Manchester United Tim Pejuang Degradasi dan Penentuan di Penghujung Juli

Spread the love

Manchester United Tim Pejuang Degradasi, dan Penentuan di Penghujung Juli – Tinggal menghitung hari untuk pergi. Tinggal beberapa hari lagi. Namun, bagi beberapa tim Liga Inggris, Juli yang tinggal beberapa hari itu akan terasa sangat mendebarkan. Para suporter akan berharap-harap cemas menunggu akhir cerita nasib tim mereka. Sedikitnya ada enam tim di Liga Inggris yang tengah diliputi ketegangan perihal nasib mereka. Apakah akan bisa bermain di Liga Champions, apakah tetap bermain di Liga Inggris, atau malah akan turun divisi dan entah kapan akan bisa kembali ke Premier League. Semuanya akan ditentukan pada penghujung Juli ini.

Manchester United Tim Pejuang Degradasi dan Penentuan di Penghujung Juli

Manchester United Tim Pejuang Degradasi, dan Penentuan di Penghujung Juli

Salah satu tim yang akan melakoni penentuan nasib di penghujung Juli adalah Manchester United (MU). Klub peraih gelar terbanyak Liga Inggris ini akan berjuang di dua laga terakhir demi “selembar” tiket ke Liga Champions musim depan. Kita tahu, dari empat ‘tiket’ ke Liga Champions 2020/21 yang diperuntukkan bagi tim Inggris, dua diantaranya dipastikan menjadi milik Liverpool dan Manchester City. Dua tiket tersisa kini diperebutkan MU, Chelsea, dan Leicester City di penghujung liga.

Manchester atau Kamis (23/7) dini hari waktu Indonesia, MU akan menjamu West Ham United di Old Trafford. Sebuah perjamuan mencekam karena kekalahan di laga ini akan bisa berujung duka berkepanjangan bagi kedua tim. Bagi MU yang masih ada di peringkat 5 dan masih punya sisa dua laga, menjamu West Ham akan menjadi kesempatan terbesar mereka bila ingin tampil di Liga Champions. Sebab, kemenangan akan membuat mereka masuk empat besar. Bila menang, MU (62 poin) akan meraih 65 poin yang berarti melewati perolehan poin Leicester City (62 poin).

Menariknya, di pertandingan terakhir, MU akan away ke markas Leicester (26/7). Itu akan menjadi “laga hidup mati” bagi kedua tim. Sementara Chelsea (63 poin) akan away ke Anfield melawan Liverpool (22/7) dan di pertandingan terakhir menjamu Wolverhampton (26/7). Meski berat, tetapi jadwal Chelsea sejatinya ‘lebih sederhana’ dibanding MU dan Leicester. Sebab, dengan hanya meraih satu kemenangan, Chelsea sudah dipastikan lolos.

Sangat penting. Apalagi bagi klub sebesar dan setenar Manchester United. Bisa lolos ke Liga Champions bukan hanya tentang gengsi atau kesempatan memperoleh fee di setiap pertandingan Liga Champions. Namun, lolos ke Liga Champions akan membuat Tim Setan Merah–julukan Manchester United, memiliki keuntungan jangka panjang dalam mempersiapkan tim menyambut kompetisi musim 2020/21. Dengan ‘iming-iming’ tampil di Liga Champions, mereka akan lebih mudah bila ingin mendatangkan pemain-pemain bintang demi memperkuat klub. Tentunya itu juga berdampak pada aspek bisnis klub dan juga branding klub di tahun-tahun mendatang.

Sebenarnya apa makna pentingnya lolos ke Liga Champions bagi sebuah tim

Akan beda ceritanya bila mereka gagal lolos dan hanya tampil di kompetisi “kelas dua” Eropa bernama Europa League. MU bakal ‘dilupakan’. Mereka akan kesulitan merayu pemain-pemain top. Sebab, mayoritas pemain top Eropa maunya ya main di Liga Champions. Adapun bagi West Ham United, laga di Old Trafford nanti juga sangat krusial bagi mereka. Bukan tentang Liga Champions, melainkan tentang demi tetap survive di Premier League. Ya, bila tidak kalah di Old Trafford dini hari nanti, West Ham dipastikan akan bertahan di Liga Inggris. Tambahan satu poin akan membuat West Ham meraih 38 poin, dan itu sudah aman dari ancaman degradasi.

MU memang lebih diunggulkan untuk menang. Meski baru tersingkir di semifinal Piala FA usai kalah 1-3 dari Chelsea (19/7), rasanya MU bisa langsung move on demi menyambut laga penting ini. Memang, di pertemuan pertama d London pada 23 September 2019 lalu, MU kalah 0-2. Namun, itu cerita lalu. Sejak Liga Inggris kembali bergulir setelah jeda akibat pandemi, MU belum terkalahkan. Di tujuh laga setelah restart Liga Inggris, mereka menang 5 kali dan dua kali imbang. Namun, pelatih MU, Ole Solskjaer wajib mewaspadai semangat tim-tim yang tengah berjuang lepas dari degradasi.

Sebab, dalam situasi menentukan nasib seperti saat ini, tim-tim “pejuang degradasi” bisa tampil mengejutkan. Apa yang terjadi pada Arsenal, Rabu (22/7) dini hari tadi, bisa menjadi pelajaran bagi pemain-pemain MU dan Solskjaer. Arsenal yang lebih diunggulkan, malah kalah 0-1 dari Aston Villa, tim yang tengah berada di tepi jurang degradasi dan sangat butuh kemenangan untuk selamat. Bagaimana bisa, Arsenal yang sebelumnya tampil gagal dengan mengalahkan Liverpool dan Manchester City dan termotivasi lolos ke Europa League (finish di peringkat 5-6), malah kalah dari Aston Villa yang berada di peringkat 17.

Namun, itulah letupan semangat tim-tim pejuang degradasi. Dalam hal ini, pemain-pemain Aston Villa boleh jadi punya motivasi menang lebih besar dari pemain-pemain Liverpool dan Manchester City. Sebab, mereka bermain dengan pertaruhan “selamat atau kiamat”. Semangat seperti itulah yang akan diusung pemain-pemain West Ham di laga nanti. Ya, bagi tim-tim yang berjuang untuk selamat degradasi alias tetap bertahan di Premier League, itu nilainya bahkan mungkin lebih besar dari Liga Champions. Sebab, satu pertandingan bisa senilai satu musim kompetisi.

Pasalnya, bila tim terdegradasi dan turun ke Divisi Championship, tidak ada jaminan mereka bakal langsung bisa promosi kembali ke Premier League di tahun depan. Sebab, persaingan di Divisi Championship tidak kalah ketat dibanding Liga Inggris (Premier League). Championship yang diisi 24 tim, lebih banyak dari Premier League yang diisi 20 tim. Apalagi, hanya ada dua tim saja yang langsung promosi. Empat tim lainnya akan berjuang lewat jalur play off demi berebut ‘satu tiket’ promosi ke Premier League. Berat kan?

Perihal perjuangan tim pejuang degradasi ini tidak hanya terjadi di Liga Inggris. Di Liga Spanyol yang mempertandingkan pertandingan terakhir pada akhir pekan kemarin, sang juara Real Madrid juga merasakan sulitnya mengalahkan tim pejuang degradasi. Real Madrid ditahan imbang Leganes 2-2. Leganes yang butuh menang untuk selamat dari degradasi, tampil luar biasa. Meski dua kali tertinggal, mereka bisa menyamakan skor. Namun, hasil imbang itu tidak mampu menyelamatkan mereka. Leganes terdegradasi ke Segunda Division Spanyol karena finish di posisi 18.

Ironisnya, poin Leganes (36) hanya berselisih satu poin dari Celta Vigo (37). Andai Leganes bisa menambah satu gol ke gawang Real Madrid, mereka akan selamat karena mengumpulkan 38 poin. Pada akhirnya, menarik ditunggu bagaimana akhir cerita penghujung Juli di Liga Inggris. Menarik ditunggu siapa dua tim yang akan mendapatkan dua ‘tiket’ tersisa ke Liga Champions. Apakah MU, Chelsea, atau Leicester. Dan yang tidak kalah menarik, siapa tim yang akhirnya menemani Norwich City ke Divisi Championship. Merujuk pada posisi di klasemen, Bournemouth (31 poin) dan Watford (34 poin) sepertinya akan sulit keluar dari zona merah.

Apalagi, di laga pamungkas, Bournemouth akan away ke markas Everton dan Watford bermain di rumahnya Arsenal. Tentu akan sulit bagi mereka untuk menambah poin. Artinya, Aston Villa dan West Ham United yang bertemu di laga terakhir, kemungkinan besar akan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *