Ketika Sharpshooter Lautaro Martinez Mengacaukan Nasib Napoli

Spread the love

Ketika Sharpshooter Lautaro Martinez Mengacaukan Nasib Napoli – Ada kabar baik yang berhembus di sekitar Stadion San Siro. Ialah sang Nerazzurri alias Internazionale Milano yang berhasil main cantik mengalahkan Napoli dengan skor 2-0 di pekan ke-37 Serie A. Gol pertama pasukan Antonio Conte ini datang dari Danilo D’Ambrosio, tepatnya pada menit ke-11. Berawal dari sodoran bola datar dari Cristiano Biraghi, Danilo yang berada pada posisi bebas di kotak penalti sukses membuat kiper Alex Meret diam tak berdaya.

Ketika Sharpshooter Lautaro Martinez Mengacaukan Nasib Napoli

Ketika Sharpshooter Lautaro Martinez Mengacaukan Nasib Napoli

Sedangkan gol kedua Inter, datang dari penyerang Argentina buruan Barcelona yang bernama Lautaro Martinez, tepatnya pada menit ke-74. Bermula dari umpan Nicolo Barella, penyerang dengan nomor punggung 10 yang masuk menggantikan Alexis Sanchez di babak kedua ini memamerkan akselerasinya dan kemudian mencetak gol dari luar kotak penalti. Lagi-lagi kiper Napoli tak berkutik untuk kedua kalinya.

Inter Milan benar-benar bermain efektif pada laga ini. Statistik berbicara, Romelu Lukaku dan kawan-kawan hanya menerbitkan 8 tembakan. 2 tembakan miss, 6 tembakan tepat sasaran dan menelurkan 2 gol. Sedangkan Napoli unggul dari sisi penguasaan bola dan total tembakan. Walau bertandang ke markas Inter, Napoli berhasil merengkuh 59% penguasaan bola dengan total 18 tembakan. Tapi sayang, hanya 2 darinya yang sampai ke gawang Handanovic.

Atas hasil ini, Inter Milan masih nyaman nangkring di peringkat ke-2 klasemen Serie A. Dalam 37 pekan, pasukan Antonio Conte telah mengumpulkan 79 poin. Hanya unggul satu poin dengan Atalanta yang berada di peringkat ke-3. Pasca kemenangan ini, Antonio Conte pun berkomentar kepada Sky dan mengungkapkan secarik kesenangannya. Kami tidak punya pilihan selain menang, dan situasi seperti ini penting karena, bahkan jika Anda tidak mendapatkan gelar untuk finis di tempat kedua, tetapi membiasakan diri dengan tekanan adalah hal yang penting. Kami merespons sebagai kesatuan yang sessungguhnya pada dini hari ini, dan saya merasa sangat senang untuk tim.

Ya, bersama Inter Milan di musim ini, Antonio Conte memang belum memberikan satu piala pun untuk dipajang di ruang khusus sang Nerazzurri. Scudetto telah dicomot Juventus, sedangkan piala Coppa Italia sudah direnggut oleh Napoli. Harapan Inter Milan adalah tetap nangkring di peringkat ke-2 hingga akhir musim, dan melawan Atalanta pada pekan ke-38 nanti adalah penentunya. Setelah itu, barulah Conte akan berusaha lebih serius untuk merebutkan satu piala lagi. yaitu piala Liga Europa.

Ketika Sharpshooter Lautaro Martinez Mengacaukan Napoli

Atas kemenangan kontra Napoli ini, sorotan pun datang ke pangkuan sang penyerang muda yang bernama Lautaro Martinez. Seusai laga, laman inter.it pun memberikan julukan sharpshooter kepadanya.
Sharpshooter sejatinya merupakan julukan terhadap senjata tempur yang sudah dimodifikasi. Tapi, untuk seorang Lautaro, sharpshooter adalah julukan bagi seorang penyerang sekaligus penembak jitu. Buktinya? Yaitu gol kontra Napoli semalam. Gol cantik dari hasil main cantik itu merupakan hasil tendangan yang menggelar dari luar kotak penalti.

Dan faktanya, gol Lautaro malam tadi merupakan yang keempat miliknya dari luar kotak penalti dan tidak ada pemain lainnya di dalam skuat Inter yang mampu melakukannya lebih baik dalam satu musim sejak Ibrahimovic pada 2008/09. Sayangnya, gol itu pula yang mengacaukan nasib Napoli di Serie A. Bagaimana tidak, pasukan Gennaro Gattuso yang saat ini berada di peringkat ke-7 semakin kacau nasibnya karena sudah keluar dari big four zona Liga Champions musim depan.

Karena kalah di pekan ke-37, poin Napoli masih berhenti di angka 59, berjarak 1 poin dari AC Milan yang baru akan bertandang ke markas Sampdoria pada Kamis. Andai AC Milan menang, maka pupuslah harapan Napoli untuk duduk di peringkat ke-6. Sebuah prestasi minor bila dibandingkan dengan musim sebelumnya. Musim 2018/2019, Napoli mengunci peringkat ke-2, sedangkan musim ini Mertens dkk masih tertunduk di peringkat ke-7. Alhasil, pasca kekalahan kontra Inter Milan, Gennaro Gattuso pun mengungkapkan kejengkelannya dalam wawancara bersama Sky Sport Italia.

Memang benar bahwa kami memenangkan piala, tetapi itu membuat saya jengkel ketika saya melihat kepuasan. Kami membuat banyak kesalahan di depan gawang dan saya tidak ingin kami menyalahkan orang lain, kami harus berpikir sebagai tim. Sejatinya Napoli cukup beruntung karena memenangkan Coppa Italia. Darinya, klub yang berdiam di Naples ini sudah mendapat tempat untuk berlaga di Liga Europa musim depan.

Tapi, peluang Napoli untuk mendapat jatah tiket Liga Champions juga masih terbuka. Secara, pasukan Gattuso masih akan bertandang ke markas Barcelona pada lanjutan leg ke-2 babak 16 besar Liga Champions. Jalan Napoli masih cukup jauh, tapi peluang selalu ada. Setelah kekalahan atas Inter Milan, Napoli harus kembali menemukan ritme permainan terbaik untuk segera memperbaiki nasibnya. Jika tidak, maka Gattuso harus mengubur mimpinya untuk berlaga di Liga Champions musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *