Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool – The Reds dinobatkan sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya pada matchweek 31 dengan masih memiliki tujuh pertandingan tersisa hingga musim berakhir. Kepastian juara mereka terjadi ketika Chelsea berhasil mengalahkan Manchester City sehingga menutup peluang City untuk mengejar perolehan poin Liverpool.

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Kendati Liverpool sudah meraih trofi juara namun Jrgen Klopp bersumpah untuk terus memasukkan sebelas skuad terbaiknya yang tersedia hingga akhir musim nanti. Beberapa pengamat membuat spekulasi bahwa Klopp akan menurunkan para pemain kedua Liverpool dalam laga sisa mereka. Dengan alasan untuk menambah jam terbang mereka.

Namun ternyata tidak demikian. Liverpool tetap fight full team dengan tim utama mereka saat bertanding melawan Manchester City, Aston Villa dan Brighton dilaga matchweek 32, 33 dan 34 kemarin. Pada laga melawan Manchester City yang berakhir dengan kekalahan 0-4, Liverpool menurunkan starting eleven dengan pemain utama mereka.

Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah sebagai trio penyerang. Trio gelandang juga bersama Henderson, Wijnaldum dan Fabinho. Kuartet bek mereka terdiri dari Virgil van Dijk, Joe Gomez, Arnold dan Robertson mementengi gawang yang dikawal Alisson Becker. Begitu pula ketika mereka melawan Aston Villa tidak mengubah susunan pemain secara drastis.

Hanya ada Alex Chamberlain dan Naby Keita menemani Fabinho dan Divock Origi di posisi Firmino. Itu masih merupakan starting line ups utama mereka. Pada dua laga tersebut ada pemain muda yang diturunkan oleh Jurgen Klopp yaitu Neco Williams dan Curtis Jones. Di bangku cadangan masih ada satu lagi pemain muda yaitu Harvey Elliott yang sempat diturunkan ketika menang 4-0 atas Crystal Palace.

Neco Melakukan Debutnya Dikompetisi Tertinggi Di Inggris

Saat itu dia menggantikan Alexander Arnold dimenit ke-76. Sedangkan Curtis Jones bermain saat The Reds mengalahkan Aston Villa 2-0. Salah satu gol tersebut diciptakan Jones merupakan gol perdananya di Liga Primer. Curtis Jones dengan usia 19 tahun, 157 hari adalah pemain Liverpool termuda yang mencetak gol Liga Premier sejak Trent Alexander-Arnold (19 tahun, 80 hari) versus Swansea pada Desember 2017.

Pencapaian dua pemain ini merupakan hasil kerja tim pelatih pimpinan Jurgen Klopp. Mereka sudah menunjukkan talenta yang mengagumkan dan patut mendapatkan apresiasi tinggi. Diakui oleh Klopp bahwa fakta gelar tersebut sudah aman tidak akan mempengaruhi apapun pemilihan timnya saat ia berusaha untuk terus menambah penghitungan poin dalam kompetisi ini.

Ketika ditanya tentang pentingnya sisa laga bisa untuk beberapa anak muda klub dilibatkan, Jurgen Klopp menjawab. Kami ingin memenangkan pertandingan sepak bola dan untuk memenangkan pertandingan sepak bola para pemain terbaik harus berada di lapangan. Dan ketika para pemain muda itu adalah bagian dari para pemain terbaik ini maka mereka akan berada di lapangan. Demikian Klopp menegaskan kepada Liverpoolfc.

Jawaban Klopp yang sangat diplomatis namun fakta memang berbicara bahwa Liverpool di tim utamanya memilki Neco Williams dan Curtis Jones serta Harvey Elliott. Manajer asal Jerman itu menilai mereka sangat bagus dan mereka adalah masa depan Liverpool. “Tetapi mereka tidak akan bermain dalam pertandingan Liga Premier seperti memberikan hadiah Natal,” kata Klopp tegas seperti dikutip situs resmi klub tersebut.

Jelas itu artinya Williams dan Jones tidak sembarangan bisa turun bermain bersama tim utama Liverpool dalam laga penting di Premier League. Tim sekelas Liverpool pasti memiliki pertimbangan akurat terhadap para pemainnya benar-benar bagus. Mari kita tunggu penampilan talenta muda ini pada laga-laga Liverpool berikutnya. Neco Williams, Curtis Jones dan Harvey Elliott adalah sosok-sosok penting bagi The Reds.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia – Beberapa pekan terakhir ini berjalan aneh. Jika boleh jujur, tidak ada yang tahu bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pandemi virus Corona, selain berdiam diri di rumah dan mengikuti aturan pemerintah. Namun apa sejatinya yang bisa disebut cukup? Apakah orang dengan pendapatan tinggi di negara ini diminta untuk memberi sejumlah persen gajinya? Haruskah orang-orang tidak bekerja sebagai suka relawan.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Tidak ada yang tahu dan di seluruh dunia orang-orang telah melakukan yang mereka bisa, dan sudah melakukan yang terbaik. Dan juga banyak kegiatan bisnis di dunia yang terkena dampak, salah satunya di dunia sepak bola yang juga tak luput dari permasalahan dalam kondisi seperti ini.

Penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19 di luar China semakin masif. Negara-negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman, dan Perancis menjadi negara dengan kasus tertinggi saat ini. Maka tak heran jika beberapa pertandingan kejuaraan seperti Liga Inggris, Spanyol, Belanda, dan Italia ditunda akibat penyebaran virus tersebut.

Seperti disalah satu liga yaitu Liga Inggris, Premier League resmi mengumumkan, Liga Inggris ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang. Pihak Premier League mengadakan rapat bersama klub-klub Liga Inggris pada Jumat (13/3/2020). Hasilnya kompetisi Liga Inggris dan Divisi Championship ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Lebih lanjut, selain menyerang beberapa klub di Liga Inggris, pandemi ini juga menjangkit beberapa personil, seperti manajer Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi yang positif terkena virus Corona. Beberapa pertandingan juga sudah ditunda, seperti Brighton vs Arsenal yang sedianya akan berlangsung akhir pekan ini. Sebelum Liga Inggris, kompetisi sepakbola di Eropa seperti Liga Italia dan Liga Spanyol juga sudah ditunda.

Selain itu, anggota UEFA akan mengadakan pertemuan segera, untuk membahas cara terbaik melanjutkan kompetisi klub domestik dan Eropa di tengah pandemi virus Corona. Kemungkinan juga turnamen sepakbola Euro 2020 akan ditunda sampai musim panas mendatang.

Tokoh-tokoh senior UEFA menginginkan Liga Champions dan Liga Eropa ditangguhkan mulai minggu depan, mengingat virus Corona mulai mempengaruhi sejumlah tim yang terlibat. Memang penutupan total sepakbola Eropa musim panas ini adalah opsi yang paling tidak disukai, sementara badan pengelola Eropa masih membutuhkan klub dan asosiasi untuk menyetujui perubahan apa pun.

Situasinya Memang Cukup Sulit Tidak Hanya Di Sepak Bola Tetapi Juga Di Seluruh Dunia

Tetapi biar bagaimanapun keselamatan semua pihak lebih penting ketimbang laga di lapangan. Wabah virus Corona memang semakin menyebar saat ini. Bahkan beberapa elemen sepak bola seperti pemain, ofisial, hingga pemilik klub sudah terinfeksi virus tersebut. Sejumlah pertandingan dan liga juga akhirnya ditunda karena penyebaran virus Corona. Bahkan beberapa opini menyarankan semua kompetisi dihentikan hingga musim panas nanti.

Situasinya memang cukup sulit tidak hanya di sepak bola tetapi juga di seluruh dunia. Dan rasanya mungkin aneh menjalankan pertandingan tanpa penonton. Karena sepak bola ada untuk fans jika tanpa fans dalam suatu pertandingan, pertandingan bukanlah apa-apa.

Dan dalam menyikapi kondisi seperti ini semua orang harus berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada kepentingan publik. Karena itu, demi mengantisipasi persebaran virus Corona, harus disepakati menghentikan kompetisi sepak bola dan olahraga lain yang dapat mengundang kerumunan massa di satu tempat.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium – The Gunners Arsenal berhasil menahan imbang 1-1 Leicester City di Emirates Stadium, London pada Rabu (8/7/20) dini hari WIB. Sesungguhnya Arsenal unggul 1-0 hingga kurang 6 menit laga akan berakhir ketika Jamie Verdy akhirnya menyamakan kedudukan. Hasil ini membuka Arsenal kepersaingan perebutan 4 besar zona Liga Champions dan Liga Eropa. Arsenal menambah 3 poin menjadi 50 poin diposisi ke-7 hanya selisih 5 poin dari zona Liga Eropa.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Sementara itu Leicester harus terlempar dari posisi ke-3 dengan 59 poin. Mereka tergeser oleh Chelsea dengan 60 poin yang malam itu menang 3-2 atas tuan rumah Crystal Palace. Manchester United mengintip diposisi ke-5 dengan 55 poin menyisakan satu laga ke-34 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham pada Jumat (10/7/20) pukul 02.15 WIB dini hari.

Jika Manchester United memenangkan laga tersebut maka mereka tetap diposisi 5 namun hanya selisih satu poin dengan Leicester diposisi 4. Peluang menggeser The Fox semakin terbuka. Usai laga imbang di Emirates tersebut membuat Jose Mourinho semakin bersemangat membawa Tottenham Hotspur menambah poin untuk turut persaingan meraih setidaknya ke zona Liga Eropa. Mereka akan bertanding melawan Bournemouth pada Jumat (10/7/20) dini hari WIB.

Jika Spurs menang maka pasukan Mourinho berhasil mengumpulkan 51 poin dan ini akan menggeser posisi Arsenal (50 poin). Peluang itu tetap terbuka bagi Spurs terlepas adanya insiden perkelahian antara Son Heung-min dengan Hugo Llori ketika mereka bertanding lawan Everton pekan lalu.

Usai Leicester bermain imbang dengan Arsenal dan Chelsea menang atas Crystal Palace maka persainan 4 besar semakin ketat. Sesungguhnya diposisi zona Liga Champions ini hanya menyisakan 2 tempat lagi. Sedangkan dua lainnya sudah pasti dimiliki oleh Liverpool dan Manchester City. Kecuali jika City akhirnya dijatuhi sanksi oleh UEFA, tidak diperbolehkan ikut Liga Champions tahun depan, maka posisi tim ke-5 yang akan menggantikannya.

Laga antara Arsenal lawan Leicester sebenarnya sangat menarik dinikmati. Pasukan asuhan Mikel Arteta ini sudah unggul 1-0 hingga menit ke-84. Terjadi hukuman kartu merah untuk Eddie Nketiah dimenit ke-75 sehingga Gunners harus bermain 10 pemain. Akhirnya Jamie Vardy mencetak gol untuk Leicester City dari assis Demaray Gray hanya 4 menit sebeleum laga berakhir. Golnya sekaligus menggagalkan kemenangan Arsenal keempat secara beruntun.

The Gunners memimpin terlebih dulu pada menit ke-21 ketika umpan bagus dari Dani Ceballos kepada Bukayo Saka, lalu dia melakukan umpan silang terukur untuk Pierre-Emerick Aubameyang untuk menyelesaikannya menjadi gol. Peluang Leicester usai jeda untuk menyamakan kedudukan datang dari Kelechi Iheanacho namun tendangan volinya dapat diselamatkan oleh kiper Gunners Emiliano Martinez.

Dengan 15 menit laga tersisa, pemain pengganti Arsenal, Eddie Nketiah dikeluarkan dari lapangan karena pelanggaran berbahaya kepada James Justin. Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu merah langsung. Sejak itu Arsenal bermain hanya dengan 10 pemain.

Leicester berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka saat Vardy mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84 memanfaatkan umpan silang rendah dari Damarai. Gol ini membawanya ke puncak pencetak gol terbanyak Liga dengan 22 gol untuk musim ini. Verdy mengembalikan keunggulan dua golnya di depan Aubameyang dalam persaingan untuk meraih Sepatu Emas Premier League. Selamat untuk Arsenal dan Leicester yang berbagi angka di laga mereka ke-34.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama – Atalanta meraih delapan kemenangan secara beruntun, sedangkan Inter Milan masih hobi saja membikin fansnya merengut. Pada lanjutan Liga Italia pekan ke-30 pada akhir pekan lalu menjadi catatan penting bagi Atalanta, klub besutan Gian Piero Gasperini meraih kemenangannya yang kedelapan secara beruntun, empat diantaranya didapatkan selepas kompetisi digulirkan kembali di era new normal ini.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Sementara itu, Inter Milan kembali menunjukkan identitas mereka, inkonsisten. Justru ketika dibutuhkan poin untuk mengejar Juventus di puncak klasemen dan ketika menghadapi tim medioker sekelas Bologna yang harus dikalahkan karena bermain di Giuseppe Meazza, Inter malah kalah. Itulah nasib yang berbeda diraih oleh kedua tim yang sama-sama memakai jersey berwarna hitam biru pada akhir pekan lalu, meskipun pada urutan klasemen Liga Italia sementara Inter berada diurutan ketiga dengan poin 64, sementara Atalanta membuntutinya di posisi ke-4 dengan koleksi 63 poin.

Atalanta melanjutkan tren kemenangan saat membekuk tuan rumah Cagliari 1-0. Dalam laga yang digelar di Sardegna Arena yang berada di pulau Sardinia itu, gol tunggal tim tamu dibuat oleh striker tengil Luis Muriel lewat titik putih di menit ke-27. Dengan hasil ini Atalanta mencatatkan delapan kemenangan secara beruntun di Liga Italia. Mereka juga hanya sekali kalah dalam 14 laga terakhir. Satu-satunya kekalahan yang diperoleh Muriel dkk itu terjadi saat mereka takluk 1-2 dari Spal di kandang pada Januari lalu.

Lebih luar biasanya lagi, dengan penampilan impresif Atalanta nan permainan yang begitu menghibur dalam menorehkan catatan di atas. Mereka menjadi tim tersubur di Liga Italia pada musim ini dengan 83 gol. Koleksi gol yang diperoleh klub asal Bergamo ini bahkan lebih banyak 20 gol dari Juventus yang memuncaki klasemen sementara. Si Nyonya Tua hingga pekan ke-30 ini baru membuat 63 gol.

Dengan terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Atalanta yang saat ini kita ketahui bersama menempati peringkat keempat berpeluang menyodok ke urutan kedua. Tapi laju kemenangan Atalanta bakal mendapat banyak rintangan berat di delapan pekan terakhir Liga Italia. Mereka harus menghadapi lawan-lawan sulit semacam Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

Namun saya kira masih akan ada kejutan yang bisa dihadirkan oleh Atalanta meski prediksi diatas kertas lawan mereka ini berat tapi dengan materi pemain yang solid dan permainan cerdas olahan dari coach Gasperini, Insya Allah mereka bisa melewatinya dengan mudah, amin!

Sebelum laga ini digelar beberapa prediksi memihak Inter karena tim besutan Antonio Conte itu menunjukkan bahwa mereka punya modal cukup untuk mengalahkan Bologna dengan mudah. Modal kemenangan 6-0 pada laga sebelumnya kontra Brescia membuat armada Nerazzurri sebutan Inter sangat percaya diri.

Inter sendiri memang sempat unggul terlebih dahulu di awal babak pertama ketika sundulan Lautaro Martinez dari umpan silang Ashley Young memantul ke tiang jauh, dan Romelu Lukaku langsung menyambarnya untuk mencetak gol. Di babak kedua, Inter sempat mendapatkan angin segar setelah Bologna harus main dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Roberto Soriano. Namun Bologna justru mampu mencetak gol balasan di menit ke-74 lewat sepakan Musa Juwara.

Tiga menit usai gol Bologna, giliran Inter yang harus kehilangan pemain. Adalah bek muda mereka, yakni Alessandro Bastoni mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Juwara dan harus meninggalkan lapangan. Selepas sama-sama bermain dengan 10 pemain, Inter malah semakin kelimpungan yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh Bologna untuk membalikkan keadaan setelah Musa Barrow mencetak gol di menit ke-80. Meski dapat beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, Inter gagal mengamankan poin dari laga ini.

Meski sempat unggul duluan, Inter Milan akhirnya takluk di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2 dari Bologna. Selepas laga usai, sang pelatih, Antonio Conte mengurung para pemainnya satu jam di ruang ganti! Alamak. Hal ini diyakini, Conte begitu kecewa apalagi fansnya yaa Allah….Keunggulan 1-0 sirna, apalagi ditambah oleh kegagalan Lautaro Martinez mengeksekusi penalti yang terjadi pada menit ke-62. Namun, malam itu, rona Conte adalah cerminan rona Inter yang gemar membuat kecewa.

Kesalahan-kesalahan yang dipertontonkan pemain Inter seperti menjadi sebuah tradisi meski sudah berganti pelatih. Apakah Inter tak pernah belajar? Inter memang seperti keledai yang paling tertinggal di kelasnya: jatuh di kubangan yang sama.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini – Bicara soal kiprah Barcelona musim ini, rasanya seperti menonton sebuah Telenovela. Drama demi drama muncul, bahkan sejak musim belum dimulai. Kisah Telenovela El Barca musim ini dimulai, dengan drama transfer Neymar dan Antoine Griezmann. Dua tukang gedor kelas dunia ini diincar, untuk melengkapi komposisi trisula lini depan El Barca, yang sudah diisi Lionel Messi dan Luis Suarez.

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Telenovela ala El Barca kiprah Barcelona Musim Ini

Sebenarnya, Barca sudah punya Phillipe Coutinho dan Ousmane Dembele, dua pemain termahal dalam sejarah klub. Masalahnya, dua pemain mahal itu sama-sama bermasalah. Coutinho akrab dengan inkonsistensi performa, sementara Dembele akrab dengan cedera otot kaki. Berangkat dari situlah, Barca lalu membidik Neymar dan Griezmann, dengan memanfaatkan situasi keduanya. Neymar ingin kembali ke Barcelona, sementara Griezmann sedang mencari tantangan baru.

Untuk nama kedua, Barca memang berhasil. Meski sempat ada tarik ulur dengan Atletico Madrid, pemenang Piala Dunia 2018 ini mendarat di Nou Camp, setelah klausul pelepasannya yang bernilai 120 juta euro dibayar El Barca. Untuk nama pertama, Barca menemui jalan buntu dengan PSG. Meski begitu, drama belum sepenuhnya selesai, karena baik Barca maupun Neymar sama-sama saling melempar kode ketertarikan untuk “balikan”.

Drama ini bisa dipastikan akan berkepanjangan, karena imbas pandemi COVID-19. Barca yang awalnya berencana memulangkan Neymar di musim panas tahun ini, dipaksa menunda rencana itu. Dengan kondisi keuangan yang kurang stabil, bisa dipastikan Barca akan main aman.

Terbukti, pada bursa transfer musim panas ini, El Barca memilih strategi “barter” saat memboyong Miralem Pjanic dari Juventus. Selain Pjanic, Barca juga mengincar Tanguy Ndombele (Tottenham Hotspur) dengan menyertakan Coutinho dan Nelson Semedo sebagai bagian dari paket transfer.

Saat musim kompetisi berjalan, drama demi drama bermunculan. Di dalam lapangan, Barca dihinggapi masalah inkonsistensi performa, suasana ruang ganti yang kurang kondusif, dan ketergantungan besar pada seorang Lionel Messi. Babakan drama ini berakhir pada pemecatan pelatih Ernesto Valverde, yang diganti dengan Quique Setien, setelah sebelumnya sempat mendekati Xavi Hernandez. Pada prosesnya, drama ini juga diwarnai dengan skandal “Barcagate”, yang sempat membuat internal klub gonjang-ganjing, terutama di tingkat direksi.

Saat pandemi COVID-19 memaksa kompetisi vakum sejenak, drama kembali muncul, setelah terjadi tarik ulur antara pemain tim utama dengan manajemen klub, terkait penyesuaian gaji. Beruntung, drama ini tak berlarut-larut, setelah Lionel Messi selaku kapten tim, mencapai titik temu dengan pihak klub.

Sayangnya, saat kompetisi kembali bergulir, masalah dalam kemasan drama kembali muncul. Kali ini, friksi di ruang ganti pemain kembali muncul, menyusul hasil imbang 2-2 di pertandingan melawan Celta Vigo dan Atletico Madrid.

Dua laga ini bisa dibilang cukup dramatis, karena Barca selalu kebobolan di menit akhir. Akibatnya, posisi Quique Setien mulai goyah, seiring naiknya Real Madrid ke puncak klasemen sementara La Liga.

Melihat panjangnya drama, yang harus dilalui Barca musim ini, sulit untuk mengharapkan situasi membaik dalam waktu singkat, karena rangkaian drama bak Telenovela sudah ada sejak semua belum dimulai. Jika dijadikan sebagai sebuah drama, perjalanan Barca musim ini layak diberi judul “Barcanovela”.

Tapi, berhubung musim ini masih belum berakhir, masih ada kesempatan untuk Barca memilih sendiri akhir cerita mereka. Alurnya bisa saja dramatis seperti kejadian-kejadian sebelumnya, dengan pilihan “happy ending” atau “sad ending” bagi mereka, tergantung dari bagaimana performa Barca di atas lapangan setelah ini.

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris – Atletico Madrid kabarnya menolak tawaran dari sebuah klub Liga Primer untuk Felix pada musim panas tahun lalu.
Atletico Madrid menolak tawaran €150 juta (£135 juta/$168 juta) untuk Joao Felix dari sebuah klub Liga Primer Inggris, demikian menurut sumber yang dekat klub La Liga Spanyol itu kepada Goal.

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Atletico Madrid Tolak Tawaran €150 Juta Untuk Joao Felix Dari Klub Liga Primer Inggris

Penyerang asal Portugal berusia 20 tahun itu bergabung ke Los Rojiblancos dari Benfica pada musim panas 2019, meski hal itu tidak menghentikan tim Inggris mendekati Atletico terkait transfer jelang pandemik virus corona. Tawaran itu, yang datang dari klub yang tidak disebutkan namanya dan ingin mendatangkan Felix pada musim panas ini, dianggap sebagai sesuatu yang serius, namun langsung ditolak pihak Atletico.

Felix cukup diperhitungkan di Wanda Metropolitano, apalagi Atletico mengeluarkan dana €126 juta (£122 juta/$142 juta) untuk mendatangkan sang pemain dari Benfica jelang hengkangnya Antoine Griezmann ke Barcelona pada tahun lalu.

Atletico bahkan memenangkan persaingan dengan Real Madrid, Manchester City, Juventus, dan beberapa klub yang lain untuk mendapatkan Felix. Felix mencetak delapan gol dan membuat tiga assist dari 29 penampilan untuk Atletico pada musim ini, dengan sempat beberapa kali mengalami cedera engkel.

Felix mencetak dua gol dalam penampilan pertamanya setelah La Liga kembali bergulir akibat Covid-19, yakni ketika Atletico menang 5-0 atas Osasuna. Felix disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan sehingga Atletico enggan berpisah dengan aset berharga mereka itu.

Dengan kondisi keuangan klub-klub sepakbola terdampak akibat wabah virus corona, masih belum dipastikan apakah ada yang tertarik berusaha mendapatkan Felix dari Atletico pada musim panas ini. Goal mengonfirmasi, City tertarik pada Felix sebelum kepindahannya ke Atletico, meski belum jelas apakah Pep Guardiola akan melakukan pendekatan lanjutan yang lebih baru.

Beberapa orang menyarankan agar Felix bergabung ke klub besar Eropa lainnya. Rekan senegaranya, Carlos Carvalhal, memberikan masukan agar sang striker pindah ke Real Madrid.

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol – Bayern Munich tetap tampil trengginas pada partai penutup musim dan mengemas kemenangan telak di Volkswagen Arena. Bayern Munich memungkas perjalanan mereka di Bundesliga 2019/20 dengan kemenangan telak 4-0 atas tuan rumah VfL Wolfsburg di Volkswagen Arena, Sabtu (27/6) malam WIB.

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Thomas Muller Cetak Rekor Assist Robert Lewandowski Tutup Musim Dengan 34 Gol

Robert Lewandowski kembali memamerkan ketajaman dengan melesakkan gol liga ke-34-nya musim ini. Tiga gol lain lahir dari kontribusi Kingsley Coman, Michael Cuisance, serta Thomas Muller, yang pada laga ini juga menciptakan rekor baru untuk jumlah assist terbanyak dalam semusim.

Skuad Hansi Flick yang sudah dipastikan juara sejak dua pekan silam finis dengan perolehan total 82 poin, unggul 13 atas runner-up Borussia Dortmund, yang pada saat bersamaan dipermalukan Hoffenheim empat gol tanpa balas di kandang sendiri.

The Bavarians masih berpeluang mewujudkan treble. Pekan depan mereka akan melakoni final DFB-Pokal menghadapi Bayer Leverkusen, dan pada Agustus mendatang Bayern dijadwalkan memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions versus Chelsea.

Hanya berjarak empat menit dari sepak mula, Bayern sudah memecahkan kebuntuan. Muller menyuplai assist ke-21 musim ini dengan memberikan bola terobosan terukur kepada Coman, yang tidak membuang kesempatan emas untuk membuka skor.

Keunggulan Bayern bertambah delapan menit sebelum turun minum. Gelandang belia Prancis Cuisance melesakkan gol indah melalui tembakan roket dari luar kotak menuju kiri atas gawang Koen Casteels. Casteels cukup beruntung tidak diusir keluar lapangan meski tampak melakukan handball saat mencoba menghalau bola di luar areanya. Tinjauan VAR memutuskan tak ada kesalahan yang dilakukan sang kiper.

Pada ujung babak pertama VAR juga menganulir gol Daniel Ginczek karena pelanggaran terhadap bek sayap Bayern Alvaro Odriozola. Setelah beberapa kali gagal menaklukkan Casteels, Lewandowski akhirnya berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-72 dari titik putih. Penalti diberikan menyusul pelanggaran Josuha Guilavogui terhadap Cuisance. Guilavogui diganjar kartu kuning kedua karena aksinya tersebut.

Bayern makin merajalela di sisa pertandingan dan melengkapi pesta kemenangan dengan gol penutup dari Muller 11 menit jelang bubaran.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford – Anthony Martial mengemas tiga gol atau hattrick saat Manchester United melumat tamunya Sheffield United 3-0 dalam laga pekan ke-31 Liga Inggris yang digelar tanpa penonton di Old Trafford. Kemenangan tersebut memperbesar peluang Setan Merah menembus posisi empat besar klasemen Liga Inggris.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Tiga gol penyerang Prancis itu membuat MU yang berada di posisi kelima klasemen kini mengoleksi 49 poin. United kini hanya terpaut dua poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat. Sedangkan bagi Sheffield, yang mengantongi 44 poin, kekalahan itu membuat mereka tertahan di urutan kedelapan setelah disalip oleh Tottenham Hotspur (45 poin) sehari sebelumnya.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer untuk pertama kalinya memainkan Paul Pogba dan bintang baru MU, Bruno Fernandes, secara bersamaan sejak sepak mula dan hal itu tampak berpengaruh atas penampilan mereka yang menekan sejak awal laga. Tujuh menit pertandingan berjalan, MU sudah membuka keunggulan ketika umpan silang Marcus Rashford bisa diselesaikan dengan baik oleh Martial.

Fernandes nyaris menggandakan keunggulan MU pada menit ke-18 lewat tembakan jarak jauh, yang masih bisa ditepis oleh kiper Simon Moore ke atas mistar gawang. Tim tamu baru bisa benar-benar mengancam pertahanan MU pada menit ke-30 lewat sepakan luar kotak penalti John Lundstram yang masih melambung dari sasaran.

MU menggandakan keunggulannya pada menit ke-44 lewat gol kedua Martial, yang kali ini berasal dari umpan silang bek kanan Aaron Wan-Bissaka. Pada injury time babak pertama Mason Greenwood hampir menambah keunggulan MU, tetapi tembakannya bisa diamankan oleh Moore dan kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Pertandingan babak kedua masih berada di bawah kendali MU yang akhirnya memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0 ketika Martial melengkapi torehan trigolnya memanfaatkan umpan terobosan dari Rashford.

Peluang Sheffield membalas lewat Oliver McBurnie masih mudah dijinakkan oleh penjaga gawang MU David de Gea. Sedangkan penyerang pengganti MU Odion Ighalo mendapati tembakannya bisa ditepis Moore semenit jelang bubaran waktu normal.

Di laga pekan ke-32, MU akan menyambangi markas Brighton & Hove Albion pada Selasa (30/6/2020) waktu setempat (Rabu WIB), sementara Sheffield baru main dua hari kemudian menjamu Tottenham Hotspur.

Pendidikan Moral Sangat Penting Sebelum Masuk ke Dunia Sepak Bola

Pendidikan Moral Sangat Penting Sebelum Masuk ke Dunia Sepak Bola – Bos Manchester City Pep Guardiola mengharapkan ada pendidikan moral untuk para publik sepak bola untuk menghargai para pemain bola yang memiliki kulit hitam. Hal ini diungkapkan usai ada pesawat dengan banner bertuliskan ‘White Lives Matter Burnley.

Pesawat itu terlihat saat Manchester City menghadapi Burnley pada Selasa (23/6) dini hari tadi. Padahal saat itu, kedua tim sedang menunjukkan solidaritas dengan memakai jersey ‘Black Lives Matter’. Ini merupakan sebuah gerakan yang telah menjadi kesepakatan semua klub untuk memakai di sisa pertandingan Liga Premier Inggris.

Pendidikan Moral Sangat Penting Sebelum Masuk ke Dunia Sepak Bola

Pendidikan Moral Sangat Penting Sebelum Masuk ke Dunia Sepak Bola

Namun, Burnley pun langsung bertindak cepat untuk memperingatkan bahwa ada oknum yang bertanggung jawab atas spanduk yang membuat geram seluruh publik sepak dunia. Bahkan kapten Burnley, Ben Mee mengatakan bahwa seluruh pemain dan staf pelatih merasa sangat “malu” atas tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Sedangkan, Pep Guardiola sangat mengecam keras dan mengatakan bahwa perjuangan sepak bola saat ini adalah untuk mengakhiri ketidakadilan. Hal itu bisa dimulai dalam pendidikan usai dini di sekolah.

Manajer dan kapten [Burnley] telah mengirim pernyataan keras dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Menghargai sesama adalah hal yang paling penting dalam sepakbola, katanya.

Zulkifli Sykur Buka-bukaan Alasan Gagal Mendekat ke Sriwijaya FC serta Kembali pada PSM

Makassar – Untuk bek papan atas di Liga Indonesia, Zulkifli Sykur ringkas tidak kesusahan memperoleh club dalam tiap musim. Setelah bawa Arema Indonesia mendapatkan piala juara Liga Super Indonesia 2009-2010, dia terima penawaran manajemen Persib Bandung yang ingin menggunakan jasanya pada musim 2011-2012. Walau cuma dapat bawa Persib menempati di papan tengah musim itu, pamor Zulkifli tidak surut.

Di akhir musim, Partner Kukar yang tengah membuat team bermodalkan besar waktu itu menawari Zulkifli Sykur masuk. Bersama-sama club asal Tenggarong itu, perolehan paling baik Zulkifli ialah menempati di rangking tiga pada Liga Super Indonesia 2013. Prestasi yang termasuk cukup buat club yang baru saja tersebar di pertandingan kelas paling tinggi tanah air.

Diambil dari kanal Youtube Ferdinand Sinaga, Zulkifli akui kerasan dengan situasi team serta sarana yang didapat di Partner Kukar. Itu kenapa, dia dapat tahan lama di club itu.

Pada 2015, sebenarnya, Zulkifli ingin merasai rintangan serta situasi baru. Waktu itu, manajemen Sriwijaya FC melalui pelatih senior Benny Dolo intensif merajut komunikasi dengannya. Kebetulan kontraknya dengan Partner Kukar telah usai.

“Komunikasi berjalan mulus. Saya serta Sriwijaya FC juga setuju pada harga. Saya juga menjanjikan akan tiba waktu rilis team. Tetapi, awalnya, saya katakan ke Om Benny akan pamit dahulu dengan manajemen Partner Kukar. Om Benny mempersilakan,” ingat Zulkifli.

Zulkifli juga mengontak Roni Fausan, manager Partner Kukar waktu itu.

“Saya menerangkan fakta saya ingin ke Sriwijaya FC pada beliau. Jawabannya tidak tersangka. Beliau bersikukuh minta saya bertahan. Terus jelas saya benar-benar tidak enak hati dengan Sriwijaya FC, khususnya dengan Om Benny,” kata Zulkifli.

Akhirnya, waktu rilis team Sriwijaya, Zulkifli tidak ada walau namanya turut disebutkan.

Sudah diketahui, Liga Indonesia 2015 yang disponsori QNB Bank berhenti mengejar perselisihan PSSI dengan Kemenpora. Dampaknya, FIFA juga putuskan membekukan posisi PSSI. Tetapi, di tahun yang sama, Zulkifli Sykur memberi piala juara Piala Jenderal Soedirman pada Partner Kukar.

Kembali pada PSM

Setelah dari Partner Kukar, Zulkifli Sykur pernah menguatkan Borneo FC di Torabika Soccer Championship 2016. Musim selanjutnya, Zulkifli pada akhirnya kembali pada PSM mendekati Liga 1 2017. Ada unsur sebagai fakta Zulkifli waktu itu.

Pertama, unsur Robert Alberts yang telah mengatasi PSM semenjak TSC 2016. Robert bukan pelatih asing buat Zulkifli sebab sempat bekerja bersama waktu bawa Arema Indonesia mendapatkan piala juara Liga Super Indonesia 2009-2010.

“Buat saya, Roberts bukan sebatas pelatih. Dia dapat juga jadi kawan serta pimpinan yang baik,” papar Zulklifi.

Zulkifli percaya, bersama-sama Robert, PSM akan memiliki prestasi, miminal tempati tiga besar. Dapat dibuktikan dalam dua musim berturut-turut, PSM menempati di rangking tiga pada Liga 1 2017 serta naik satu tingkat pada musim selanjutnya. Ke-2, unsur manajemen yang dikontrol Munafri Bijakuddin.

“Manajemen PSM sekarang ini jauh tidak sama dengan dahulu. Sekarang, PSM semakin menghormati pemain lokal Makassar,” tandas Zulkifli.