Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Spread the love

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A – Malam tadi jadi malamnya Milanisti. Semalam, AC Milan sukses kandaskan perlawanan AS Roma di San Siro dalam lanjutan giornata 28 Serie A Italia. Alessio Romagnoli dkk. berhasil menang atas Roma dengan skor 2-0. Semua gol Milan dicetak di babak kedua setelah kedua tim mengalami kebuntuan di babak pertama.

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Kandaskan Roma AC Milan Kembali Menang Melawan Tim Besar Serie A

Terus menguasai pertandingan, Milan baru berhasil membobol gawang Roma di menit ke-76 melalui kaki Ante Rebic. Kemelut terjadi di depan gawang Roma setelah Mirante gagal menepis tendangan Kessie dengan baik, bola muntah mengarah bebas ke Rebic yang berdiri tanpa kawalan.

Tapi, seperti biasa, anak asuhan Stefano Pioli justru kendor setelah unggul 1-0. Untungnya malam itu Roma sedang bermain buruk dan dewi fortuna lebih berpihak kepada Milan. Melalui serangan balik cepat yang dimotori Theo Hernandez, Milan berhasil menambah keunggulan di menit ke-89.

Theo yang melakukan overlap ke sisi kanan pertahanan Roma dilanggar di kotak penalti. Hakan Calhanoglu yang jadi eksekutor sukses menyelesaikan tugasnya. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk keunggulan Milan.

Menurut analisis SempreMilan, berkat formasi 4-2-3-1 ala Pioli membuat Milan lebih menguasai pertandingan. Sepanjang laga, Milan menguasai bola hingga 56% dengan 11 kali percobaan tendangan ke arah gawang Roma dimana 7 diantaranya on target. Sementara Roma hanya mencatat 4 tendangan dan hanya 2 yang mengarah ke gawang Donnarumma.

Kunci kemenangan Milan ada pada pergantian pemain di babak kedua. Di menit ke-54 Pioli memasukkan Paqueta dan Saelemaekers menggantikan Bonaventura dan Castillejo yang tampil under perform di laga ini. Pergantian ini terbukti sukses, serangan Milan jadi lebih tenang, tidak grasa-grusu dan punya arah yang jelas.

Gol pertama Milan juga tak lepas dari peran Paqueta dalam build up serangan serta Saelemaekers yang memberi umpan ke Kessie yang tendangannya gagal ditepis dengan baik oleh Mirante yang membuat Rebic dengan mudah menyapu bola liar di muka gawang Roma.

Selain itu, kunci keberhasilan Milan meredam serangan Roma ada pada duet bek Romagnoli dan Kjaer. Berdasarkan analisis MilanData, Simon Kjaer sukses memblok 2 tendangan pemain Roma dan membuat 4 clearances. Hal ini jugalah yang membuat Donnarumma mencatat clean sheets-nya yang ke-11 musim ini, terbanyak dibanding kiper lain di Serie A.

Menurut analisis Sempre Milan, dengan rating 8, Ante Rebic layak dapat gelar Man of The Match (MOTM). Sementara itu menurut Whoscored, MOTM malam itu adalah Theo Hernandez dengan rating 7.98, membuat 2 umpan kunci, dan tentunya ialah penyebab Milan dapat penalti di akhir babak kedua.

Apapun itu AC Milan memang layak menang, namun kepada DAZN pelatih Roma mengaku kemenangan Milan itu merupakan hadiah dari timnya. Fonseca frustasi dengan kekalahan timnya dan menyebut Milan beruntung karena hampir sepanjang laga Roma lebih menguasai pertandingan. Hmm… tapi statistik dan hasil akhir sudah membuktikan segalanya bukan?

Menurut OptaPaolo, Milan berhasil memenangakan 2 pertandingan kandang melawan Roma secara beruntun untuk pertama kalinya sejak 2004 ketika masih diasuh Carlo Ancelotti. Selain itu, lewat kemenangan ini, Rossoneri berhasil mengoleksi 21 poin dari 11 laga di Serie A, sebanyak yang mereka peroleh dalam 17 laga pertama di musim ini. Hal ini menunjukkan ada peningkatan dalam diri AC Milan.

Kemenangan 2-0 ini merupakan hasil yang sangat penting untuk Milan. Dengan tambahan 3 poin, Milan memantapkan posisi di peringkat 7 dengan 42 poin berjarak 3 poin dari Napoli di posisi ke-6 dan 6 poin dari Roma di posisi ke-5.

Kemenangan atas Roma juga menjadi kemenangan pertama Milan atas tim-tim besar Serie A musim ini. Sebelumnya Il Diavolo Rosso selalu kalah melawan tim 6 besar. Milan sudah dua kali kalah melawan Inter, sekali kalah melawan Juve, Napoli, dan kalah tipis di pertemuan pertama melawan Roma. Yang paling menyakitkan tentu kalah 5-0 dari peringkat 4 Atalanta Desember lalu.

Stefano Pioli juga mengaku lega akhirnya Milan berhasil menang melawan tim besar Serie A musim ini. Namun Milan tak boleh lengah, pasalnya laga kedepan akan semakin berat. Serie A musim ini masih menyisakan 10 giornata dan secara berurutan Milan akan menghadapi SPAL, Lazio, Juventus, Napoli, Parma, Bologna, Sassuolo, Atalanta, Sampdoria, dan Cagliari.

Menghadapi SPAL 1 Juli nanti Milan tentu lebih diunggulkan, tapi setelah itu Milan akan menghadapi 3 laga berat. Lazio, Juve, dan Napoli belum sekalipun mampu Milan kalahkan musim ini dan jika Milan gagal meraih poin di laga-laga tersebut, langkah mereka untuk masuk zona eropa tentu akan semakin berat.

Milan tak boleh lengah. “Restart” Serie A memang menuntut semua tim untuk fokus. Sudah cukup pesta perayaan semalamnya, sekarang Milan harus kembali menjaga konsistensinya agar tak terus-terusan jadi bahan perundungan fans tim lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *