Atas Nama Cinta dan Penantian Arsenal Aku Sayang Kamu

Spread the love

Atas Nama Cinta dan Penantian Arsenal Aku Sayang Kamu – Perjalanan yang sangat terjal untuk Arsenal di musim 2019/2020. Liga yang berada di peringkat 8 dan terkesan menjadi badut Liga Inggris, gugur di Liga Eropa dan Arteta yang sempat terkena virus Covid-19.

Atas Nama Cinta dan Penantian Arsenal Aku Sayang Kamu

Atas Nama Cinta dan Penantian Arsenal Aku Sayang Kamu

Pasti untuk para gooners merasakan hampir hilang harapan untuk urusan trophy, dan pasti dalam hati mereka semua sudah mencoba menerima jika seandainya Arsenal ‘puasa’ (lagi). Tapi, rasa frustasi para fans hilang ketika Arsenal mampu mengalahkan Manchester City di semi final Piala FA. Menang dari City dan lolos ke Final seolah memberikan cahaya untuk mereka yang tetap setia menemani, menyaksikan Arsenal bertanding selama musim ini.

Mikel Arteta tidak mudah melewati ini semua, sampai di Final kemarin ketika Arsenal berhasil mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 adalah hasil ‘kecil’ dari sebuah penantian para gooners. Kenapa saya sebut penantian kecil? Karena kita sadar betul bahwa klub berlogo meriam dari London ini sedang berada di masa transisi untuk segalanya.

Arteta bagaikan sang pencerah, penuntun untuk menyatukan kepingan puzzle yang ditinggal sepeninggal Arsene Wenger. Arteta, berani mengemban beban yang sangat berat ketika diwarisi skuat yang pas-pasan dari Unai Emery. Dia, Arteta kembali pulang ke rumah karena sadar betul rumah yang sempat dia singgahi ketika menjadi pemain harus segera direnovasi. Arsenal menang lawan Chelsea bukan hanya sekadar menjuarai Piala FA. Selain itu, Arsenal mampu membalaskan kekalahan di Final Liga Eropa musim lalu di Baku. Bagaimana tidak dendam?

Di laga Final itu kita semua sudah melambungkan sangat jauh tentang impian mengangkat Piala dengan pelatih baru ketika Arsene Wenger pensiun, ketika Wenger pada akhirnya harus tetap mencintai Arsenal tanpa saling bersama lagi. Berhasil menjuarai Piala FA, itu artinya 14x sudah berjejeran trophy tersebut di etalase piala milik Arsenal.

14 Piala FA semoga menjadi titik balik untuk kebangkitan Arsenal yang saat ini digandeng erat oleh Arteta. Ibarat cowok yang memengang erat tangan wanita nya, genggaman yang penuh rasa cinta di tengah kegetiran yang melanda untuk kelanggengan sebuah hubungan. Semoga Arteta tidak seperti Emery yang hanya memberikan bayang semu belaka. Progress untuk Arsenal yang nyata di masa yang akan datang, dan semoga secepatnya Arsenal juga kembali menjuarai Liga Inggris.

Jika di kehidupan ini ada harapan, impian dan juga kehidupan. Maka, Arsenal saat ini sedang memberikan contoh nyata tentang tiga hal tersebut. Bagaimana berjuang untuk mewujudkan harapan dan impian juga untuk kehidupan yang lebih baik, indah juga penuh cinta. Rayakan kemenangan Arsenal ini untuk para pemain yang sudah berjuang, untuk Arteta sang pencerah, dan juga untuk kita semua yang sudah melewati banyak jalan terjal di Tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *