Bakat Langka Gavin Kwan Adsit: Dapat Bermain di 5 Tempat Tidak sama

Spread the love

Gavin Kwan Adsit bukan nama asing dalam sepak bola Indonesia. Ia termasuk juga pemain langka di sepak bola Indonesia. Karena, pemain yang sekarang bela Bali United itu dapat bermain pada lima tempat tidak sama.

Pemain campuran Amerika Serikat-Bali itu memulai profesi sesudah lulus dari akademi Villa 2000 pada 2012. Pemain berumur 24 tahun itu selanjutnya meniti karier di Eropa dengan menguatkan CFR II Cluj (Romania) serta Niendorfer TSV (Jerman).

Pada awal profesinya, Gavin Kwan adalah pemain yang dimainkan untuk striker. Tetapi, perlahan-lahan tempat itu ditinggalkannya saat kembali pada Indonesia dengan masuk bersama-sama Borneo FC.

Gavin dikasih tempat baru, yaitu bermain di tempat bek kanan serta masih jadi striker saat bela team Borneo U-21. Ke-2 peranan itu ditempuh Gavin dengan cemerlang.

Pengalaman Gavin di tempat yang lain selanjutnya makin bertambah saat masuk dengan Barito Putera. Pemain berperawakan 180 cm itu dikasih tempat untuk sayap kanan dan striker.

Disamping itu, di Tim nasional Indonesia Gavin memperoleh tempat bek kanan. Jadi pemain yang handal waktu menggempur serta bertahan pasti benar-benar jarang-jarang didapati pada saat ini.

Tetapi, semua rupanya ada pada diri Gavin Kwan. Hal itu yang membuat Gavin dapat dihandalkan di tempat mana saja saat memberikan dukungan pola permainan pelatih.

Gavin akui sebetulnya semakin nyaman bermain untuk striker. Namun, dianya siap bermain di tempat apa saja bila memperoleh keyakinan pelatih.

“Sebetulnya saya semakin nyaman bermain di muka. Namun, ingin diletakkan dimana juga saya siap. Sesuaikan dengan keperluan team serta penting berperan untuk team,” kata Gavin.

Meskipun begitu, Gavin sadar tiap tempat yang dimainkan mempunyai kelebihan serta kekurangan semasing. Misalnya ialah saat dimainkan untuk striker karena itu kesempatan cetak gol semakin besar, tetapi jarang-jarang memperoleh bola.

“Jika jadi striker, peluang cetak gol semakin besar, tetapi jarang-jarang memperoleh bola. Sesaat jika jadi winger atau bek, saya seringkali mendapakan bola, namun peluang cetak golnya sedikit,” tutur Gavin.

Kecuali bek kanan, sayap kanan, serta striker, Gavin Kwan Adsit dapat juga dimainkan untuk bek tengah atau pemain tengah bertahan. Berikut yang membuat pemain seperti Gavin benar-benar langka di Indonesia.

Berlainan Tempat di Bali United

Gavin Kwan Adsit membuat dobrakan dengan masuk dengan Bali United pada pengujung 2019. Kekuatan bermain di beberapa tempat dipercaya untuk satu diantara beberapa fakta pelatih Stefano Cugurra Teco ingin mengambil Gavin.

“Dalam sepak bola kekinian, pemain harus dapat bermain dalam beberapa tempat. Dapat dua atau tiga,” kata Teco.

Rintangan yang diberi Teco dijawab dengan penuh kepercayaan oleh Gavin. Menurut dia, dimana juga tempat yang diberi pelatih karena itu ia akan bersungguh-sungguh memberi performa optimal.

“Tentu saja saya siap di tempat mana saja. Andil team menujukkan perform, berpadu supaya semua lancar. Tekad saya serta tekad saya tinggi sekali menjadi juara,” tegas Gavin.

Gavin Kwan selama ini baru bermain sekitar 6 kali bersama-sama Bali United di semua pertandingan. Gavin dipercayai 3x bermain untuk winger serta 3x untuk bek kanan.

Jejak Profesi

Nama Gavin Kwan Adsit mulai terkenal publik sepak bola Indonesia semenjak terhimpun dalam project Indra Sjafri yang memburu tampil di Piala Dunia U-20 pada periode 2012-2013 yang lalu.

Walau mimpi itu tidak terwujud, Gavin memperoleh karunia tertentu dari salah satunya jadwal persiapan si pelatih. Dia tampil cemerlang dalam suatu kompetisi umur muda yang bertopik Hong Kong Jockey Klub (HKJC) bersama-sama Tim nasional Indonesia U-18. Indonesia waktu itu keluar untuk juara serta Gavin dipilih jadi salah satunya pemain paling baik.

Dengan cara mengagetkan Gavin putuskan untuk menimba pengetahuan di Eropa untuk masuk dengan scuad junior CFR Cluj di Rumania. Dia harus kehilangan peluang bela Tim nasional Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2013 serta Kwalifikasi Piala AFC U-19 2014. Indra Sjafri pernah melemparkan kekesalan, walaupun dapat pahami ketetapan salah satunya pemain binaannya itu.

“Gavin telah dewasa ia paham pilihannya. Saya mustahil mengistimewakan seorang pemain. Waktu dia tidak dapat turut pelatnas periode panjang, resikonya dia tidak jadi sisi dari tim nasional,” kata Indra.

Gavin sadar pilihannya akan menimbulkan resiko negatif. “Tetapi saya telah bundar dengan pilihan saya. Ini untuk profesi saya ,” tuturnya.

Tidak lama bermain di Cluj, Gavin geser ke club Jerman, TSV Niendorfer, untuk masuk dengan scuad U-19 mereka. Pemain kelahiran 5 April 1996 ini lalu putuskan untuk kembali pada Tanah Air, pada awal tahun 2015 untuk mengawali profesi karieronalnya di level senior sampai sekarang ini.

Disalin dari Bola.com (Penulis: Zulfirdaus Harahap/Editor: Ario Yoshia – 30 Mei 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *