereka perlu mengingat bahwa dalam mengalahkan lawan bukan hanya tentang taktik bermain–menyusun formasi, tapi juga pengaruh taktik yang tidak begitu kasat mata-beradu mental.

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu – Barcelona menang ketika bertanding di kandang lawan pada pekan ke 36 kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Menghadapi tuan rumah Real Valladolid, 1-0.

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Satu-satunya gol pada pertandingan ini dicetak oleh Arturo Vidal pada menit 15 setelah mendapat umpan dari Lionel Messi.

Berikut ini klasemen sementara Liga Spanyol setelah Barcelona menang melawan tuan rumah Real Valladolid tadi.

Selisih poin antara Real Madrid dan Barcelona satu poin saja, tapi tim asuhan Zinadine Zidane masih memiliki satu sisa pertandingan lebih.
Barcelona hanya memiliki dua pertandingan sisa sebelum mengakhiri kompetisi Liga Spanyol musim ini.

15 Juli 2020 – Barcelona vs Osasuna.

19 Juli 2020- Alaves vs Barcelona.

Sedangkan pertandingan sisa Real Madrid sebagai berikut:

14 Juli 2020 – Granada vs Real Madrid.

16 Juli 2020 – Real Madrid vs Villarreal.

20 Juli 2020 – Leganes vs Real Madrid.

Sila baca juga: Real Madrid Juara Liga Spanyol Musim Ini.

Barcelona menang tipis melawan Real Valladolid, tapi ujung-ujungnya nanti atau pada akhir kompetisi Liga Spanyol musim ini Barcelona menangis?

Gagal juara Liga Spanyol?

Kemungkinan besar ya.

Di atas kertas sulit membendung Real Madrid untuk tampil sebagai juara Liga Spanyol musim ini. Zinadine Zidane sukses meracik strategi dan taktik usai kompetisi yang sempat tertunda karane virus Corona (Covid-19) dilanjutkan kembali, sementara manajer Barcelona Quique Setin sebaliknya.

Sejak awal penunjukkan Quique Setin sebagai manajer menggantikan Ernesto Valverde pada 13 Januari 2020 itu sudah diragukan kapasitasnya mampu menangani para pemain bintang Barcelona. Sempat menjanjikan dengan Barcelona tampil memimpin klasemen sementara, tapi sinarnya redup kini.

Bagaimana dengan Liga Champions? Mampukah Quique Setin mengantarkan Barcelona menang dan menang pada setiap pertandingan dan akhirnya Barcelona juara Liga Champions?

Kembali kecil kemungkinannya, karena keharmonisan tim sudah tidak ada lagi.

Tak heran jika nantinya Barcelona gagal juara Liga Spanyol dan Liga Champions musim ini.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool – The Reds dinobatkan sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya pada matchweek 31 dengan masih memiliki tujuh pertandingan tersisa hingga musim berakhir. Kepastian juara mereka terjadi ketika Chelsea berhasil mengalahkan Manchester City sehingga menutup peluang City untuk mengejar perolehan poin Liverpool.

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Kendati Liverpool sudah meraih trofi juara namun Jrgen Klopp bersumpah untuk terus memasukkan sebelas skuad terbaiknya yang tersedia hingga akhir musim nanti. Beberapa pengamat membuat spekulasi bahwa Klopp akan menurunkan para pemain kedua Liverpool dalam laga sisa mereka. Dengan alasan untuk menambah jam terbang mereka.

Namun ternyata tidak demikian. Liverpool tetap fight full team dengan tim utama mereka saat bertanding melawan Manchester City, Aston Villa dan Brighton dilaga matchweek 32, 33 dan 34 kemarin. Pada laga melawan Manchester City yang berakhir dengan kekalahan 0-4, Liverpool menurunkan starting eleven dengan pemain utama mereka.

Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah sebagai trio penyerang. Trio gelandang juga bersama Henderson, Wijnaldum dan Fabinho. Kuartet bek mereka terdiri dari Virgil van Dijk, Joe Gomez, Arnold dan Robertson mementengi gawang yang dikawal Alisson Becker. Begitu pula ketika mereka melawan Aston Villa tidak mengubah susunan pemain secara drastis.

Hanya ada Alex Chamberlain dan Naby Keita menemani Fabinho dan Divock Origi di posisi Firmino. Itu masih merupakan starting line ups utama mereka. Pada dua laga tersebut ada pemain muda yang diturunkan oleh Jurgen Klopp yaitu Neco Williams dan Curtis Jones. Di bangku cadangan masih ada satu lagi pemain muda yaitu Harvey Elliott yang sempat diturunkan ketika menang 4-0 atas Crystal Palace.

Neco Melakukan Debutnya Dikompetisi Tertinggi Di Inggris

Saat itu dia menggantikan Alexander Arnold dimenit ke-76. Sedangkan Curtis Jones bermain saat The Reds mengalahkan Aston Villa 2-0. Salah satu gol tersebut diciptakan Jones merupakan gol perdananya di Liga Primer. Curtis Jones dengan usia 19 tahun, 157 hari adalah pemain Liverpool termuda yang mencetak gol Liga Premier sejak Trent Alexander-Arnold (19 tahun, 80 hari) versus Swansea pada Desember 2017.

Pencapaian dua pemain ini merupakan hasil kerja tim pelatih pimpinan Jurgen Klopp. Mereka sudah menunjukkan talenta yang mengagumkan dan patut mendapatkan apresiasi tinggi. Diakui oleh Klopp bahwa fakta gelar tersebut sudah aman tidak akan mempengaruhi apapun pemilihan timnya saat ia berusaha untuk terus menambah penghitungan poin dalam kompetisi ini.

Ketika ditanya tentang pentingnya sisa laga bisa untuk beberapa anak muda klub dilibatkan, Jurgen Klopp menjawab. Kami ingin memenangkan pertandingan sepak bola dan untuk memenangkan pertandingan sepak bola para pemain terbaik harus berada di lapangan. Dan ketika para pemain muda itu adalah bagian dari para pemain terbaik ini maka mereka akan berada di lapangan. Demikian Klopp menegaskan kepada Liverpoolfc.

Jawaban Klopp yang sangat diplomatis namun fakta memang berbicara bahwa Liverpool di tim utamanya memilki Neco Williams dan Curtis Jones serta Harvey Elliott. Manajer asal Jerman itu menilai mereka sangat bagus dan mereka adalah masa depan Liverpool. “Tetapi mereka tidak akan bermain dalam pertandingan Liga Premier seperti memberikan hadiah Natal,” kata Klopp tegas seperti dikutip situs resmi klub tersebut.

Jelas itu artinya Williams dan Jones tidak sembarangan bisa turun bermain bersama tim utama Liverpool dalam laga penting di Premier League. Tim sekelas Liverpool pasti memiliki pertimbangan akurat terhadap para pemainnya benar-benar bagus. Mari kita tunggu penampilan talenta muda ini pada laga-laga Liverpool berikutnya. Neco Williams, Curtis Jones dan Harvey Elliott adalah sosok-sosok penting bagi The Reds.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia – Beberapa pekan terakhir ini berjalan aneh. Jika boleh jujur, tidak ada yang tahu bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pandemi virus Corona, selain berdiam diri di rumah dan mengikuti aturan pemerintah. Namun apa sejatinya yang bisa disebut cukup? Apakah orang dengan pendapatan tinggi di negara ini diminta untuk memberi sejumlah persen gajinya? Haruskah orang-orang tidak bekerja sebagai suka relawan.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Tidak ada yang tahu dan di seluruh dunia orang-orang telah melakukan yang mereka bisa, dan sudah melakukan yang terbaik. Dan juga banyak kegiatan bisnis di dunia yang terkena dampak, salah satunya di dunia sepak bola yang juga tak luput dari permasalahan dalam kondisi seperti ini.

Penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19 di luar China semakin masif. Negara-negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman, dan Perancis menjadi negara dengan kasus tertinggi saat ini. Maka tak heran jika beberapa pertandingan kejuaraan seperti Liga Inggris, Spanyol, Belanda, dan Italia ditunda akibat penyebaran virus tersebut.

Seperti disalah satu liga yaitu Liga Inggris, Premier League resmi mengumumkan, Liga Inggris ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang. Pihak Premier League mengadakan rapat bersama klub-klub Liga Inggris pada Jumat (13/3/2020). Hasilnya kompetisi Liga Inggris dan Divisi Championship ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Lebih lanjut, selain menyerang beberapa klub di Liga Inggris, pandemi ini juga menjangkit beberapa personil, seperti manajer Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi yang positif terkena virus Corona. Beberapa pertandingan juga sudah ditunda, seperti Brighton vs Arsenal yang sedianya akan berlangsung akhir pekan ini. Sebelum Liga Inggris, kompetisi sepakbola di Eropa seperti Liga Italia dan Liga Spanyol juga sudah ditunda.

Selain itu, anggota UEFA akan mengadakan pertemuan segera, untuk membahas cara terbaik melanjutkan kompetisi klub domestik dan Eropa di tengah pandemi virus Corona. Kemungkinan juga turnamen sepakbola Euro 2020 akan ditunda sampai musim panas mendatang.

Tokoh-tokoh senior UEFA menginginkan Liga Champions dan Liga Eropa ditangguhkan mulai minggu depan, mengingat virus Corona mulai mempengaruhi sejumlah tim yang terlibat. Memang penutupan total sepakbola Eropa musim panas ini adalah opsi yang paling tidak disukai, sementara badan pengelola Eropa masih membutuhkan klub dan asosiasi untuk menyetujui perubahan apa pun.

Situasinya Memang Cukup Sulit Tidak Hanya Di Sepak Bola Tetapi Juga Di Seluruh Dunia

Tetapi biar bagaimanapun keselamatan semua pihak lebih penting ketimbang laga di lapangan. Wabah virus Corona memang semakin menyebar saat ini. Bahkan beberapa elemen sepak bola seperti pemain, ofisial, hingga pemilik klub sudah terinfeksi virus tersebut. Sejumlah pertandingan dan liga juga akhirnya ditunda karena penyebaran virus Corona. Bahkan beberapa opini menyarankan semua kompetisi dihentikan hingga musim panas nanti.

Situasinya memang cukup sulit tidak hanya di sepak bola tetapi juga di seluruh dunia. Dan rasanya mungkin aneh menjalankan pertandingan tanpa penonton. Karena sepak bola ada untuk fans jika tanpa fans dalam suatu pertandingan, pertandingan bukanlah apa-apa.

Dan dalam menyikapi kondisi seperti ini semua orang harus berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada kepentingan publik. Karena itu, demi mengantisipasi persebaran virus Corona, harus disepakati menghentikan kompetisi sepak bola dan olahraga lain yang dapat mengundang kerumunan massa di satu tempat.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium – The Gunners Arsenal berhasil menahan imbang 1-1 Leicester City di Emirates Stadium, London pada Rabu (8/7/20) dini hari WIB. Sesungguhnya Arsenal unggul 1-0 hingga kurang 6 menit laga akan berakhir ketika Jamie Verdy akhirnya menyamakan kedudukan. Hasil ini membuka Arsenal kepersaingan perebutan 4 besar zona Liga Champions dan Liga Eropa. Arsenal menambah 3 poin menjadi 50 poin diposisi ke-7 hanya selisih 5 poin dari zona Liga Eropa.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Sementara itu Leicester harus terlempar dari posisi ke-3 dengan 59 poin. Mereka tergeser oleh Chelsea dengan 60 poin yang malam itu menang 3-2 atas tuan rumah Crystal Palace. Manchester United mengintip diposisi ke-5 dengan 55 poin menyisakan satu laga ke-34 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham pada Jumat (10/7/20) pukul 02.15 WIB dini hari.

Jika Manchester United memenangkan laga tersebut maka mereka tetap diposisi 5 namun hanya selisih satu poin dengan Leicester diposisi 4. Peluang menggeser The Fox semakin terbuka. Usai laga imbang di Emirates tersebut membuat Jose Mourinho semakin bersemangat membawa Tottenham Hotspur menambah poin untuk turut persaingan meraih setidaknya ke zona Liga Eropa. Mereka akan bertanding melawan Bournemouth pada Jumat (10/7/20) dini hari WIB.

Jika Spurs menang maka pasukan Mourinho berhasil mengumpulkan 51 poin dan ini akan menggeser posisi Arsenal (50 poin). Peluang itu tetap terbuka bagi Spurs terlepas adanya insiden perkelahian antara Son Heung-min dengan Hugo Llori ketika mereka bertanding lawan Everton pekan lalu.

Usai Leicester bermain imbang dengan Arsenal dan Chelsea menang atas Crystal Palace maka persainan 4 besar semakin ketat. Sesungguhnya diposisi zona Liga Champions ini hanya menyisakan 2 tempat lagi. Sedangkan dua lainnya sudah pasti dimiliki oleh Liverpool dan Manchester City. Kecuali jika City akhirnya dijatuhi sanksi oleh UEFA, tidak diperbolehkan ikut Liga Champions tahun depan, maka posisi tim ke-5 yang akan menggantikannya.

Laga antara Arsenal lawan Leicester sebenarnya sangat menarik dinikmati. Pasukan asuhan Mikel Arteta ini sudah unggul 1-0 hingga menit ke-84. Terjadi hukuman kartu merah untuk Eddie Nketiah dimenit ke-75 sehingga Gunners harus bermain 10 pemain. Akhirnya Jamie Vardy mencetak gol untuk Leicester City dari assis Demaray Gray hanya 4 menit sebeleum laga berakhir. Golnya sekaligus menggagalkan kemenangan Arsenal keempat secara beruntun.

The Gunners memimpin terlebih dulu pada menit ke-21 ketika umpan bagus dari Dani Ceballos kepada Bukayo Saka, lalu dia melakukan umpan silang terukur untuk Pierre-Emerick Aubameyang untuk menyelesaikannya menjadi gol. Peluang Leicester usai jeda untuk menyamakan kedudukan datang dari Kelechi Iheanacho namun tendangan volinya dapat diselamatkan oleh kiper Gunners Emiliano Martinez.

Dengan 15 menit laga tersisa, pemain pengganti Arsenal, Eddie Nketiah dikeluarkan dari lapangan karena pelanggaran berbahaya kepada James Justin. Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu merah langsung. Sejak itu Arsenal bermain hanya dengan 10 pemain.

Leicester berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka saat Vardy mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84 memanfaatkan umpan silang rendah dari Damarai. Gol ini membawanya ke puncak pencetak gol terbanyak Liga dengan 22 gol untuk musim ini. Verdy mengembalikan keunggulan dua golnya di depan Aubameyang dalam persaingan untuk meraih Sepatu Emas Premier League. Selamat untuk Arsenal dan Leicester yang berbagi angka di laga mereka ke-34.

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II – SEBAGAIMANA yang diprediksikan sebelumnya, lonjakan supporter untuk menyaksikan pertandingan di turnamen bola mini dan bola dangdut, di desa Daha, Kecamatan Hu’u, Dompu-NTB, tidak akan terbendung. Di hari ketiga, sekitar pukul 16.00 ratusan massa suporter mulai memadati lapangan untuk menyaksikan pertandingan.

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Fanatisme Suporter Robohkan Lapangan Turnamen Daha Cup II

Jumlah massa suporter mengalami lonjakan yang luar biasa membuat pagar lapangan yang diikat dengan tali rafia tidak mampu menahan laju suporter yang merangsek masuk. Sehingga di beberapa titik pembatas lapangan, mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan beberapa kayu pengikat tumbang ke tanah.

Jangan pernah bertanya bagaimana masyarakat Desa Daha mengekspresikan kecintaannya terhadap kesebelasan yang mereka dukung. Meraka datang berbondong-bondong ke lapangan, ada yang berjalan kaki, naik motor, dan bahkan beberapa team kesebelasan diangkut dengan mobil pick up, walaupun jarak antara perkampungan dengan lapangan pertandingan tidaklah terlalu jauh.

Di lapangan, mereka saling berdesakan berbagi tempat berdiri, untuk bisa menyaksikan dan mendukung team kesayangannya. Kali ini, karena jumlah suporter begitu banyak, sehingga pagar pembatas lapangan tidak mampu menahan massa suporter yang datang. Jumlah panitia yang tidak sebanding dengan massa suporter, sehingga mereka kelabakan untuk menghalau suporter yang memasuki area lapangan.

Dengan menggunakan pengeras suara, panitia beberapa kali meminta penonton agar menjauh dari garis lapangan. Bahkan, beberapa kali pluit wasit utama dibunyikan, untuk menghentikan pertandingan. Guna untuk mendesak penonton agar mengindahkan himbauan dari panitia.

SEBAGAIMANA yang diprediksikan sebelumnya, lonjakan supporter untuk menyaksikan pertandingan di turnamen bola mini dan bola dangdut, di desa Daha, Kecamatan Hu’u, Dompu-NTB, tidak akan terbendung. Di hari ketiga, sekitar pukul 16.00 ratusan massa suporter mulai memadati lapangan untuk menyaksikan pertandingan.

Jumlah massa suporter mengalami lonjakan yang luar biasa membuat pagar lapangan yang diikat dengan tali rafia tidak mampu menahan laju suporter yang merangsek masuk. Sehingga di beberapa titik pembatas lapangan, mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan beberapa kayu pengikat tumbang ke tanah.

Jangan pernah bertanya bagaimana masyarakat Desa Daha mengekspresikan kecintaannya terhadap kesebelasan yang mereka dukung. Meraka datang berbondong-bondong ke lapangan, ada yang berjalan kaki, naik motor, dan bahkan beberapa team kesebelasan diangkut dengan mobil pick up, walaupun jarak antara perkampungan dengan lapangan pertandingan tidaklah terlalu jauh.

Di lapangan, mereka saling berdesakan berbagi tempat berdiri, untuk bisa menyaksikan dan mendukung team kesayangannya. Kali ini, karena jumlah suporter begitu banyak, sehingga pagar pembatas lapangan tidak mampu menahan massa suporter yang datang. Jumlah panitia yang tidak sebanding dengan massa suporter, sehingga mereka kelabakan untuk menghalau suporter yang memasuki area lapangan.

Dengan menggunakan pengeras suara, panitia beberapa kali meminta penonton agar menjauh dari garis lapangan. Bahkan, beberapa kali pluit wasit utama dibunyikan, untuk menghentikan pertandingan. Guna untuk mendesak penonton agar mengindahkan himbauan dari panitia. Nampaknya para suporter tidak bermaksud untuk tidak menggubris himbauan dari panitia. Tapi, begitulah cara mereka mengekspresikan dukungan dan kecintaan mereka terhadap teamnya. Terlebih, anak-anak yang bermain mendapatkan dukungan yang begitu besar dari orang tuannya.

Ketika seorang pemain mengalami benturan dengan pemain lawan dan terjatuh. Maka wasit dan panitia menjadi sasaran empuk bagi ibu-ibu yang meneriaki, bahkan datang untuk memprotes di tempat kepanitiaan. Namun, jika gol tercipta, maka mereka akan lari masuk ke lapangan dan memberikan sekian nominal uang kepada pencetak gol. Bahkan Halimah Fadli, istri orang nomor satu di desa Daha ini juga cukup antusias dan beberapa kali lari masuk ikut meluapkan kegembiraannya ketika ada pemain yang berhasil menyarangkan gol ke gawang lawan. Sungguh luar biasa.

Di hari ketiga ini, untuk partai pertama mempertemukan kesebelasan English club asuhan pak Jufrin, yang berhadapan dengan klub Toi Mpoa. Di babak pertama berlangsung sangat ketat, kedua kesebelasan melakukan jual beli serangan sepanjang pertandingan. Hal ini wajar, karena kedua kesebelasan di huni oleh pemain-pemain yang sudah sering malah melintang dalam liga tarkam. Sehingga jalannya pertandingan sangat seru dan mampu menghibur para penonton. Dukungan suporter kedua kesebelasan tidak pernah berhenti hingga berakhir pertandingan.

Setelah jual beli serangan, Toi Mpoa mampu mencuri gol di babak pertama. Berawal dari tendangan bola mati, eksekutor kesebelasan Toi Mpoa memaksa penjaga gawang English club memungut bola dalam area gawangnya sendiri. Tendangan yang begitu keras dari salah seorang pemain Toi Mpoa mampu menembus pagar betis dua pemain lawan.

Unggul satu kosong, tidak lantas membuat Toi Mpoa mengendurkan serangan. Namun, para pemain English Club dengan arahan pak Jeff selaku ofisial di pinggir lapangan, terus mencoba menyamakan kedudukan. Setelah pluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya babak pertama, kedudukan masih satu kosong untuk keunggulan Toi Mpoa.

Satu sama. Gol yang yang ditunggu-tunggu tersebut, membuat suporter yang di dominasi ibu-ibu tumpah ruah di lapangan. Mereka memeluk, memegang, dan memberikan uang kepada pemain yang mencetak gol.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama – Atalanta meraih delapan kemenangan secara beruntun, sedangkan Inter Milan masih hobi saja membikin fansnya merengut. Pada lanjutan Liga Italia pekan ke-30 pada akhir pekan lalu menjadi catatan penting bagi Atalanta, klub besutan Gian Piero Gasperini meraih kemenangannya yang kedelapan secara beruntun, empat diantaranya didapatkan selepas kompetisi digulirkan kembali di era new normal ini.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Sementara itu, Inter Milan kembali menunjukkan identitas mereka, inkonsisten. Justru ketika dibutuhkan poin untuk mengejar Juventus di puncak klasemen dan ketika menghadapi tim medioker sekelas Bologna yang harus dikalahkan karena bermain di Giuseppe Meazza, Inter malah kalah. Itulah nasib yang berbeda diraih oleh kedua tim yang sama-sama memakai jersey berwarna hitam biru pada akhir pekan lalu, meskipun pada urutan klasemen Liga Italia sementara Inter berada diurutan ketiga dengan poin 64, sementara Atalanta membuntutinya di posisi ke-4 dengan koleksi 63 poin.

Atalanta melanjutkan tren kemenangan saat membekuk tuan rumah Cagliari 1-0. Dalam laga yang digelar di Sardegna Arena yang berada di pulau Sardinia itu, gol tunggal tim tamu dibuat oleh striker tengil Luis Muriel lewat titik putih di menit ke-27. Dengan hasil ini Atalanta mencatatkan delapan kemenangan secara beruntun di Liga Italia. Mereka juga hanya sekali kalah dalam 14 laga terakhir. Satu-satunya kekalahan yang diperoleh Muriel dkk itu terjadi saat mereka takluk 1-2 dari Spal di kandang pada Januari lalu.

Lebih luar biasanya lagi, dengan penampilan impresif Atalanta nan permainan yang begitu menghibur dalam menorehkan catatan di atas. Mereka menjadi tim tersubur di Liga Italia pada musim ini dengan 83 gol. Koleksi gol yang diperoleh klub asal Bergamo ini bahkan lebih banyak 20 gol dari Juventus yang memuncaki klasemen sementara. Si Nyonya Tua hingga pekan ke-30 ini baru membuat 63 gol.

Dengan terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Atalanta yang saat ini kita ketahui bersama menempati peringkat keempat berpeluang menyodok ke urutan kedua. Tapi laju kemenangan Atalanta bakal mendapat banyak rintangan berat di delapan pekan terakhir Liga Italia. Mereka harus menghadapi lawan-lawan sulit semacam Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

Namun saya kira masih akan ada kejutan yang bisa dihadirkan oleh Atalanta meski prediksi diatas kertas lawan mereka ini berat tapi dengan materi pemain yang solid dan permainan cerdas olahan dari coach Gasperini, Insya Allah mereka bisa melewatinya dengan mudah, amin!

Sebelum laga ini digelar beberapa prediksi memihak Inter karena tim besutan Antonio Conte itu menunjukkan bahwa mereka punya modal cukup untuk mengalahkan Bologna dengan mudah. Modal kemenangan 6-0 pada laga sebelumnya kontra Brescia membuat armada Nerazzurri sebutan Inter sangat percaya diri.

Inter sendiri memang sempat unggul terlebih dahulu di awal babak pertama ketika sundulan Lautaro Martinez dari umpan silang Ashley Young memantul ke tiang jauh, dan Romelu Lukaku langsung menyambarnya untuk mencetak gol. Di babak kedua, Inter sempat mendapatkan angin segar setelah Bologna harus main dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Roberto Soriano. Namun Bologna justru mampu mencetak gol balasan di menit ke-74 lewat sepakan Musa Juwara.

Tiga menit usai gol Bologna, giliran Inter yang harus kehilangan pemain. Adalah bek muda mereka, yakni Alessandro Bastoni mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Juwara dan harus meninggalkan lapangan. Selepas sama-sama bermain dengan 10 pemain, Inter malah semakin kelimpungan yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh Bologna untuk membalikkan keadaan setelah Musa Barrow mencetak gol di menit ke-80. Meski dapat beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, Inter gagal mengamankan poin dari laga ini.

Meski sempat unggul duluan, Inter Milan akhirnya takluk di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2 dari Bologna. Selepas laga usai, sang pelatih, Antonio Conte mengurung para pemainnya satu jam di ruang ganti! Alamak. Hal ini diyakini, Conte begitu kecewa apalagi fansnya yaa Allah….Keunggulan 1-0 sirna, apalagi ditambah oleh kegagalan Lautaro Martinez mengeksekusi penalti yang terjadi pada menit ke-62. Namun, malam itu, rona Conte adalah cerminan rona Inter yang gemar membuat kecewa.

Kesalahan-kesalahan yang dipertontonkan pemain Inter seperti menjadi sebuah tradisi meski sudah berganti pelatih. Apakah Inter tak pernah belajar? Inter memang seperti keledai yang paling tertinggal di kelasnya: jatuh di kubangan yang sama.

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool – Laga yang dilangsungkan di Anfield ketika Liverpool menjamu Aston Villa adalah laga yang sangat ditunggu oleh para Fans. Mereka tidak ingin lagi dikecewakan oleh tim kesayangan mereka. Gol dicetak oleh Sadio Mane dan Curtis Jones dipenghujung laga. Satu hal yang patut dicatat adalah Curtis Jones mencetak gol pertamanya di Liga Premier ketika Liverpool memastikan kemenangan liga kandang 24 laga berturut-turut melawan Aston Villa malam itu.

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dan Momen Golnya untuk Liverpool

Curtis Jones dengan usia 19 tahun, 157 hari adalah pemain Liverpool termuda yang mencetak gol Liga Premier sejak Trent Alexander-Arnold (19 tahun, 80 hari) versus Swansea pada Desember 2017. Jurgen menurunkan formasi berbeda dengan formasi yang diturunkan pekan sebelumnya. Pertimbangannya adalah kebugaran pemain. Firmino tidak dijadikan starter, digantikan oleh Divock Origi. Demikian pula Jordan Henderson posisinya diambil Chamberlain.

Walau akhirnya kedua pemain ini masuk sebagai pengganti di babak kedua. Dua pemain muda juga turun dipenghujung laga yaitu Curtis Jones dan Neco Williams. Pemain muda Liverpool ini bermain sangat taktis. Neco menggantikan posisi Andy Robertson sedangkan Jones menghantikan Naby Keita. Walaupun menguasai permainan 72 persen penguasaan bola. Namun hampir sepanjang laga tersebut Liverpool frustrasi karena perlawanan Aston Villa yang tegas dan kokoh.

Peluang Terbaik Liverpool Dibabak Pertama Yang Berakhir Imbang Tanpa Gol

Setelah istirahat, Aston Villa memiliki peluang dari kaki Anwar El Ghazi namun dapat dimentahjan kiper Alisson Becker. Akhirnya Sadio Mane memecah kebuntuan pada menit ke-70, menembakkan bola dalam area kotak penalti menghujam keras ke gawang Villa. Gol ini berasal dari umpan tajam Naby Keita. Pemain muda Curtis Jones menutup laga ini dengan gol pertamanya di kompetisi kasta tertinggi ini sehingga membuat Liverpool unggul 2-0 atas Aston Villa.

Curtis Jones, talenta muda Liverpool, baru saja merayakan penandatanganan kesepakatan baru pada awal pekan lalu. Kemenangan 2-0 atas Villa menjadi momen kebangkitan Liverpool usai kalah telak 0-4 dari Manchester City di laga sebelumnya. Saat ini di klasemen sementara, Liverpool kini unggul 23 poin atas Manchester City yang kalah 0-1 dari Southampton dalam laga mereka yang ke-33.

Kepada Skysports.com (5/7/20), usai laga tetsebut Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan: “Itu adalah pertandingan yang sangat sulit, untuk alasan yang berbeda. Aston Villa dikelola dengan baik dan membuatnya sangat sulit bagi kami. Kami membuat tiga perubahan di area yang menentukan, yang penting saya pikir dari sudut pandang kebugaran fisik.”

Klopp memang mengakui bahwa laga malam itu adalah laga yang sulit. Perlawanan Aston Villa sangat luar biasa sama dengan saat mereka menjamu Liverpool di Villa Park, pada putaran pertama November tahun lalu. Menurut Klopp ada dua situasi yang bisa atau seharusnya menjadi penalti, namun itu tidak terjadi bahkan VAR tidak melakukan apapun

Kelegaan pelatih adal Jerman ini tampak di wajahnya dengan kemenangan ini karena baru saja menghadapi laga yang tidak mudah. Selamat untuk Liverpool sudah kembali berada di jalur kemenangan. Harus diingat bahwa laga itu adalah hadirnya talenta muda The Reds, Curtis Jones membawa momen penting bagi Liverpool.

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid – Keberhasilan Real Madrid mengatasi perlawanan Athletic Bilbao di laga lanjutan la liga Spanyol, Minggu (5/7/2020), sepertinya sudah dapat dipastikan bahwa gelar juara yang ke-34 akan diraih oleh El Real, meskipun masih tersisa empat laga lagi yang harus dilakoni oleh pasukan Zinedine Zidane.

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Gelar La Liga Sudah di Tangan Real Madrid

Saingan terdekat Madrid, Barcelona tertinggal 7 poin meski dengan 5 pertandingan sisa. Walaupun sebenarnya kemungkinan El Barca masih bisa menyalip perolehan poin Madrid, namun dengan melihat trend penampilan kedua tim serta lawan-lawan yang akan dihadapi di sisa pertandingan.

Kans El Real dapat dikatakan sempurna untuk meraih gelar juara la liga kedua bagi Zidane sebagai pelatih Real Madrid. Pertandingan kontra Billbao tadi adalah ujian terberat bagi El Real, jika saja dalam pertandingan ini Sergio Ramos dan kawan-kawan tergelincir, maka perjalanan kedepan akan menjadi sangat berat.

Tapi keberhasilan meraih poin penuh di markas Athletic Bilbao, menjadikan beban psikologis dalam melakoni sisa pertandingan yang akan dimainkan menjadi hilang, mereka bisa bermain lepas mengingat lawan-lawan yang akan mereka hadapi relatif ringan, hanya villareal yang mungkin bisa menjadi batu sandungan, selebihnya akan mudah dilewati oleh pasukan Zidane.

Adapun Barcelona, meski sisa pertandingan yang akan dilakoninya juga terbilang mudah, sama seperti Madrid hanya Villareal yang kemungkinan bisa menyulitkan mereka, poin maksimal yang akan diperoleh oleh El Barca adalah 85 poin dari 5 sisa laga. Dengan demikian Madrid hanya butuh 8 poin tambahan dari 4 sisa laganya, dan ini bukan hal yang sulit bagi Madrid, apalagi melihat konsistensi permainan mereka pasca istirahat kompetisi akibat pandemi covid-19, Madrid berhasil memenangi semua laga yang dilakoninya.

Berbeda dengan kondisi pasukan Setien yang sepertinya kehilangan roh permainan, dengan 3 kali bermain imbang, padahal mengawali lanjutan kompetisi Barcelona unggul 2 poin atas El Real, yang sekarang El Barca sudah tertinggal 7 poin.

Laga ke 35 Madrid menjamu Alaves yang saat ini berada di peringkat 15 klasemen la liga, nampaknya akan mudah bagi Madrid untuk mengatasi Alaves, apalagi dipertandingan putaran pertama di kandang Alaves mereka berhasil meraih poin penuh dengan kemenangan 2-1, hal yang bisa menjadi penghambat adalah Alaves yang berjuang untuk tidak terdegradasi.

Laga ke 36 Madrid akan menyambangi markas Granada, yang saat ini menduduki peringkat 10 di klasemen. Madrid berangkat ke markas Granada dengan modal kemenangan 4-2 pada putaran pertama di kandang Madrid. Motivasi balas dendam adalah hal yang bisa menyulitkan Madrid, hasil yang paling buruk dari laga ini bagi Madrid adalah seri.

Jika itu terjadi partai melawan Villareal di laga ke 37 akan menjadi penentu, dimana pada perjumpaan putaran pertama Madrid hanya berhasil meraih hasil imbang 2-2 di kandang Villareal, hal yang akan menyulitkan Madrid adalah Villareal masih berpeluang mengejar target liga champions.

Jika Madrid tergelincir dan kalah maka Barcelona akan memiliki peluang untuk merebut gelar la liga, tapi jika seri saja Madrid sudah boleh berpesta kemenangan. Partai terakhir El Real akan menghadapi peringkat 19 klasemen Leganes yang di atas kertas akan mudah dilewati oleh Madrid walaupun harus bertindak sebagai tim tamu.

Laga ke 34 Barcelona bertandang ke markas Villareal, ini akan menjadi partai tersulit bagi Messi dan kawan-kawan, pada putaran pertama di camp nou Villareal memberikan perlawanan sengit pada tim tuan rumah. Barca hanya menang tipis 2-1. Kini bermain di kandang sendiri, apalagi Villareal juga mengejar target liga champions, motivasi Villareal untuk merebut poin sempurna akan menjadi ancaman serius bagi pasukan Setien.

Jika El Barca tergelincir disini baik itu seri apalagi kalah maka selamat tinggal gelar juara. Laga ke 35 akan mudah bagi Messi dan kawan-kawan yang akan menjamu tim penghuni dasar klasemen liga Espanyol.
Demikian pula laga berikutnya saat bertandang ke kandang Valladolid yang berada di peringkat 13, diperkirakan Barcelona akan mampu melewati laga ini dengan mudah, dengan bekal kemenangan telak 5-1 pada putaran pertama. Laga ke 37 menjamu peringkat 11 klasemen, Ossasuna nampaknya akan mudah bagi El Barca.

Meski di putaran pertama Ossasuna berhasil menyulitkan pasukan catalan ini dengan hasil imbang 2-2. Di laga terakhir menghadapi tuan rumah Alaves yang berperingkat 15, sepertinya tidak begitu sulit bagi Messi dan kawan-kawan untuk mellewati hadangan tim tuan rumah, kesulitannya mungkin saja dari perjuangan Alaves yang ingin lolos dari degradasi.

Berdasarkan hitung-hitungan diatas kertas poin El Real adalah 83 hingga 89 poin. Barcelona akan meraih poin 82 hingga 85. Partai kunci kedua kesebelasan ini untuk meraih gelar la liga ada pada partai melawan pasukan yellow sub marine Villareal.