Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho – Rentetan hasil positif dengan formasi 3-4-3 dari Arsenal akhirnya menemui pemberhentian. Setelah hanya imbang dengan Leicester City, permainan Arsenal mulai terdapat celah yang masih dapat dimanfaatkan oleh lawannya.

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Satu Hal yang Dilupakan Arteta tentang Mourinho

Sebenarnya hal ini sempat tersinggung di laga perdana Arsenal ketika menggunakan formasi itu–di Piala FA–atau pun ketika Arsenal mengalahkan Norwich City di Premier League. Arsenal memang bermain lebih baik pasca kekalahan dari Manchester City dan Brighton, namun mereka masih membiarkan lawan untuk membuat teror ke gawang Emiliano Martinez.

Entah karena ini bagian dari konsekuensi penggunaan formasi itu, atau memang Mikel Arteta ingin membuat semacam jebakan agar lawan dapat dipukul mundur dengan serangan cepat. Tetapi bagaimana jika mereka berhadapan dengan klub yang secara kualitas tidak beda jauh?

Sebenarnya ini sempat dikhawatirkan ketika mereka melawat ke markas Wolverhampton Wanderers. Namun, ternyata The Gunners sukses menundukkan sang tuan rumah. Tetapi, kekhawatiran bahwa permainan mereka akan mulai terbaca benar terjadi saat bertemu Leicester. The Foxes mampu menandingi solidnya pertahanan David Luiz dan Skhodran Mustafi dengan duel one-on-one atau dengan serangan balik.

Brendan Rogers rupanya tahu bahwa dengan formasi 3-4-3 cara bertahan Arsenal akan langsung berkumpul di tengah, maka cara agar dapat membongkar kerapatan itu adalah dengan memancing 1-2 pemain untuk keluar dari zona bertahannya. Taktik seperti ini sebenarnya bukan tanpa cela, tetapi bagi tim yang sedang tidak diunggulkan akan berupaya tak peduli dengan hasil 50-50 ketika terdapat peluang. Situasi ini yang rupanya cukup terlihat di laga terbaru, yaitu derbi London Utara.

Son Heung-min menjadi bintang di derbi ini dengan membawa Spurs menang 2-1 (1 gol dan 1 asis). Gambar: Premierleague via football5star. Son Heung-min menjadi bintang di derbi ini dengan membawa Spurs menang 2-1 (1 gol dan 1 asis). Memang, ketika di awal-awal laga kedua tim langsung mencoba mengancam pertahanan lawan. Bahkan, Tottenham Hotspur sebagai tuan rumah memiliki peluang yang efektif. Hanya, ada satu pemandangan yang entah mengapa terjadi pada Spurs saat ini. Yaitu, cara bermainnya yang tidak begitu menunjukkan kapasitas mereka sebagai eks finalis Liga Champions musim lalu.

Terlepas dari perginya Christian Eriksen, sebagian besar pemain musim lalu ada di Tottenham Hostpur Stadium. Tetapi memang ada benarnya jika ini adalah faktor keberadaan Jose Mourinho sebagai pengganti Maurichio Pocchetino. Ada positif dan negatif ketika Spurs dilatih Mourinho. Negatifnya, mereka akan bermain lebih pragmatis lagi dibandingkan musim lalu. Positifnya, mereka diberitahu cara untuk menang di laga yang penuh gengsi.

Sebagai pelatih kawakan, Mourinho sudah sangat kenyang pengalaman, khususnya dalam menghadapi Arsenal. Nahasnya, sampai sejauh ini terasa benar bahwa musuh Arsenal dari era Arsene Wenger sampai Mikel Arteta adalah Jose Mourinho. Sejak di Chelsea, Manchester United, dan kini Spurs, Mourinho seolah menjadi momok bagi Arsenal. Pelatih asal Portugal itu seolah tahu betul bagaimana cara meruntuhkan Arsenal.

Inilah yang kemudian menjadi satu hal yang terlupakan bagi Arsenal, khususnya bagi Arteta. Dirinya memang mampu meminta anak asuhnya bermain lebih baik dari seniornya, tetapi dia lupa bahwa yang dia hadapi adalah salah satu pelatih yang sangat tricky.
Terlepas dari kegagalannya membawa Real Madrid menjadi klub yang dominan di Spanyol dan Eropa, namun dalam urusan berhadapan dengan klub yang dianggap lebih baik dari klubnya, dia akan cukup tahu caranya untuk mempersulit lawannya.

Satu hal yang diupayakan oleh eks pelatih Porto dan Inter itu adalah beradu mental. Dia tidak segan meminta para pemainnya untuk bermain lebih bertahan, lebih kasar, hingga lebih militan. Inilah yang nyaris sering dilupakan oleh Arsenal. Ditambah dengan posisinya kini sebagai rival dekat, maka sudah pasti Mourinho sangat mendorong para pemainnya untuk keluar dari zona nyaman. Hal ini juga terbukti dari catatan pelanggaran dan kartu kuning Spurs lebih banyak dari Arsenal.

Terlepas dari adanya isu berbau ultimatum tentang kelanjutan karier Harry Kane di Spurs, apabila derbi ini tidak dimenangkan Spurs. Kita bisa cukup sepakat bahwa Mourinho memang lebih lihai mengatur situasi yang tidak cenderung teknikal di lapangan. Dia lebih fokus dengan membuat manajemen mentalitas dibandingkan ramuan taktik yang sejauh ini sangat identik dengan Pep Guardiola dan kini sedang berupaya ditiru oleh Arteta.

Melalui kekalahan ini, Arteta diharapkan menyadari bahwa dirinya juga perlu belajar memahami bagaimana karakteristik lawannya baik secara teknis maupun non-teknis. Jadi, hasil ini tidak sepenuhnya menjadi kiamat bagi David Luiz dkk., karena mereka sebenarnya masih dapat disebut telah bermain maksimal. Terbukti, mereka juga dapat unggul terlebih dahulu maupun menguasai permainan.

Di dalam urusan bertahan, mereka juga mampu menjebak offside Kane dkk. yang artinya secara komunikasi di lini belakang sudah cukup bagus. Tinggal, mereka perlu mengingat bahwa dalam mengalahkan lawan bukan hanya tentang taktik bermain–menyusun formasi, tapi juga pengaruh taktik yang tidak begitu kasat mata-beradu mental.

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu – Barcelona menang ketika bertanding di kandang lawan pada pekan ke 36 kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Menghadapi tuan rumah Real Valladolid, 1-0.

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Barcelona Menang tapi Ujung ujungnya Menangis Karena Terharu

Satu-satunya gol pada pertandingan ini dicetak oleh Arturo Vidal pada menit 15 setelah mendapat umpan dari Lionel Messi.

Berikut ini klasemen sementara Liga Spanyol setelah Barcelona menang melawan tuan rumah Real Valladolid tadi.

Selisih poin antara Real Madrid dan Barcelona satu poin saja, tapi tim asuhan Zinadine Zidane masih memiliki satu sisa pertandingan lebih.
Barcelona hanya memiliki dua pertandingan sisa sebelum mengakhiri kompetisi Liga Spanyol musim ini.

15 Juli 2020 – Barcelona vs Osasuna.

19 Juli 2020- Alaves vs Barcelona.

Sedangkan pertandingan sisa Real Madrid sebagai berikut:

14 Juli 2020 – Granada vs Real Madrid.

16 Juli 2020 – Real Madrid vs Villarreal.

20 Juli 2020 – Leganes vs Real Madrid.

Sila baca juga: Real Madrid Juara Liga Spanyol Musim Ini.

Barcelona menang tipis melawan Real Valladolid, tapi ujung-ujungnya nanti atau pada akhir kompetisi Liga Spanyol musim ini Barcelona menangis?

Gagal juara Liga Spanyol?

Kemungkinan besar ya.

Di atas kertas sulit membendung Real Madrid untuk tampil sebagai juara Liga Spanyol musim ini. Zinadine Zidane sukses meracik strategi dan taktik usai kompetisi yang sempat tertunda karane virus Corona (Covid-19) dilanjutkan kembali, sementara manajer Barcelona Quique Setin sebaliknya.

Sejak awal penunjukkan Quique Setin sebagai manajer menggantikan Ernesto Valverde pada 13 Januari 2020 itu sudah diragukan kapasitasnya mampu menangani para pemain bintang Barcelona. Sempat menjanjikan dengan Barcelona tampil memimpin klasemen sementara, tapi sinarnya redup kini.

Bagaimana dengan Liga Champions? Mampukah Quique Setin mengantarkan Barcelona menang dan menang pada setiap pertandingan dan akhirnya Barcelona juara Liga Champions?

Kembali kecil kemungkinannya, karena keharmonisan tim sudah tidak ada lagi.

Tak heran jika nantinya Barcelona gagal juara Liga Spanyol dan Liga Champions musim ini.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool – The Reds dinobatkan sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya pada matchweek 31 dengan masih memiliki tujuh pertandingan tersisa hingga musim berakhir. Kepastian juara mereka terjadi ketika Chelsea berhasil mengalahkan Manchester City sehingga menutup peluang City untuk mengejar perolehan poin Liverpool.

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Neco Williams dan Curtis Jones Sosok Muda di Tim Utama The Reds Liverpool

Kendati Liverpool sudah meraih trofi juara namun Jrgen Klopp bersumpah untuk terus memasukkan sebelas skuad terbaiknya yang tersedia hingga akhir musim nanti. Beberapa pengamat membuat spekulasi bahwa Klopp akan menurunkan para pemain kedua Liverpool dalam laga sisa mereka. Dengan alasan untuk menambah jam terbang mereka.

Namun ternyata tidak demikian. Liverpool tetap fight full team dengan tim utama mereka saat bertanding melawan Manchester City, Aston Villa dan Brighton dilaga matchweek 32, 33 dan 34 kemarin. Pada laga melawan Manchester City yang berakhir dengan kekalahan 0-4, Liverpool menurunkan starting eleven dengan pemain utama mereka.

Firmino, Sadio Mane, Mohamed Salah sebagai trio penyerang. Trio gelandang juga bersama Henderson, Wijnaldum dan Fabinho. Kuartet bek mereka terdiri dari Virgil van Dijk, Joe Gomez, Arnold dan Robertson mementengi gawang yang dikawal Alisson Becker. Begitu pula ketika mereka melawan Aston Villa tidak mengubah susunan pemain secara drastis.

Hanya ada Alex Chamberlain dan Naby Keita menemani Fabinho dan Divock Origi di posisi Firmino. Itu masih merupakan starting line ups utama mereka. Pada dua laga tersebut ada pemain muda yang diturunkan oleh Jurgen Klopp yaitu Neco Williams dan Curtis Jones. Di bangku cadangan masih ada satu lagi pemain muda yaitu Harvey Elliott yang sempat diturunkan ketika menang 4-0 atas Crystal Palace.

Neco Melakukan Debutnya Dikompetisi Tertinggi Di Inggris

Saat itu dia menggantikan Alexander Arnold dimenit ke-76. Sedangkan Curtis Jones bermain saat The Reds mengalahkan Aston Villa 2-0. Salah satu gol tersebut diciptakan Jones merupakan gol perdananya di Liga Primer. Curtis Jones dengan usia 19 tahun, 157 hari adalah pemain Liverpool termuda yang mencetak gol Liga Premier sejak Trent Alexander-Arnold (19 tahun, 80 hari) versus Swansea pada Desember 2017.

Pencapaian dua pemain ini merupakan hasil kerja tim pelatih pimpinan Jurgen Klopp. Mereka sudah menunjukkan talenta yang mengagumkan dan patut mendapatkan apresiasi tinggi. Diakui oleh Klopp bahwa fakta gelar tersebut sudah aman tidak akan mempengaruhi apapun pemilihan timnya saat ia berusaha untuk terus menambah penghitungan poin dalam kompetisi ini.

Ketika ditanya tentang pentingnya sisa laga bisa untuk beberapa anak muda klub dilibatkan, Jurgen Klopp menjawab. Kami ingin memenangkan pertandingan sepak bola dan untuk memenangkan pertandingan sepak bola para pemain terbaik harus berada di lapangan. Dan ketika para pemain muda itu adalah bagian dari para pemain terbaik ini maka mereka akan berada di lapangan. Demikian Klopp menegaskan kepada Liverpoolfc.

Jawaban Klopp yang sangat diplomatis namun fakta memang berbicara bahwa Liverpool di tim utamanya memilki Neco Williams dan Curtis Jones serta Harvey Elliott. Manajer asal Jerman itu menilai mereka sangat bagus dan mereka adalah masa depan Liverpool. “Tetapi mereka tidak akan bermain dalam pertandingan Liga Premier seperti memberikan hadiah Natal,” kata Klopp tegas seperti dikutip situs resmi klub tersebut.

Jelas itu artinya Williams dan Jones tidak sembarangan bisa turun bermain bersama tim utama Liverpool dalam laga penting di Premier League. Tim sekelas Liverpool pasti memiliki pertimbangan akurat terhadap para pemainnya benar-benar bagus. Mari kita tunggu penampilan talenta muda ini pada laga-laga Liverpool berikutnya. Neco Williams, Curtis Jones dan Harvey Elliott adalah sosok-sosok penting bagi The Reds.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia – Beberapa pekan terakhir ini berjalan aneh. Jika boleh jujur, tidak ada yang tahu bagaimana cara terbaik untuk mengatasi pandemi virus Corona, selain berdiam diri di rumah dan mengikuti aturan pemerintah. Namun apa sejatinya yang bisa disebut cukup? Apakah orang dengan pendapatan tinggi di negara ini diminta untuk memberi sejumlah persen gajinya? Haruskah orang-orang tidak bekerja sebagai suka relawan.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Tidak ada yang tahu dan di seluruh dunia orang-orang telah melakukan yang mereka bisa, dan sudah melakukan yang terbaik. Dan juga banyak kegiatan bisnis di dunia yang terkena dampak, salah satunya di dunia sepak bola yang juga tak luput dari permasalahan dalam kondisi seperti ini.

Penyebaran virus Corona atau penyakit Covid-19 di luar China semakin masif. Negara-negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman, dan Perancis menjadi negara dengan kasus tertinggi saat ini. Maka tak heran jika beberapa pertandingan kejuaraan seperti Liga Inggris, Spanyol, Belanda, dan Italia ditunda akibat penyebaran virus tersebut.

Seperti disalah satu liga yaitu Liga Inggris, Premier League resmi mengumumkan, Liga Inggris ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang. Pihak Premier League mengadakan rapat bersama klub-klub Liga Inggris pada Jumat (13/3/2020). Hasilnya kompetisi Liga Inggris dan Divisi Championship ditunda sampai setidaknya 30 April 2020 mendatang.

Dampak dari Pandemi Virus Corona terhadap Sepak Bola Dunia

Lebih lanjut, selain menyerang beberapa klub di Liga Inggris, pandemi ini juga menjangkit beberapa personil, seperti manajer Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi yang positif terkena virus Corona. Beberapa pertandingan juga sudah ditunda, seperti Brighton vs Arsenal yang sedianya akan berlangsung akhir pekan ini. Sebelum Liga Inggris, kompetisi sepakbola di Eropa seperti Liga Italia dan Liga Spanyol juga sudah ditunda.

Selain itu, anggota UEFA akan mengadakan pertemuan segera, untuk membahas cara terbaik melanjutkan kompetisi klub domestik dan Eropa di tengah pandemi virus Corona. Kemungkinan juga turnamen sepakbola Euro 2020 akan ditunda sampai musim panas mendatang.

Tokoh-tokoh senior UEFA menginginkan Liga Champions dan Liga Eropa ditangguhkan mulai minggu depan, mengingat virus Corona mulai mempengaruhi sejumlah tim yang terlibat. Memang penutupan total sepakbola Eropa musim panas ini adalah opsi yang paling tidak disukai, sementara badan pengelola Eropa masih membutuhkan klub dan asosiasi untuk menyetujui perubahan apa pun.

Situasinya Memang Cukup Sulit Tidak Hanya Di Sepak Bola Tetapi Juga Di Seluruh Dunia

Tetapi biar bagaimanapun keselamatan semua pihak lebih penting ketimbang laga di lapangan. Wabah virus Corona memang semakin menyebar saat ini. Bahkan beberapa elemen sepak bola seperti pemain, ofisial, hingga pemilik klub sudah terinfeksi virus tersebut. Sejumlah pertandingan dan liga juga akhirnya ditunda karena penyebaran virus Corona. Bahkan beberapa opini menyarankan semua kompetisi dihentikan hingga musim panas nanti.

Situasinya memang cukup sulit tidak hanya di sepak bola tetapi juga di seluruh dunia. Dan rasanya mungkin aneh menjalankan pertandingan tanpa penonton. Karena sepak bola ada untuk fans jika tanpa fans dalam suatu pertandingan, pertandingan bukanlah apa-apa.

Dan dalam menyikapi kondisi seperti ini semua orang harus berpikir bahwa tidak ada yang lebih penting dari pada kepentingan publik. Karena itu, demi mengantisipasi persebaran virus Corona, harus disepakati menghentikan kompetisi sepak bola dan olahraga lain yang dapat mengundang kerumunan massa di satu tempat.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium – The Gunners Arsenal berhasil menahan imbang 1-1 Leicester City di Emirates Stadium, London pada Rabu (8/7/20) dini hari WIB. Sesungguhnya Arsenal unggul 1-0 hingga kurang 6 menit laga akan berakhir ketika Jamie Verdy akhirnya menyamakan kedudukan. Hasil ini membuka Arsenal kepersaingan perebutan 4 besar zona Liga Champions dan Liga Eropa. Arsenal menambah 3 poin menjadi 50 poin diposisi ke-7 hanya selisih 5 poin dari zona Liga Eropa.

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Jamie Vardy Kecewakan Fan The Gunners Arsenal di Emirates Stadium

Sementara itu Leicester harus terlempar dari posisi ke-3 dengan 59 poin. Mereka tergeser oleh Chelsea dengan 60 poin yang malam itu menang 3-2 atas tuan rumah Crystal Palace. Manchester United mengintip diposisi ke-5 dengan 55 poin menyisakan satu laga ke-34 melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham pada Jumat (10/7/20) pukul 02.15 WIB dini hari.

Jika Manchester United memenangkan laga tersebut maka mereka tetap diposisi 5 namun hanya selisih satu poin dengan Leicester diposisi 4. Peluang menggeser The Fox semakin terbuka. Usai laga imbang di Emirates tersebut membuat Jose Mourinho semakin bersemangat membawa Tottenham Hotspur menambah poin untuk turut persaingan meraih setidaknya ke zona Liga Eropa. Mereka akan bertanding melawan Bournemouth pada Jumat (10/7/20) dini hari WIB.

Jika Spurs menang maka pasukan Mourinho berhasil mengumpulkan 51 poin dan ini akan menggeser posisi Arsenal (50 poin). Peluang itu tetap terbuka bagi Spurs terlepas adanya insiden perkelahian antara Son Heung-min dengan Hugo Llori ketika mereka bertanding lawan Everton pekan lalu.

Usai Leicester bermain imbang dengan Arsenal dan Chelsea menang atas Crystal Palace maka persainan 4 besar semakin ketat. Sesungguhnya diposisi zona Liga Champions ini hanya menyisakan 2 tempat lagi. Sedangkan dua lainnya sudah pasti dimiliki oleh Liverpool dan Manchester City. Kecuali jika City akhirnya dijatuhi sanksi oleh UEFA, tidak diperbolehkan ikut Liga Champions tahun depan, maka posisi tim ke-5 yang akan menggantikannya.

Laga antara Arsenal lawan Leicester sebenarnya sangat menarik dinikmati. Pasukan asuhan Mikel Arteta ini sudah unggul 1-0 hingga menit ke-84. Terjadi hukuman kartu merah untuk Eddie Nketiah dimenit ke-75 sehingga Gunners harus bermain 10 pemain. Akhirnya Jamie Vardy mencetak gol untuk Leicester City dari assis Demaray Gray hanya 4 menit sebeleum laga berakhir. Golnya sekaligus menggagalkan kemenangan Arsenal keempat secara beruntun.

The Gunners memimpin terlebih dulu pada menit ke-21 ketika umpan bagus dari Dani Ceballos kepada Bukayo Saka, lalu dia melakukan umpan silang terukur untuk Pierre-Emerick Aubameyang untuk menyelesaikannya menjadi gol. Peluang Leicester usai jeda untuk menyamakan kedudukan datang dari Kelechi Iheanacho namun tendangan volinya dapat diselamatkan oleh kiper Gunners Emiliano Martinez.

Dengan 15 menit laga tersisa, pemain pengganti Arsenal, Eddie Nketiah dikeluarkan dari lapangan karena pelanggaran berbahaya kepada James Justin. Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu merah langsung. Sejak itu Arsenal bermain hanya dengan 10 pemain.

Leicester berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka saat Vardy mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-84 memanfaatkan umpan silang rendah dari Damarai. Gol ini membawanya ke puncak pencetak gol terbanyak Liga dengan 22 gol untuk musim ini. Verdy mengembalikan keunggulan dua golnya di depan Aubameyang dalam persaingan untuk meraih Sepatu Emas Premier League. Selamat untuk Arsenal dan Leicester yang berbagi angka di laga mereka ke-34.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama – Atalanta meraih delapan kemenangan secara beruntun, sedangkan Inter Milan masih hobi saja membikin fansnya merengut. Pada lanjutan Liga Italia pekan ke-30 pada akhir pekan lalu menjadi catatan penting bagi Atalanta, klub besutan Gian Piero Gasperini meraih kemenangannya yang kedelapan secara beruntun, empat diantaranya didapatkan selepas kompetisi digulirkan kembali di era new normal ini.

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Atalanta Mengejar Inter Milan Terjerembab di Kubangan yang Sama

Sementara itu, Inter Milan kembali menunjukkan identitas mereka, inkonsisten. Justru ketika dibutuhkan poin untuk mengejar Juventus di puncak klasemen dan ketika menghadapi tim medioker sekelas Bologna yang harus dikalahkan karena bermain di Giuseppe Meazza, Inter malah kalah. Itulah nasib yang berbeda diraih oleh kedua tim yang sama-sama memakai jersey berwarna hitam biru pada akhir pekan lalu, meskipun pada urutan klasemen Liga Italia sementara Inter berada diurutan ketiga dengan poin 64, sementara Atalanta membuntutinya di posisi ke-4 dengan koleksi 63 poin.

Atalanta melanjutkan tren kemenangan saat membekuk tuan rumah Cagliari 1-0. Dalam laga yang digelar di Sardegna Arena yang berada di pulau Sardinia itu, gol tunggal tim tamu dibuat oleh striker tengil Luis Muriel lewat titik putih di menit ke-27. Dengan hasil ini Atalanta mencatatkan delapan kemenangan secara beruntun di Liga Italia. Mereka juga hanya sekali kalah dalam 14 laga terakhir. Satu-satunya kekalahan yang diperoleh Muriel dkk itu terjadi saat mereka takluk 1-2 dari Spal di kandang pada Januari lalu.

Lebih luar biasanya lagi, dengan penampilan impresif Atalanta nan permainan yang begitu menghibur dalam menorehkan catatan di atas. Mereka menjadi tim tersubur di Liga Italia pada musim ini dengan 83 gol. Koleksi gol yang diperoleh klub asal Bergamo ini bahkan lebih banyak 20 gol dari Juventus yang memuncaki klasemen sementara. Si Nyonya Tua hingga pekan ke-30 ini baru membuat 63 gol.

Dengan terus menampilkan performa apik, bukan tak mungkin Atalanta yang saat ini kita ketahui bersama menempati peringkat keempat berpeluang menyodok ke urutan kedua. Tapi laju kemenangan Atalanta bakal mendapat banyak rintangan berat di delapan pekan terakhir Liga Italia. Mereka harus menghadapi lawan-lawan sulit semacam Juventus, AC Milan dan Inter Milan.

Namun saya kira masih akan ada kejutan yang bisa dihadirkan oleh Atalanta meski prediksi diatas kertas lawan mereka ini berat tapi dengan materi pemain yang solid dan permainan cerdas olahan dari coach Gasperini, Insya Allah mereka bisa melewatinya dengan mudah, amin!

Sebelum laga ini digelar beberapa prediksi memihak Inter karena tim besutan Antonio Conte itu menunjukkan bahwa mereka punya modal cukup untuk mengalahkan Bologna dengan mudah. Modal kemenangan 6-0 pada laga sebelumnya kontra Brescia membuat armada Nerazzurri sebutan Inter sangat percaya diri.

Inter sendiri memang sempat unggul terlebih dahulu di awal babak pertama ketika sundulan Lautaro Martinez dari umpan silang Ashley Young memantul ke tiang jauh, dan Romelu Lukaku langsung menyambarnya untuk mencetak gol. Di babak kedua, Inter sempat mendapatkan angin segar setelah Bologna harus main dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Roberto Soriano. Namun Bologna justru mampu mencetak gol balasan di menit ke-74 lewat sepakan Musa Juwara.

Tiga menit usai gol Bologna, giliran Inter yang harus kehilangan pemain. Adalah bek muda mereka, yakni Alessandro Bastoni mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Juwara dan harus meninggalkan lapangan. Selepas sama-sama bermain dengan 10 pemain, Inter malah semakin kelimpungan yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh Bologna untuk membalikkan keadaan setelah Musa Barrow mencetak gol di menit ke-80. Meski dapat beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, Inter gagal mengamankan poin dari laga ini.

Meski sempat unggul duluan, Inter Milan akhirnya takluk di kandang sendiri dengan skor akhir 1-2 dari Bologna. Selepas laga usai, sang pelatih, Antonio Conte mengurung para pemainnya satu jam di ruang ganti! Alamak. Hal ini diyakini, Conte begitu kecewa apalagi fansnya yaa Allah….Keunggulan 1-0 sirna, apalagi ditambah oleh kegagalan Lautaro Martinez mengeksekusi penalti yang terjadi pada menit ke-62. Namun, malam itu, rona Conte adalah cerminan rona Inter yang gemar membuat kecewa.

Kesalahan-kesalahan yang dipertontonkan pemain Inter seperti menjadi sebuah tradisi meski sudah berganti pelatih. Apakah Inter tak pernah belajar? Inter memang seperti keledai yang paling tertinggal di kelasnya: jatuh di kubangan yang sama.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2 – Manchester United versus Bournemouth sudah tuntas. The Red Devils memenangi drama tujuh gol dengan skor 5-2. Pada laga pekan ke-33 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (4/7/2020) malam WIB, Man United tampil garang sejak menit awal. Namun, Bournemouth sempat mengejutkan di 15 menit awal lewat Junior Stanislas. Tapi, MU lantas berbalik unggul 3-1 di akhir babak pertama lewat Mason Greenwood, Marcus Rashford (penalti), dan Anthony Martial. Pada babak kedua, Greenwood mencetak gol keduanya ditambah Bruno Fernandes.

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

Man United Vs Bournemouth The Reds Devils Menang 5-2

MU menang 5-2 dan tambahan tiga poin membuat mereka naik sementara ke posisi keempat klasemen Liga Inggris dengan 55 poin, unggul satu poin dari Chelsea. Bournemouth tertahan di posisi ke-19 dengan 27 poin. MU bermain menyerang sejak menit awal demi mencetak gol secepat-cepatnya. Pada menit ke-11, peluang pertama didapat ketika Bruno Fernandes mendapat bola terobosan Marcus Rashford.

Tinggal berhadapan dengan Aaron Ramsdale, tembakan Fernandes malah melambung tinggi di atas mistar karena sudut tembak bisa dipersempit. Bournemouth malah mengejutkan ketika unggul 1-0 pada menit ke-15. Dari sisi kanan, Bournemouth menyerang dan memindahkan bola ke sisi kiri yang ditempati Junior Stanislas.

Stanislas melewati bola melalui kolong kaki Harry Maguire dan menuntaskan lewat sepakan ke sudut sempit gawang David de Gea. Gol tersebut membuat MU tersentak dan langsung menekan pertahanan Bournemouth. Pada menit ke-19, Marcus Rashford menguji Ramsdale lewat sepakan bebas dari jarak 25 yard, tapi bola mampu ditepis. Setengah jam pertandingan berjalan, tuan rumah bisa juga menyamakan skor.

MU membangun serangan dari sisi kanan. Nemanja Matic memberikan bola kepada Rashford yang berdiri bebas di sisi kanan dan mengumpan kepada Bruno Fernandes di depan kotak penalti. Bola dipindahkan langsung ke Mason Greenwood yang langsung menembak kencang ke gawang Ramsdale. Empat menit berselang, MU berbalik unggul 2-1 ketika dihadiahi penalti menyusul handball Adam Smith. Rashford yang jadi eksekutor sukses menempatkan bola di sudut kiri gawang.

MU menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 ketika Martial mendapat bola sodoran dari Fernandes dan menuntaskannya dengan sepakan melengkung kaki kanan ke tiang jauh. Bournemouth mengejutkan di awal babak kedua ketika keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan. Satu peluang lewat Steve Cook tapi bola sepakannya ditepis De Gea. Rebound disambar Arnaut Danjuma masih menghantam mistar.

Tim tamu memangkas skor jadi 2-3 pada menit ke-49 ketika Eric Bailly yang baru masuk divonis handball lewat tayangan VAR. Sepakan 12 pas Joshua King tak kuasa diadang De Gea. MU kembali menjauhkan keunggulan dua gol usai Greenwood mencetak gol keduanya di menit ke-54. Mendapat bola Nemanja Matic, Greenwood mencari ruang tembakan dan bola meluncur deras ke pojok kanan gawang. MU memimpin 4-2.

Gol kelima dibuat MU pada menit ke-59 ketika mendapat tembakan bebas di depan kotak penalti. Fernandes mengeksekusi dengan sempurna, bola mengarah ke pojok kanan gawang Ramsdale. Rashford sempat mencetak gol pada menit ke-62 lewat sontekan jarak dekat, tapi dianulir VAR karena sudah terjebak offside duluan.

MU coba menambah gol lagi tapi upaya mereka sia-sia karena Ramsdale mampu menepis beberapa peluang. Hingga pertandingan berakhir, skor 5-2 menutup laga MU vs Bournemouth.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas – Manchester United kembali turun bertanding pada matchweek 32, Premier League. Target empat besar tetap ditekadkan bulat oleh punggawa asuhan Ole Gunnar Solskjaer ini. Laga ini begitu pentingnya bagi United untuk dimenangkan. Tiga poin tambahan akan membuat jumlah menjadi 55 poin menggeser Chelsea diposisi 4. Klub asal London itu baru besoknya menjamu Watford di Stamford Bridge.

Ini Trio Gelandang Setan Merah yang Sedang Panas

Menghadapi laga di Old Trafford ini, para Pengamat dan fans United kembali membicarakan trio maut mereka di lini tengah. Trio tersebut adalah Nemanja Matic, Paul Pogba dan Bruno Fernandes. Solskjaer tampaknya sudah menemukan komposisi lini tengah yang ideal. Dengan formasi 4-2-3-1 atau bahkan 4-3-3, trio ini tetap menjadi pilihan sebagai starter.

Formasi yang kerap dipakai United adalah 4-2-3-1 dimana mereka memainkan doble pivot yang diperankan Pogba dan Matic. Pogba lebih berperan pada keseimbangan penyerangan sedangkan Matic perannya menjaga keseimbangan pertahanan. Fernandes berperan lebih sentral sebagai penyerang lobang di belakang Anthony Martial.

Nemanja Matic merasakan bahwa karirnya berubah semakin membaik ketika saat ini selalu mendapatkan kepercayaan Ole Gunnar Solskjaer. Pemain asal Serbia itu mengatakan dia tahu dia harus tetap bersabar dan menunggu kesempatannya untuk bermain sehingga dia bisa mendapatkan kepercayaan Solskjaer. Saya selalu berusaha untuk menjadi profesional dan memberikan yang terbaik ketika saya berada di lapangan, tidak masalah apakah itu latihan atau permainan.

Sikap profesionalnya kini membuahkan hasil saat dirinya selalu menjadi pilihan utama dalam skuad United. Saya sudah bermain sepak bola untuk waktu yang lama dan situasi ini normal, kadang-kadang Anda tidak bermain dan pelatih tidak melihat Anda sebagai pilihan pertama. Anda bisa menerimanya atau tidak, tetapi Anda harus profesional.” Kata Matic menambahkan seperti dilansir Sky Sport News di atas.

Nemanja Matic menyadari dirinya harus bekerja keras, menunggu kesempatan untuk bermain dalam skuad utama pilihan Solskjaer. Jerih payahnya membuat situasi yang berbeda, kini pelatih lebih mempercayai dirinya. Matic pun selalu siap menjadi seorang prajurit yang selalu menunggu instruksi dari tim pelatih. Selama ini Nemanja Matic selalu berfikir positif. Dia selalu percaya pada kualitas dirinya dan hanya jika bekerja keras waktu dan kesempatan akan datang lagi. Kini semuanya sudah terbukti.

Harus diakui bahwa faktor yang berpengaruh besar dalam penampilan United yang mengesankan di Liga Premier hingga saat ini adalah kehadiran Bruno Fernandes. Nemanja Matic yang pernah bermain di Benfica, sudah mengenal baik performa Fernandes yang bermain sebagai gelandang Sporting Lisbon selama waktunya di Liga Portugal.

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A – Malam tadi jadi malamnya Milanisti. Semalam, AC Milan sukses kandaskan perlawanan AS Roma di San Siro dalam lanjutan giornata 28 Serie A Italia. Alessio Romagnoli dkk. berhasil menang atas Roma dengan skor 2-0. Semua gol Milan dicetak di babak kedua setelah kedua tim mengalami kebuntuan di babak pertama.

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Terus menguasai pertandingan, Milan baru berhasil membobol gawang Roma di menit ke-76 melalui kaki Ante Rebic. Kemelut terjadi di depan gawang Roma setelah Mirante gagal menepis tendangan Kessie dengan baik, bola muntah mengarah bebas ke Rebic yang berdiri tanpa kawalan.

Tapi, seperti biasa, anak asuhan Stefano Pioli justru kendor setelah unggul 1-0. Untungnya malam itu Roma sedang bermain buruk dan dewi fortuna lebih berpihak kepada Milan. Melalui serangan balik cepat yang dimotori Theo Hernandez, Milan berhasil menambah keunggulan di menit ke-89.

Theo yang melakukan overlap ke sisi kanan pertahanan Roma dilanggar di kotak penalti. Hakan Calhanoglu yang jadi eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk keunggulan Milan.

Menurut analisis SempreMilan, berkat formasi 4-2-3-1 ala Pioli membuat Milan lebih menguasai pertandingan. Sepanjang laga, Milan menguasai bola hingga 56% dengan 11 kali percobaan tendangan ke arah gawang Roma dimana 7 diantaranya on target. Sementara Roma hanya mencatat 4 tendangan dan hanya 2 yang mengarah ke gawang Donnarumma.

Kunci kemenangan Milan ada pada pergantian pemain di babak kedua. Di menit ke-54 Pioli memasukkan Paqueta dan Saelemaekers menggantikan Bonaventura dan Castillejo yang tampil under perform di laga ini. Pergantian ini terbukti sukses, serangan Milan jadi lebih tenang, tidak grasa-grusu dan punya arah yang jelas.

Gol pertama Milan juga tak lepas dari peran Paqueta dalam build up serangan serta Saelemaekers yang memberi umpan ke Kessie yang tendangannya gagal ditepis dengan baik oleh Mirante yang membuat Rebic dengan mudah menyapu bola liar di muka gawang Roma.

Selain itu, kunci keberhasilan Milan meredam serangan Roma ada pada duet bek Romagnoli dan Kjaer. Berdasarkan analisis MilanData, Simon Kjaer sukses memblok 2 tendangan pemain Roma dan membuat 4 clearances. Hal ini jugalah yang membuat Donnarumma mencatat clean sheets-nya yang ke-11 musim ini, terbanyak dibanding kiper lain di Serie A.

Menurut analisis Sempre Milan, dengan rating 8, Ante Rebic layak dapat gelar Man of The Match (MOTM). Sementara itu menurut Whoscored, MOTM malam itu adalah Theo Hernandez dengan rating 7.98, membuat 2 umpan kunci, dan tentunya ialah penyebab Milan dapat penalti di akhir babak kedua.

Apapun itu AC Milan memang layak menang, namun kepada DAZN pelatih Roma mengaku kemenangan Milan itu merupakan hadiah dari timnya. Fonseca frustasi dengan kekalahan timnya dan menyebut Milan beruntung karena hampir sepanjang laga Roma lebih menguasai pertandingan. Hmm… tapi statistik dan hasil akhir sudah membuktikan segalanya bukan?

Menurut OptaPaolo, Milan berhasil memenangakan 2 pertandingan kandang melawan Roma secara beruntun untuk pertama kalinya sejak 2004 ketika masih diasuh Carlo Ancelotti. Selain itu, lewat kemenangan ini, Rossoneri berhasil mengoleksi 21 poin dari 11 laga di Serie A, sebanyak yang mereka peroleh dalam 17 laga pertama di musim ini. Hal ini menunjukkan ada peningkatan dalam diri AC Milan.

Kemenangan 2-0 ini merupakan hasil yang sangat penting untuk Milan. Dengan tambahan 3 poin, Milan memantapkan posisi di peringkat 7 dengan 42 poin berjarak 3 poin dari Napoli di posisi ke-6 dan 6 poin dari Roma di posisi ke-5.

Kemenangan atas Roma juga menjadi kemenangan pertama Milan atas tim-tim besar Serie A musim ini. Sebelumnya Il Diavolo Rosso selalu kalah melawan tim 6 besar. Milan sudah dua kali kalah melawan Inter, sekali kalah melawan Juve, Napoli, dan kalah tipis di pertemuan pertama melawan Roma. Yang paling menyakitkan tentu kalah 5-0 dari peringkat 4 Atalanta Desember lalu.

Stefano Pioli juga mengaku lega akhirnya Milan berhasil menang melawan tim besar Serie A musim ini. Namun Milan tak boleh lengah, pasalnya laga kedepan akan semakin berat. Serie A musim ini masih menyisakan 10 giornata dan secara berurutan Milan akan menghadapi SPAL, Lazio, Juventus, Napoli, Parma, Bologna, Sassuolo, Atalanta, Sampdoria, dan Cagliari.

Menghadapi SPAL 1 Juli nanti Milan tentu lebih diunggulkan, tapi setelah itu Milan akan menghadapi 3 laga berat. Lazio, Juve, dan Napoli belum sekalipun mampu Milan kalahkan musim ini dan jika Milan gagal meraih poin di laga-laga tersebut, langkah mereka untuk masuk zona eropa tentu akan semakin berat.

Milan tak boleh lengah. “Restart” Serie A memang menuntut semua tim untuk fokus. Sudah cukup pesta perayaan semalamnya, sekarang Milan harus kembali menjaga konsistensinya agar tak terus-terusan jadi bahan perundungan fans tim lain.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford – Anthony Martial mengemas tiga gol atau hattrick saat Manchester United melumat tamunya Sheffield United 3-0 dalam laga pekan ke-31 Liga Inggris yang digelar tanpa penonton di Old Trafford. Kemenangan tersebut memperbesar peluang Setan Merah menembus posisi empat besar klasemen Liga Inggris.

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Anthony Martial Hattrick Manchester United Lumat Sheffield di Old Trafford

Tiga gol penyerang Prancis itu membuat MU yang berada di posisi kelima klasemen kini mengoleksi 49 poin. United kini hanya terpaut dua poin dari Chelsea yang berada di posisi keempat. Sedangkan bagi Sheffield, yang mengantongi 44 poin, kekalahan itu membuat mereka tertahan di urutan kedelapan setelah disalip oleh Tottenham Hotspur (45 poin) sehari sebelumnya.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer untuk pertama kalinya memainkan Paul Pogba dan bintang baru MU, Bruno Fernandes, secara bersamaan sejak sepak mula dan hal itu tampak berpengaruh atas penampilan mereka yang menekan sejak awal laga. Tujuh menit pertandingan berjalan, MU sudah membuka keunggulan ketika umpan silang Marcus Rashford bisa diselesaikan dengan baik oleh Martial.

Fernandes nyaris menggandakan keunggulan MU pada menit ke-18 lewat tembakan jarak jauh, yang masih bisa ditepis oleh kiper Simon Moore ke atas mistar gawang. Tim tamu baru bisa benar-benar mengancam pertahanan MU pada menit ke-30 lewat sepakan luar kotak penalti John Lundstram yang masih melambung dari sasaran.

MU menggandakan keunggulannya pada menit ke-44 lewat gol kedua Martial, yang kali ini berasal dari umpan silang bek kanan Aaron Wan-Bissaka. Pada injury time babak pertama Mason Greenwood hampir menambah keunggulan MU, tetapi tembakannya bisa diamankan oleh Moore dan kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Pertandingan babak kedua masih berada di bawah kendali MU yang akhirnya memperbesar keunggulan mereka menjadi 3-0 ketika Martial melengkapi torehan trigolnya memanfaatkan umpan terobosan dari Rashford.

Peluang Sheffield membalas lewat Oliver McBurnie masih mudah dijinakkan oleh penjaga gawang MU David de Gea. Sedangkan penyerang pengganti MU Odion Ighalo mendapati tembakannya bisa ditepis Moore semenit jelang bubaran waktu normal.

Di laga pekan ke-32, MU akan menyambangi markas Brighton & Hove Albion pada Selasa (30/6/2020) waktu setempat (Rabu WIB), sementara Sheffield baru main dua hari kemudian menjamu Tottenham Hotspur.